Solusi dari masalah yang terjadi dari urban sprawl

(Baliekbis.com), Guru Besar Fakultas Geografi UGM, Prof. Dr. Sri Gum Giyarsih, S.Si., M.Si., menyebutkan pemerintah harus konsisten dalam melaksanan aturan pentaan ruang untuk menekan dampak negatif dari urban sprawl.

“Gejala urbal sprawl yang terjadi di wilayah pinggiran kota telah menyebabkan konversi lahan pertanian ke non-pertanian secara massif,” jelasnya saat menyampaikan pidato pengukuhan guru besar di Balai Senat UGM Kamis (2/7).

Maraknya konversi lahan pertanian ke non-pertanian di pinggiran kota menimbulkan dampak pak negatif salah satunya bagi sistem ketahanan pangan. Konversi dalam jumlah besar menyebabkan penyusutan luas lahan pertanian. Kondisi tersebut berakibat pada berukrangnya produksi pertanian.

Giyarsih mengatakan jika tidak ada upaya untuk mengerem konversi lahan pertanian di wilayah pinggiran kota, maka dikhawatirkan lahan pertanian yang masih tersisa akan habis. Salah satu strategi yang bisa diimplementasikan adalah dengan melaksanakan peraturan penataan ruang secara konsisten.

Perubahan yang terjadi pada wilayah pinggiran kota yang berkarakter desa menjadi lebih berkarakter kota ini juga menimbulkan dampak negatif lain seperti gangguan keamanan, konflik sosial, serta gangguan terhadap lingkungan seperti pencemaran.

Giyarsih mengatakan proses migrasi masuk yang marak terjadi di wilayah pinggiran kota akan menyebabkan fasilitas layanan sosial ekonomi untuk melayani kebutuhan masyarakat menjadi tidak mencukupi.

“Solusinya dengan penambahan fasilitas, tapi kendala ada dalam perolehan lahan yang harganya membumbung tinggi sebagai dampak gejala urban sprawl di pinggiran kota,” tutur Ketua Prodi S2 dan S3 Kependudukan Sekolah Pascasarjana UGM ini.

Langkah lain dalam pengelolaan wilayah pinggiran kota yang mengalami gejala urban sprawl dikatakan Giyarsih melalui sinergi spasial dalam perencanaan, pelkasanaan, dan pemantauan pembangunan. Berikutnya, pembinaan untuk meningkatkan kapasitas penduduk baik penduduk asli maupun pendatang. “Integrasi kehidupan kampus dan kampung juga perlu dilakukan,” terangnya.(ika)

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Dalam merencanakan sebuah kota, diperlukan sebuah kebijakan yang dapat menertibkan dan mengelola kota tersebut menjadi optimal dalam menjalankan perannya. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan dilaksanakannya tata kelola kota. Tujuan dari pengendalian ini sendiri adalah agar visi misi yang dibuat dan direncanakan dan dapat terealisasikan sesuai dengan yang diinginkan, dan dapat mencapai kemajuan perkotaan itu sendiri sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tata kelola kota, yang didasarkan pada inovasi dalam rencana yang terstruktur dan berdampak baik pada pembangunan, dalam hal ini terdapat 6 aspek utama tata kelola kota yang saling mempengaruhi dan berhubungan satu sama lain yaitu: planning process, city competitiveness, land and urban form management, infrastructure and services management, institutional management, dan urban space and hinterland management.

1. Planning Process

Dalam proses perencanaan dibutuhkan formulasi yang baik untuk diimplementasikan. Formulasi ini harus terinci dan diperlukannya partisipasi masyarakat. Proses setelah pengimplimentasiannya adalah kontrol dan pelaporan yang tetap membutuhkan partisipasi masyarakat serta penegak hukum.

2. City Competitiveness

Kota harus mempunyai daya saing yang kuat dari berbagai aspek, yang dapat dikembangkan dengan cara membekali dan memfasilitasi masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang baik.

3. Land and Urban Form Management

Memuat key actors, compact city, dan creativity&innovation. Dalam membangun kota, pemegang kekuasaan tertinggi suatu kota harus memiliki keinginan yang tingg. Lalu dapat menjadi compact city dari keinginan tersebut, dan dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam memperbanyak dampak positif berkembangnya kota tersebut.

4. Infrastructure and Services Management

Infrastruktur dan pelayanan publik sangat penting dalam berkembangnya sebuah kota dan dapat menentukan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam merencanakan, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik disarankan untuk dilakukan dengan merata ke seluruh wilayah.

5. Institutional Management


Page 2

Dalam merencanakan sebuah kota, diperlukan sebuah kebijakan yang dapat menertibkan dan mengelola kota tersebut menjadi optimal dalam menjalankan perannya. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan dilaksanakannya tata kelola kota. Tujuan dari pengendalian ini sendiri adalah agar visi misi yang dibuat dan direncanakan dan dapat terealisasikan sesuai dengan yang diinginkan, dan dapat mencapai kemajuan perkotaan itu sendiri sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tata kelola kota, yang didasarkan pada inovasi dalam rencana yang terstruktur dan berdampak baik pada pembangunan, dalam hal ini terdapat 6 aspek utama tata kelola kota yang saling mempengaruhi dan berhubungan satu sama lain yaitu: planning process, city competitiveness, land and urban form management, infrastructure and services management, institutional management, dan urban space and hinterland management.

