Sebutkan tiga contoh budaya gotong royong di indonesia

Lihat Foto

KOMPAS.com/RENI SUSANTI

Siswa lintas agama bersih-bersih di halaman Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Jumat (23/12/2016).

KOMPAS.com - Prinsip gotong royong menjadi salah satu ciri khas dari bangsa Indonesia. Perilaku gotong royong juga dikatakan pada Pancasila sila ke-3.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, gotong royong memiliki arti bekerja bersama-sama, tolong-menolong, atau bantu-membantu.

Dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi (2015) oleh Koentjaraningrat, gotong royong adalah kerja bersama dalam upaya mencukupi kebutuhan dan menghadapi permasalah secara bersama.

Gotong royong dilakukan bersama-besama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan secara adil.

Baca juga: Semangat Kekeluargaan dan Gotong Royong Dalam Berbagai Kehidupan

Sikap gotong royong memiliki nilai-nilai luhur, di antaranya:

  1. Adanya sikap kerja sama yang tinggi
  2. Menjunjung tinggi sikap kekeluargaan
  3. Sikap hormat menghormati teman kerja
  4. Mengutamakan kerja keras
  5. Mengutamakan kepentingan bersama

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, gotong royong merupakan salah satu dari lima nilaikarakter utama disamping religius, nasionalis, mandiri, dan integritas.

Semangat kekeluargaan dan gotong royong menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya dilingkungan rumah, melainkan juga dilakukan di sekolah.

Gotong royong di sekolah wajib dilakukan agar pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan bisa dinikmati oleh semua warga sekolah.

Baca juga: Contoh Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Beberapa contoh kegiatan gotong royong di sekolah, di antaranya:

  1. Membersihkan ruang kelas bersama
  2. Membersihkan taman sekolah
  3. Membersihakn tempat ibadah di sekolah
  4. Membersihkan toilet bersama
  5. Mengumpulkan sampah dan membuangnya di tempat sampah
  6. Merapikan kursi dan meja di dalam kelas
  7. membagi jadwal piket secara adil
  8. Menentukan ketua kelas
  9. Memperindah lingkungan sekolah
  10. Membersihkan dan merapikan perpustakaan sekolah
  11. Mengerjakan mading sekolah
  12. Belajar kelompok bersama teman-teman
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

Ilustrasi gotong royong. (Photo by Robinson Greig on Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Gotong royong merupakan satu di antara ciri khas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang dalam Pancasila yaitu sila ketiga 'Persatuan Indonesia'.

Gotong royong sudah mendarah daging, bahkan menjadi kepribadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, hampir seluruh daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong.

Gotong royong berasal dari kata 'gotong' yang berarti bekerja, dan 'royong' yang berarti bersama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gotong royong mempunyai arti bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu) di antara anggota-anggota suatu komunitas.

Menurut ahli bernama Sakjoyo dan Pujiwati Sakjoyo gotong royong merupakan adat istiadat tolong-menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktivitas kerja sama yang lain.

Sampai saat ini, gotong royong masih melekat dalam masyarakat. Perilaku gotong royong bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi sekaligus untuk mempererat hubungan masyarakat.

Untuk lebih memahami apa itu gotong royong, bisa membaca pengertian, manfaat dan tujuan, jenis, nilai-nilai yang terkandung, karakteristik, serta contohnya.

Berikut ini penjelasan pengertian gotong royong, manfaat dan tujuan, jenis, nilai-nilai yang terkandung, karakteristik, serta contohnya, seperti dilansir dari laman Dosenpintar dan Pelajaran, Kamis (18/3/2021).

1. Manfaat dan Tujuan Gotong Royong

Manfaat dan tujuan dilakukan gotong royong dalam masyarakat, yaitu:

  • Menumbuhkan rasa dan sikap saling tolong-menolong, sukarela, saling membantu, dan memiliki sifat kekeluargaan.
  • Membina hubungan sosial yang baik dengan masyarakat di sekitar.
  • Menciptakan rasa kebersamaan dan menumbuhkan kasih sayang.
  • Mempererat tali silaturahmi (persaudaraan).
  • Meringankan pekerjaan dan menghemat waktu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
  • Meningkatkan produktivitas kerja.
  • Terciptanya rasa persatuan dan kesatuan dalam lingkungan sekitar.

2. Jenis Gotong Royong

Kerja Bakti

Kerja bakti merupakan kegiatan bersama dalam suatu lingkungan sosial masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan suatu wujud untuk dapat meningkatkan rasa saling tolong menolong dan saling peduli.

Tanggap Bencana

Tanggap bencana merupakan sebuah respons dari masyarakat untuk saling bekerja sama dalam keadaan menghadapi suatu musibah. Kegiataan tanggap bencana ini dimulai dari rasa peduli masyarakat sekitar untuk membantu sesama yang sedang berada dalam masa sulit.

Musyawarah

Musyawarah merupakan sebuah media untuk mencapai mufakat dan berkumpul yang bertujuan untuk memecahkan masalah serta mengambil semua kuputusan secara bersama-sama.

Dengan musyawarah juga bisa saling bertukar pikiran dan pendapat dengan tujuan mencapai mufakat yang diharapkan serta saling menguntungkan semua pihak.

Panen Raya

Panen raya ini merupakan kondisi musim panen dengan skala besar dari semua jenis pertanian. Musim panen ini biasanya terjadi dalam jangka waktu satu tahun dua kali atau tergantung dari jenis tanamannya.

Belajar Bersama

Belajar bersama juga termasuk jenis gotong royong, di mana para pelajar dan mahasiswa berusaha memecahkan suatu materi yang sulit secara bersama-sama hingga selesai dan bisa mengaplikasikan ilmu sebaik mungkin.

Ilustrasi gotong royong. (Photo by Randy Fath on Unsplash)

3. Nilai-Nilai Gotong Royong

Ada banyak nilai-nilai gotong royong, di antaranya:

  • Persatuan
  • Kesatuan
  • Sosialisasi
  • Sukarela
  • Tolong menolong
  • Kekeluargaan

4. Karakteristik Gotong Royong

  • Bangsa Indonesia memiliki sifat dasar yang menjadi unggulan bangsa serta tidak dimiliki bangsa lain.
  • Terciptanya rasa kebersamaan dalam setiap pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Memiliki nilai yang luhur secara turun temurun dalam kehidupan.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan karena di dalam kegiatan bergotong-royong, semua pekerjaan yang akan dilakukan secara bersama tidak memandang kedudukan tingkat derajat seseorang.
  • Memiliki makna saling membantu guna mencapai kebahagiaan serta kerukunan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
  • Kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama yang memiliki sifat sukarela tidak mengharapkan memperoleh imbalan apa pun.

5. Contoh Gotong Royong

Gotong royong dapat dilakukan di mana saja. Berikut ini beberapa contoh gotong royong yang dapat dilakukan, yaitu:

Dalam Lingkungan Sekolah

  • Membersihkan kelas bersama-sama.
  • Mengerjakan kegiatan kerja bakti seperti membersihkan halaman sekolah bersama-sama.
  • Mengerjakan tugas kelompok bersama-sama secara adil.

Dalam Lingkungan Masyarakat

  • Gotong royong dalam membangun masjid.
  • Gotong royong mengerjakan kegiatan pertanian, seperti bertanam dan memanen hasil pertanian.
  • Gotong royong saat memperbaiki rumah.
  • Kerja bakti membersihkan lingkungan di desa.
  • Gotong royong membangun jembatan penghubung antardesa.

Sumber: Dosenpintar, Pelajaran