Sebutkan nama-nama 6 bentuk isyarat hakim garis permainan sepak bola

  • Home
  • Bola
  • Sepakbola Dunia

Fetra Hariandja, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2016 14:25 WIB

Lihat Foto

AFP/FRIEDEMANN VOGEL

Bek AS Roma, Bruno Peres, protes ke wasit pada laga Liga Europa kontra Sevilla di MSV Arena pada 6 Agustus 2020.

KOMPAS.com - Sebuah pertandingan olahraga, termasuk sepak bola pasti akan dipimpin oleh wasit.

Agar permainan sepak bola berjalan dengan baik dan fair play permainan sepak bola dipimpin oleh wasit.

Selain itu, wasit juga dapat mengambil keputusan apakah pemain tersebut layak diberi kartu atau peringatan untuk pemain yang melakukan pelanggaran.

Jumlah wasit dalam permainan sepak bola adalah sebanyak empat orang dengan pembagian tugas masing-masing. Satu orang sebagai wasit utama, dua orang wasit pembantu atau hakim garis, dan satu orang wasit cadangan.

Baca juga: Tendangan Bebas dalam Sepak Bola: Macam dan Tekniknya

Wasit Utama

Setiap pertandingan sepak bola dikendalikan oleh seorang wasit utama yang memiliki kewenangan penuh untuk menegakkan hukum permainan sehubungan dengan pertandingan tersebut.

Keputusan akan dibuat dengan penilaian wasit sesuai dengan hukum permainan dan akan dibantu oleh pendapat asisten wasit.

  1. Menegakkan peraturan.
  2. Mengendalikan jalannya permainan dengan bekerja sama dengan dua hakim garis dan para ofisial kedua tim.
  3. Memastikan bola yang digunakan sesuai dengan peraturan.
  4. Memastikan perlengkapan dan aksesoris pemain sesuai dengan peraturan.
  5. Berhak menghentikan, menggantung atau meninggalkan jalannya permainan bila ada campur tangan pihak lain.
  6. Menjaga waktu dan catatan pertandingan.
  7. Menindak dengan disiplin pemain yang bersalah.

Baca juga: Istilah-istilah dalam Sepak Bola

  1. Kehadiran wasit sebagai penegak keadilan di lapangan agar permainan berjalan dengan adil dan lancar.
  2. Memimpin pertandingan
  3. Memberikan sanksi kepada pemain yang melakukan kesalahan

Arah berlari untuk wasit dalam memimpin pertandingan membentuk diagonal alias bergerak menjauh dari posisi kedua asistennya.

Maka dalam satu kejadian di lapangan akan ada dua sudut pandang berbeda, yakni mata wasit dan asisten.

Lihat Foto

Akbar Bhayu dan Mochamad Sadheli

Ilustrasi pergerakan lari arah wasit berbentuk diagonal

Baca juga: Passing dalam Sepak Bola: Pengertian dan Teknik-tekniknya

Asisten Wasit atau Hakim Garis

Asisten wasit terdiri dari dua orang yang bertugas memberikan isyarat pada wasit.

Asisten wasit juga membantu wasit untuk mengawasi atau mengamati pertandingan sesuai dengan peraturan permainan.

Kalau membicarakan olahraga football atau sepak bola, apa sih yang terlintas di pikiran kamu? Apakah hanya sekadar 22 orang berlarian mengejar sebuah bola, masing-masing berusaha untuk memasukkan bola tersebut ke gawang lawan? Atau apakah hanya permainan dengan waktu 90 menit dan dua kali istirahat selama 15 menit? 

Memang, sepak bola adalah jenis olahraga permainan dua tim, dengan 11 pemain dalam satu tim yang berusaha mengejar dan memasukkan bola ke gawang lawan. Namun, ada yang tak kalah pentingnya dalam permainan satu ini, yaitu wasit atau pengarah permainan. Tahukah kamu kalau wasit yang ada dalam permainan sepak bola itu tak hanya satu?

Sumber : Fail Faire

Empat Wasit dalam Sepak Bola

Wasit dalam permainan sepak boleh memiliki tugas utama mengatur jalannya permainan dan bebas kecurangan antar masing-masing tim. Selain itu, wasit pula yang berwenang untuk memutuskan apakah pemain layak mendapat peringatan saat melakukan pelanggaran. 

Tidak hanya satu, ternyata ada empat wasit dalam permainan sepak bola. Tugas setiap wasit ini tidak sama, lho. Ada wasit utama, wasit sebagai hakim garis, dan wasit cadangan. 

