Sebutkan dua upaya yang dapat dilakukan seorang siswa untuk mengurangi pemanasan global

Penggunaan tas kain menjadi salah satu cara mencegah pemanasan global, lho!

Cara mengatasi pemanasan global sampai saat ini masih terus upayakan. Sebab, pemanasan global membuat beberapa tempat di wilayah di dunia mengalami banyak perubahan ekstrem.

Kondisi bumi saat ini sudah semakin buruk karena ulah manusia yang merusak alam. Semakin banyaknya penebangan liar untuk membuka lahan baru, hingga meningkatnya penggunaan kendaraan menjadi penyebab pemanasan global.

Melansir National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) kondisi panas bumi terus meningkat secara drastis. Seluruh permukaan darat hingga lautan menjadi lebih hangat dari sebelumnya.

Antara 1880 hingga 1980 suhu permukaan bumi terus meningkat sekitar 0.7 °C setiap dekadenya. Pemanasan global tersebut mempunyai dampak yang sangat buruk bagi keberlangsungan hidup.

Di Indonesia sendiri data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, secara keseluruhan pada tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020.

Tahun 2020 sendiri menempati urutan kedua tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C.

Sayangnya, meskipun pemanasan global sering bicarakan, tetapi sampai saat ini masih terus ada. Untuk itu, perlu kerjasama dari beberapa pihak terutama masyarakat.

Lantas, apa yang dimaksud pemanasan global? Dan bagaimana cara mengatasi pemanasan global? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Yuk Intip, 3 Cara Membuat Rumah Kucing dari Kardus Bekas yang Unik dan Nyaman

Pengertian Pemanasan Global

Foto: istockphoto.com

Pemanasan global atau yang dikenal juga dengan istilah global warming ini merupakan fenomena naiknya suhu bumi secara menyeluruh.

Kondisi ini ditandai dengan es di kutub yang semakin mencair dan temperatur di berbagai tempat di seluruh dunia naik.

Saat terjadi pemanasan global, suhu di bumi terasa makin panas dan keadaan cuaca juga menjadi ekstrem.

Melansir jurnal Riphah International University penyebab pemanasan global erat kaitannya dengan pencemaran udara di dunia saat ini.

Volume peningkatan gas karbon dioksida yang dikeluarkan oleh penggunaan bahan bakar fosil, pembukaan lahan, hingga aktivitas manusia lainnya membuat efek rumah kaca menjadi semakin parah.

Efek rumah kaca yang dimaksud adalah sebuah kondisi dimana seluruh gas berbahaya tersebut terjebak pada atmosfer bumi.

Normalnya, panas dan radiasi dari matahari akan dipantulkan kembali ke luar bumi tetapi karena adanya efek rumah kaca membuat panas dan radiasi tersebut terjebak dan dipantulkan kembali ke bumi.

Baca Juga: 8 Inspirasi Dekorasi Taman Minimalis, Sulap Halaman Sempit jadi Asri!

Cara Mengatasi Pemanasan Global

Moms, meskipun berbagai upaya mengurangi fenomena ini tengah dilakukan pemerintah di berbagai negara maupun PBB, kita secara pribadi bisa berperan melakukan cara mengatasi pemanasan global.

Bahkan, jika jutaan orang melakukan cara mengatasi pemanasan global, dampak positifnya akan sangat besar.

Berikut ini cara mengatasi pemasan global:

1. Hemat Energi

Foto: istockphoto.com

Cara mengatasi pemanasan global yang pertama adalah matikan semua alat elektronik yang tidak digunakan.

Melansir Department of Energy AC di gedung merupakan salah satu penggunaan energi terbesar tiap harinya.

AC menyumbang hampir setengah sebanyak 35% dari penggunaan energi rumahan. Moms dapat membuat ruang menjadi lebih hemat energi dengan menyegel saluran udara dan memastikannya cukup terisolasi.

Selain itu, penggunaan lampu LED juga merupakan cara yang efesien.