1. Planning Process

Dalam proses perencanaan dibutuhkan formulasi yang baik untuk diimplementasikan. Formulasi ini harus terinci dan diperlukannya partisipasi masyarakat. Proses setelah pengimplimentasiannya adalah kontrol dan pelaporan yang tetap membutuhkan partisipasi masyarakat serta penegak hukum.

2. City Competitiveness

Kota harus mempunyai daya saing yang kuat dari berbagai aspek, yang dapat dikembangkan dengan cara membekali dan memfasilitasi masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang baik.

3. Land and Urban Form Management

Memuat key actors, compact city, dan creativity&innovation. Dalam membangun kota, pemegang kekuasaan tertinggi suatu kota harus memiliki keinginan yang tingg. Lalu dapat menjadi compact city dari keinginan tersebut, dan dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam memperbanyak dampak positif berkembangnya kota tersebut.

4. Infrastructure and Services Management

Infrastruktur dan pelayanan publik sangat penting dalam berkembangnya sebuah kota dan dapat menentukan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam merencanakan, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik disarankan untuk dilakukan dengan merata ke seluruh wilayah.

5. Institutional Management


Lihat Humaniora Selengkapnya


Page 3

Dalam merencanakan sebuah kota, diperlukan sebuah kebijakan yang dapat menertibkan dan mengelola kota tersebut menjadi optimal dalam menjalankan perannya. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan dilaksanakannya tata kelola kota. Tujuan dari pengendalian ini sendiri adalah agar visi misi yang dibuat dan direncanakan dan dapat terealisasikan sesuai dengan yang diinginkan, dan dapat mencapai kemajuan perkotaan itu sendiri sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tata kelola kota, yang didasarkan pada inovasi dalam rencana yang terstruktur dan berdampak baik pada pembangunan, dalam hal ini terdapat 6 aspek utama tata kelola kota yang saling mempengaruhi dan berhubungan satu sama lain yaitu: planning process, city competitiveness, land and urban form management, infrastructure and services management, institutional management, dan urban space and hinterland management.

1. Planning Process

Dalam proses perencanaan dibutuhkan formulasi yang baik untuk diimplementasikan. Formulasi ini harus terinci dan diperlukannya partisipasi masyarakat. Proses setelah pengimplimentasiannya adalah kontrol dan pelaporan yang tetap membutuhkan partisipasi masyarakat serta penegak hukum.

2. City Competitiveness

Kota harus mempunyai daya saing yang kuat dari berbagai aspek, yang dapat dikembangkan dengan cara membekali dan memfasilitasi masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang baik.

3. Land and Urban Form Management

Memuat key actors, compact city, dan creativity&innovation. Dalam membangun kota, pemegang kekuasaan tertinggi suatu kota harus memiliki keinginan yang tingg. Lalu dapat menjadi compact city dari keinginan tersebut, dan dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam memperbanyak dampak positif berkembangnya kota tersebut.

4. Infrastructure and Services Management

Infrastruktur dan pelayanan publik sangat penting dalam berkembangnya sebuah kota dan dapat menentukan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam merencanakan, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik disarankan untuk dilakukan dengan merata ke seluruh wilayah.

5. Institutional Management


Lihat Humaniora Selengkapnya


Page 4

Dalam merencanakan sebuah kota, diperlukan sebuah kebijakan yang dapat menertibkan dan mengelola kota tersebut menjadi optimal dalam menjalankan perannya. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan dilaksanakannya tata kelola kota. Tujuan dari pengendalian ini sendiri adalah agar visi misi yang dibuat dan direncanakan dan dapat terealisasikan sesuai dengan yang diinginkan, dan dapat mencapai kemajuan perkotaan itu sendiri sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tata kelola kota, yang didasarkan pada inovasi dalam rencana yang terstruktur dan berdampak baik pada pembangunan, dalam hal ini terdapat 6 aspek utama tata kelola kota yang saling mempengaruhi dan berhubungan satu sama lain yaitu: planning process, city competitiveness, land and urban form management, infrastructure and services management, institutional management, dan urban space and hinterland management.

1. Planning Process

Dalam proses perencanaan dibutuhkan formulasi yang baik untuk diimplementasikan. Formulasi ini harus terinci dan diperlukannya partisipasi masyarakat. Proses setelah pengimplimentasiannya adalah kontrol dan pelaporan yang tetap membutuhkan partisipasi masyarakat serta penegak hukum.

2. City Competitiveness

Kota harus mempunyai daya saing yang kuat dari berbagai aspek, yang dapat dikembangkan dengan cara membekali dan memfasilitasi masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang baik.

3. Land and Urban Form Management

Memuat key actors, compact city, dan creativity&innovation. Dalam membangun kota, pemegang kekuasaan tertinggi suatu kota harus memiliki keinginan yang tingg. Lalu dapat menjadi compact city dari keinginan tersebut, dan dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam memperbanyak dampak positif berkembangnya kota tersebut.

4. Infrastructure and Services Management

Infrastruktur dan pelayanan publik sangat penting dalam berkembangnya sebuah kota dan dapat menentukan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam merencanakan, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik disarankan untuk dilakukan dengan merata ke seluruh wilayah.

5. Institutional Management


Lihat Humaniora Selengkapnya