Wasit utama punya kewenangan mutlak sebagai pengatur jalannya permainan. Uniknya, wasit utama punya arah berlari yang tidak asal, lho. Arahnya menjauh dari posisi asisten wasit atau membentuk diagonal. Jadi, saat ada suatu pelanggaran, ada dua sudut pandang yang berbeda, yaitu dari pandangan wasit utama dan wasit hakim garis. 

Secara umum, wasit utama dalam permainan sepak bola punya tugas sebagai berikut: 

  • Mengatur jalannya pertandingan dan bekerja sama dengan pelatih kedua tim serta dua asisten wasit yang membantunya.
  • Memastikan bahwa bola yang digunakan dalam pertandingan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. 
  • Memastikan semua perlengkapan atau aksesori setiap pemain sudah sesuai aturan. 
  • Memiliki kewenangan untuk menggantung, menghentikan, atau bahkan meninggalkan pertandingan jika terdapat campur tangan orang lain.
  • Mencatat waktu dan memberikan sanksi pada pemain yang melakukan pelanggaran. 

Sederhananya, wasit utama ini seperti wasit inti atau ketua dalam pertandingan. Jadi, kewenangan mutlak ada pada tangan wasit utama, baik pada pemain maupun pada wasit asisten atau cadangan.

Asisten wasit atau disebut juga hakim garis ada dua orang. Tugasnya memberi isyarat pada wasit utama. Mereka juga bertugas membantu wasit utama mengamati jalannya pertandingan, apakah benar sudah sesuai dengan peraturan. Ada kondisi tertentu yang membuat wasit garis berhak memasuki lapangan.

Secara umum, selain memberi isyarat langsung pada wasit utama, wasit garis juga punya beberapa tugas lain, yaitu: 

  • Mengawasi bola yang keluar lapangan, termasuk memiliki wewenang menentukan tim mana yang berhak mendapat keuntungan untuk melakukan tendangan bebas. 
  • Memberikan tanda kepada wasit utama apabila terjadi offside saat pertandingan. 
  • Membantu wasit inti untuk mengambil keputusan terkait pelanggaran yang terjadi oleh pemain berdasarkan pandangan objektif. 

Biasanya, wasit garis ini akan ada di kedua sisi lapangan. Keduanya akan ikut mengawasi jalannya pertandingan secara penuh seperti halnya wasit utama.

Seorang wasit utama dan dua orang wasit garis. Ada lagi wasit keempat yang berperan sebagai wasit cadangan. Tugasnya tentu saja menggantikan peran wasit utama atau wasit garis apabila salah satunya sedang tidak bisa hadir mengikuti pertandingan. Namun, tidak hanya itu, wasit cadangan juga punya tugas lain, di antaranya: 

  • Mengatur apabila ada pergantian pemain dari salah satu tim.
  • Memberikan isyarat pada wasit utama apabila permainan telah selesai karena waktu sudah habis.

Nah, itu tadi empat wasit dalam permainan football dan tugas masing-masing. Jadi, pertandingan sepak bola bisa berjalan lancar dan adil karena adanya keempat wasit ini, ya!

Kalau kamu tertarik belajar lebih banyak lagi tentang sepak bola, kamu bisa bergabung dengan UKM football di BINUS UNIVERSITY. Tak hanya belajar teori, kamu bahkan bisa mengasah skill dan menambah banyak pengalaman di bidang sepak bola bersama tim football BINUS UNIVERSITY.

Dengan memahami arti isyarat tangan wasit bola, entah Anda adalah pemain atau penoton, Anda bisa lebih menikmati olahraga paling populer di dunia ini! Dengan jumlah penggemar melebihi 200 juta orang yang tersebar di seluruh dunia, sepak bola memang merupakan olahraga global. Walaupun olahraga ini sendiri dimainkan dan ditonton banyak orang dalam berbagai bahasa, isyarat-isyarat tangan yang digunakan wasit memiliki arti sama di semua negara. Mempelajari isyarat ini dilakukan dengan mengenali berbagai gerakan dan gestur tangan, serta sistem bendera. Sistem ini praktikal sehingga tidak sulit dipelajari. Setelah mengingat arti dari semua gestur tangan, Anda siap untuk mendukung tim favorit karena sudah memahami pertandingan dengan lebih baik!

  1. 1

    Pahami bahwa wasit mengisyaratkan keuntungan (advantage) dengan menunjuk ke depan setelah pelanggaran. Wasit menjulurkan kedua tangannya sejajar di depan tubuhnya, menunjuk gawang tim yang memiliki keuntungan. Ketahui bahwa wasit tidak meniup peluit saat membuat isyarat ini.[1] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Keuntungan dimainkan ketika satu tim melakukan pelanggaran ringan, tetapi tim yang dilanggar dirasa masih memiliki keuntungan. Oleh karenanya, alih-alih memberikan pelanggaran, wasit meneruskan permainan dan melakukan isyarat ini.
    • Sebagai contoh, kalau seorang bek melanggar penyerang lawannya, tetapi si penyerang masih berpeluang mencetak gol, wasit melakukan isyarat keuntungan.
    • Untuk pelanggaran yang lebih parah, wasit langsung menghentikan permainan dan memberikan tendangan bebas bagi tim yang dilanggar.