Moms bisa memilih lampu LED yang memiliki sensor cahaya sehingga bisa mati secara otomatis. Beberapa jenis perangkat elektronik, seperti TV dan komputer, juga memiliki fitur standby (mode siaga).

Mode standby masih mengonsumsi sampai 40 persen dari energinya dalam waktu 20 jam. Karenanya jika alat tak dipakai, penting untuk mematikan perangkat dibanding memilih mode standby.

2. Menggunakan Transportasi Umum

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi pemanasan global berikutnya adalah gunakan transportasi umum.

Salah satu penyebab pemanasan global yang cukup besar adalah kepadatan penduduk dunia yang populasinya kian bertambah. Dengan pertambahan penduduk, jumlah kendaraan juga akan selalu bertambah.

Akibatnya, kendaraan mengeluarkan asap yang mengandung gas karbon monoksida. Gas ini sangat berbahaya bagi lingkungan karena dapat menjadi penghalang pemantulan panas bumi yang menyebabkan efek rumah kaca.

Baca Juga: Beragam Penyebab Nyeri Punggung Atas, Yuk Cari Tahu Moms!

3. Reduce, Reuse, Recycle

Foto: istockphoto.com

Cara mengatasi pemasan global berikutnya adalah melakukan reduce, reuse, recycle.

Reduce meruapakan kegiatan menggunakan produk kemasan, terutama plastik seminimal mungkin.

Selain itu, reduce juga bisa dilakukan dengan membeli produk yang bisa digunakan kembali alih-alih sekali pakai.

Sementara reuse merupakan langkah menggunakan kembali benda-benda bekas, seperti kantong plastik atau botol plastik.

Kemudian recycle adalah kegiatan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai sehingga berguna kembali, seperti mendaur ulang kertas, plastik, koran, kaleng kaca, dan limbah lain menjadi benda atau karya yang bermanfaat.

4. Menanam Pohon

Foto: istockphoto.com

Penghijauan dan reboisasi merupakan salah satu cara mengatasi pemanasan global.

Melansir Journal of Water and Climate Change proses fotosintesis pohon dan tanaman mampu menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen.

Tanaman menjadi sebuah bagian dari siklus pertukaran atmosfer alami. Beberapa jenis tanaman juga mampu melawan peningkatan karbon dioksida yang bisa disebabkan oleh kendaraan, pabrik, serta kegiatan manusia lainnya.

Sebenarnya penanaman pohon bukan hanya dilakukan di hutan saja, tetapi juga di lahan-lahan kosong agar nantinya tanah di bawahnya bisa menahan dan menyimpan air.

Moms bisa mengajak keluarga menanam pohon disekitar lingkungan rumah, sekaligus mengajarkan Si Kecil. Asik bukan?

Baca Juga: 4 Cara Mudah Menanam Rumput Kucai agar Tumbuh Subur

5. Mengurangi Penggunaan Peralatan yang Mengandung CFC

Foto: istockphoto.com

Cara mengatasi pemanasan global selanjutnya adalah mengurangi penggunaan deodoran hairspray semprotan nyamuk, dan peralatan lainnya yang mengandung CFC (Chlorofluorocarbon).

Ternyata kandungan CFC berkontribusi terhadap penipisan ozon, yang dapat menimbulkan efek paling merusak. CFC juga umum digunakan sebagai pendingin ruangan.

6. Kurangi Pemakaian Pemanas Air

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi pemanasan global selanjutnya adalah menghemat listrik dengan mengurangi pemakaian pemanas air.

Moms bisa menggunakan pemanas air pada 120 derajat untuk menghemat energi.

Melansir Department of Building Services Engineering penggunaan pancuran rendah bisa menghemat air panas dan mengurangi hampir sekitar 350 pon karbon dioksida per tahun.

Baca Juga: 10 Jenis Sepatu Wanita, Nyaman dan Tetap Gaya!

Nah, itu dia Moms cara mengatasi pemanasan global yang bisa kita lakukan. Mulai sekarang, sayangi bumi ya!

  • https://www.ncdc.noaa.gov/sotc/global/202013
  • https://www.energy.gov/sites/prod/files/2017/03/f34/qtr-2015-chapter5.pdf
  • https://www.energy.gov/sites/prod/files/2017/03/f34/qtr-2015-chapter5.pdf
  • https://iwaponline.com/jwcc/article-abstract/6/2/191/1586/Effects-of-regional-afforestation-on-global?redirectedFrom=fulltext
  • https://www.mdpi.com/2073-4441/9/8/576/htm
  • https://www.bmkg.go.id/iklim/?p=ekstrem-perubahan-iklim
  • https://solarimpulse.com/global-warming-solutions#
  • https://www.nrdc.org/stories/how-you-can-stop-global-warming
  • https://www.nationalgeographic.com/environment/article/global-warming-solutions

22 Mei 2019

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Laporan terbaru menyebutkan risiko yang ekstensif tentang peningkatan temperatur global.

"Bertindak sekarang, atau hadapi krisis besar!"

Ini merupakan peringatan dari para ahli iklim terkemuka di dunia berkaitan dengan peningkatan temperatur global.

Sebuah penelitian yang diterbitkan hari Selasa 21 May 2019 memperingatkan bahwa peningkatan air laut secara global bisa terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan karena meningkatnya akselerasi rata-rata pelelehan es di Greenland dan Antartika.

Hingga kini, para ahli memperkirakan lautan di dunia bisa meningkat maksimum di bawah satu meter pada tahun 2100.

Namun sebuah kajian memperkirakan jika emisi gas dibiarkan seperti sekarang dan temperatur meningkat lima derajat Celcius, maka peningkatan air laut pada tahun 2100 bisa dua kali lipat dari perkiraan itu.

Jika ini terjadi 1,8 juta kilometer persegi daratan akan terbenam, termasuk sebagian besar Bangladesh dan Lembah Sungai Nil.

Ini juga bisa membahayakan kota-kota besar di dunia termasuk London, New York dan Shanghai.

Setengah milyar orang terkena dampak

Profesor Michael Oppenheimer, salah satu peneliti pada kajian tersebut mengatakan kenaikan air laut yang cepat akan berdampak pada sekitar 50 juta orang yang hidup di tinggal di kawasan pantai yang rendah.

Keterangan gambar,

Peningkatan permukaan air laut berdampak kepada setengah milyar orang yang hidup di dataran rendah.

"Ini terjadi tidak secara serta merta menenggelamkan seluruh kota, melainkan akan dimulai dengan terbenamnya bagian-bagian penting kota itu," kata Profesor Oppenheimer kepada BBC.

"Misalnya, Lower Manhattan. Jika mereka tak membangun pertahanan, sebagian besar akan terbenam. Demikian pula Bangladesh. Belanda sangat pandai dalam melindungi diri mereka, dan mereka harus segera membangun perlingdungan lagi. Ini adalah situasi yang harus kita hindari."

"Negara-negara yang memiliki pantai rendah - termasuk Amerika Serikat, bagian penting Inggris Raya dan Eropa, bagian besar Asia Selatan dan Asia Timur ... perkiraan-perkiraan ini bisa menjadi kenyataan," katanya.

"Ini benar-benar persoalan seluruh dunia dan masalahnya sekitar setengah milyar orang tinggal di delta sungai, yang sepenuhnya berada di dataran rendah."

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu?

Es yang meleleh dan peningkatan permukaan air laut dihubungkan dengan peningkatan temperatur yang disebabkan oleh kegiatan manusia, menurut lembaga PBB Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Pada KTT Paris, pemimpin dunia sepakat untuk menekan tingkat pemanasan global di bawah "batas kritis" sebesar 1,5 derajat Celcius.

Namun, planet Bumi bisa melampaui ambang batas ini dalam waktu 12 tahun, kata Aromar Revi, seorang peneliti IPCC.

Sekalipun begitu ia mengatakan "banyak tindakan masuk akal" yang bisa dilakukan untuk membantu membatasi pemansan global.