  2. 2

    Perhatikan bahwa wasit meniup peluit dan menunjuk ke depan untuk memberikan tendangan bebas langsung. Wasit meniup peluit dan menunjuk (tanpa sudut tertentu) ke arah tim menyerang yang menerima tendangan bebas menggunakan tangan yang tidak memegang peluit. Pastikan untuk hanya menghentikan permainan jika wasit meniup peluit.[2] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Sebagai contoh, wasit dapat memberikan tendangan bebas langsung kepada tim jika pemain di tim lain, yang bukan kiper, menyentuh bola dengan tangan.
    • Inilah isyarat yang akan paling sering Anda lihat di pertandingan. Wasit memberikan tendangan bebas untuk pelanggaran minor/menengah, dan tim penerimanya tidak memiliki keuntungan.

  3. 3

    Amati bahwa wasit menunjuk ke atas untuk memberikan tendangan bebas tidak langsung. Untuk isyarat ini, wasit meniup peluit dan menunjuk langsung ke langit dengan tangan bebasnya. Wasit kemudian menjelaskan siapa yang menerima tendangan bebas dan untuk apa. Wasit juga akan menahan tangannya di atas selama beberapa detik selagi menjelaskan siapa yang menerima tendangan bebas.[3] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Tendangan bebas tidak langsung berbeda dengan tendangan bebas langsung dan Anda tidak diperbolehkan menembak ke gawang. Kalau Anda mencetak gol dari tendangan bebas tidak langsung, dan bola tidak menyentuh siapa pun di lapangan, gol tersebut tidak sah.
    • Tendangan bebas tidak langsung jauh lebih jarang terjadi dibandingkan tendangan bebas langsung. Namun, salah satu contohnya adalah jika tim mengoper balik ke kiper, dan dia menyentuhnya dengan tangan.

  4. 4

    Ketahui bahwa wasit akan menunjuk titik penalti untuk memberikan tendangan penalti. Kalau wasit meniup peluit dan menunjuk langsung ke titik penalti, artinya dia memberikan tendangan penalti untuk dilakukan di titik tersebut. Dengarkan suara peluit yang panjang dan kuat, alih-alih bunyi yang pendek dan tajam.[4] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Tendangan penalti cukup jarang terjadi dalam sepak bola. Wasit memberikannya kepada tim menyerang yang dilanggar di dalam kotak penalti lawannya.
    • Dalam situasi tendangan penalti, tim menyerang mendapatkan kesempatan menembak satu lawan satu dengan kiper lawan dari titik penalti.
    • Contoh penalti ofensif adalah jika seseorang menyentuh bola dengan tangannya di dalam jaring gawang.

  5. 5

    Pahami bahwa pelanggaran menengah ditandai dengan kartu kuning, yang dianggap sebagai peringatan. Kalau pemain menerima kartu kuning kedua, artinya dia memperoleh kartu merah dan pemain tersebut dikeluarkan dari lapangan.[5] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Wasit mengeluarkan kartu dari kantongnya, menunjuk pemain, dan mengacungkan kartu di udara. Setelah ini, dia menuliskan detail pelanggaran di buku catatannya.
    • Contoh pelanggaran kartu kuning adalah pelanggaran keras yaitu ketika penekel sama sekali tidak menyentuh bola.

  6. 6

    Ketahui bahwa pelanggaran berat dihadiahi kartu merah. Wasit memberikan kartu merah untuk pelanggaran berat atau kartu kuning kedua. Kalau wasit menghadiahi kartu merah untuk kartu kuning kedua, dia akan menunjukkan kartu kuning terlebih dahulu, lalu diikuti kartu merah.[6] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Wasit akan menunjukkan kartu merah kepada pemain yang menerimanya, lalu mengacungkannya tinggi di udara, sama seperti kartu kuning.
    • Salah satu contoh pelanggaran berat adalah pemain memukul pemain lain. Pemain yang menerima kartu merah dikeluarkan dari lapangan dan tidak diperbolehkan melanjutkan permainan.