Ini adalah beberapa perubahan sehari-hari yang bisa Anda lakukan sekarang juga.

1. Menggunakan angkutan umum

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Apakah kota Anda memiliki cukup jaringan angkutan umum?

Jalan kaki atau bersepeda atau menggunakan angkutan umum - dibandingkan mengendarai mobil - akan mengurangi emisi karbon, selain juga membuat Anda sehat.

Dr. Debra Roberts, salah satu ketua IPCC mengatakan, "Kita bisa memilih cara kita bepergian di dalam kota dan jika kita tak punya akses ke angkutan umum, pastikan bahwa Anda memberi suara pada politisi yang menjanjikan untuk membangun angkutan umum."

Jika memang benar-benar harus memakai mobil, maka gunakan kendaraan listrik. Juga jika mungkin, gunakan kereta daripada pesawat ketika Anda bepergian.

Bahkan berbuatlah lebih jauh lagi dengan membatalkan perjalanan Anda dan gunakan fasilitas konferensi video.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Persoalannya bukan sekadar energi bersih, tetapi juga lebih sedikit menggunakan energi.

Jemur pakaian Anda alih-alih menggunakan mesin pengering untuk menghindari dari membuang-buang bahan bakar fosil untuk konsumsi listrik.

Gunakan insulasi di atap untuk mencegah pembuangan panas pada saat musim dingin.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Cari perangkat elektronik yang hemat energi.

Matikan dan cabut kabel peralatan listrik Anda ketika tidak digunakan.

Perubahan-perubahan ini tampaknya kecil, tetapi merupakan cara ampuh untuk menghemat energi.

Ketika Anda membeli perangkat elektronik, pastikan mereka efisien dalam penggunaan energi (tip: cari alat yang dilabeli dengan Energy Star).

Anda juga bisa memilih untuk mengadopsi sumber energi terbarukan untuk kebutuhan Anda, misalnya pemanas air tenaga matahari.

3. Kurangi makan daging, atau lebih baik lagi kalau Anda menjadi seorang vegan

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Beralih ke makanan organik dan konsumsi produk lokal.

Produksi daging merah menghabiskan lebih banyak emisi gas rumah kaca daripata produksi daging ayam, buah-buahan, sayur-sayuran dan sereal.

Kurangi makan daging dan lebih banyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

Jika ini sulit, mulailah dengan puasa makan daging satu hari dalam seminggu.

Juga akan sangat berguna mengurangi konsumsi susu karena emisi gas rumah kaca yang juga tinggi untuk memproduksi dan transportasinya.

Upayakan untuk membeli makanan musiman setempat (sekaligus mengurangi makanan yang dibuang).

4. Kurangi dan daur ulang... bahkan untuk air

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Selalu cari cara untuk hemat air.

Berulang kali kita diberi tahu tentang keuntungan mendaur ulang.

Namun transportasi dan memproses material untuk daur ulang merupakan proses yang karbon-intensif atau meninggalkan jejak karbon yang banyak.

Bagaimanapun daur ulang lebih sedikit dalam mengkonsumsi energi daripada memproduksi dari awal. Pengurangan dan daur ulang bisa meminimalisir kerugian.

Ini juga berlaku untuk air.

"Kita harus menyimpan dan mendaur ulang air sambil berusaha untuk menampung air hujan," kata Aromar Revi.

5. Beritahu dan didik orang lain

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Tidak ada kata terlalu muda untuk paham soal lingkungan hidup.

Sebarkan pengetahuan tentang perubahan iklim dan didik orang lain.

Bergabunglah bersama-sama untuk membangun komunitas hidup yang berkelanjutan.

Bangun "jaringan berbagi" yang bisa membantu mengumpulkan sumber daya seperti alat pemotong rumput, alat berkebun dan capailah standar gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

"Semua ini jika dipraktekkan setiap hari oleh milyaran orang akan mampu memunculkan pembangunan berkelanjutan tanpa berpengaruh terhadap kesejahteraan," kata Aromar Revi.