  1. 1

    Perhatikan bahwa hakim garis menunjuk sudut lapangan untuk memberikan tendangan sudut. Hakim garis berlari menuju bendera sudut di sisi lapangan dan mengacungkan benderanya menunjuk turun ke titik sudut lapangan. Wasit tidak meniup peluit ketika melakukannya.[7] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Sebagai contoh, Anda bisa melihatnya ketika penyerang menembak ke gawang, dan bek menangkisnya sehingga bola keluar melewati garis lebar lapangan.
    • Hakim garis membawa bendera yang selalu dipegangnya di lapangan. Wasit menggunakan bendera ini untuk beragam isyarat, termasuk tendangan sudut.
    • Hakim garis berlari bolak balik di sepanjang sisi lapangan. Ada satu hakim garis untuk setiap sisi panjang lapangan. Kalau permainan keluar dari jatah separuh lapangan hakim garis, dia akan berdiri di tengah garis sisi lapangan sampai permainan kembali ke wilayah tugasnya.

  2. 2

    Perhatikan bahwa hakim garis menunjuk ke satu arah sebagai isyarat lemparan ke dalam. Setelah bola keluar melewati sisi panjang lapangan, hakim garis berlari menuju titik keluarnya bola. Kalau sudah tiba, dia akan menunjukkan benderanya pada arah lemparan ke dalam. Ini adalah arah menyerang tim yang memperoleh lemparan ke dalam.[8] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Kalau bola keluar dan tidak berada di sisi separuh lapangan hakim garis, dia hanya menunjuk arah lemparan kalau jelas terlihat. Kalau tidak jelas, wasit dalam lapangan memutuskan arah lemparan ke dalam.
    • Bola dianggap 'keluar' setelah seluruh bola melewati garis lapangan. Kalau bola hanya separuh keluar, permainan masih berlanjut.

  3. 3

    Catat bahwa wasit akan berhenti dan mengacungkan benderanya untuk offside. Pelanggaran offside ditandai dengan hakim garis berdiri diam dan sejajar dengan pemain yang offside selagi menunjukkan bendera langsung ke lapangan permainan. Lengan wasit tegak lurus dengan tubuhnya. Hakim garis tidak meniup peluit ketika offside terjadi.[9] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Aturan offside bisa agak sulit dipahami. Offside terjadi ketika tim menyerang mengoperkan bola kepada rekan yang berada di depan. Kalau pemain yang menerima operan berada di depan pemain bertahan terakhir lawannya ketika operan dilakukan, pemain tersebut melakukan pelanggaran offside.
    • Sebagai contoh, hakim garis mengacungkan benderanya jika pemain menyerang mengoper kepada rekannya, yang ketika kaki menyentuh bola saat operan dilakukan, penerima operan lebih dekat dengan gawang dibandingkan seluruh pemain bertahan tim lawan.
    • Aturan ini diberlakukan supaya pemain tidak bisa “jaga benteng” di separuh terakhir lapangan lawan dan menerima operan panjang dari rekannya.

  4. 4

    Pantau hakim garis yang membuat isyarat segiempat untuk menandakan pergantian pemain. Untuk isyarat ini, hakim garis berlari ke tengah sisi panjang lapangan, dan membuat segiempat di atas kepalanya dengan lengan dan bendera. Isyarat ini biasanya ditahan selama 5-10 detik supaya semua orang berkesempatan melihatnya.[10] X Teliti sumber Kunjungi sumber

    • Akan ada juga seseorang yang memegang papan pergantian pemain, yaitu nomor pemain keluar ditandai dengan warna merah dan nomor pemain masuk diberi warna hijau.
    • Kedua hakim garis biasanya membuat isyarat ini.

  • Selalu hormati keputusan wasit dan jangan pernah mengintimidasi atau berdebat terlalu agresif dengan wasit. Kalau Anda tidak menyukai keputusan wasit, relakan saja, atau minta kapten untuk memperoleh penjelasan dari wasit secara sopan.

  1. http://www.sidelinesoccer.com/assistant-referee-signals

Disusun bersama :

Pelatih Sepak Bola Berlisensi

Artikel ini disusun bersama Bernat Franquesa. Bernat Franquesa adalah salah satu pendiri dan Kepala Metodologi di APFC (Albert Puig Football Concepts), sebuah program pengembangan pemuda untuk pemain dan pelatih yang bermarkas di San Diego, California. APFC menyediakan pelatihan bola untuk anak muda, konten edukatif, dan layanan konsultasi untuk pelatih, akademi, dan klub. Di APFC, Bernat bertanggung jawab mengembangkan dan menerapkan panduan teknis bagi program pengembangan pemain. Dia melatih bola di Catalunya dan AS sejak berusia 15 tahun. Artikel ini telah dilihat 165.852 kali.

Daftar kategori: Olahraga Tim

Halaman ini telah diakses sebanyak 165.852 kali.