Tata cara sholat maghrib dan isya di waktu isya

Ilustrasi sholat jamak takhir

BANGKAPOS.COM - Sebagian Anda mungkin bertanya niat sholat jamak takhir Maghrib dan Isya di waktu Isya?

Kalau sekilas melihat pertanyaan itu, maka ini bisa juga disederhanakan menjadi bagaimana niat sholat jamak takhir Maghrib dan Isya.

Tanpa harus ada penekanan di waktu Isya.

Sebab, secara prinsip sholat jamak takhir memang dilaksanakan pada waktu sholat kedua yang dijamak.

Dalam kasus ini, pasti dilaksanakan pada waktu Isya.

Nah, berikut penjelasan terkait ini lengkap dengan tata caranya.

Sholat Maghrib dan Isya adalah dua dari 4 sholat fardhu yang bisa dijamak.

Adapun maksud sholat jamak adalah mengumpulkan dua shalat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu dan dikerjakan secara berturut-turut.

Nah, sholat Isya bisa dijamak berpasangan dengan sholat Maghrib 

Pasangan kedua sholat lainnya adalah sholat Dzuhur dan Ashar.

Halaman selanjutnya arrow_forward

Sumber: bangkapos.com

Ilustrasi. Berikut ini dipaparkan penjelasan tentang tata cara dan niat untuk sholat jamak takhir Maghrib dan Isya. /pexels /alena darmel.

PR DEPOK - Simak berikut tata cara dan niat untuk sholat jamak takhir Maghrib dan Isya.

Tentunya tata cara dan niat sholat jamak takhir ini wajib diketahui bagi umat muslim apalagi bagi yang sering bepergian.

Karena sholat jamak takhir ini biasanya digunakan bagi para musafir, di mana Allah memberikan keringanan dalam pelaksanaan sholat 5 waktu jika dalam keadaan tertentu.

Baca Juga: Berikut Info Terbaru Seputar BSU 2022 dan Cek BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Secara Online Lewat kemnaker.go.id

Sholat jamak juga merupakan salah satu kemudahan atau keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah Swt kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Adapun sholat fardlu yang boleh dijamak yaitu, sholat Zhuhur dijamak dengan ‘Ashar dan sholat Maghrib dijamak dengan ‘Isya.

Sementara shalat Shubuh tidak boleh dijamak dengan shalat lainnya dan tetap dilaksanakan pada waktunya sendiri, walaupun dalam kendaraan.

Baca Juga: Cek Daftar Penerima Bansos PKH Cair Mei 2022, Ada BLT Siswa Sekolah Rp4,4 juta di cekbansos.kemensos.go.id

Menjamak sholat hukumnya mubah, artinya diperbolehkan menjamak bagi orang-orang yang memenuhi syarat.

Cara mengqodho sholat magrib di waktu isya (Foto: Garakta Studio)

Rilo Pambudi Selasa, 30 Agustus 2022 - 14:21:00 WIB

JAKARTA, iNews.id - Cara mengqodho sholat magrib di waktu isya perlu diketahui oleh setiap Muslim. Mengqodho sholat artinya adalah mengerjakan sholat wajib di luar waktu sebenarnya.

Hal itu dimaksudkan untuk menggantikan sholat yang terlewat di waktu sebelumnya. Seperti diketahui, sholat fardhu 5 waktu hukumnya wajib bagi seorang mukmin dan mutlak tidak boleh ditinggalkan.

Dalam keadaan tertentu, seseorang tidak sengaja meninggalkan sholat karena berbagai hal seperti lupa, ketiduran, pingsan, dan yang lainnya. Oleh karena itu, para ulama bersepakat bahwa wajib hukumnya untuk mengqodho shalat yang terlewat tersebut. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

"Barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat," (HR. Al Bazzar).


Dari segi waktu, mengqodho sholat harus dilakukan segera saat teringat dari lupa atau tersadar dari hilang akalnya atau pingsan. Mengqodho sholat tidak boleh ditunda-tunda dan harus dikerjakan sesegera mungkin. Lantas, bagaimana caranya mengqodho sholat magrib di waktu isya? Berikut ini adalah ulasannya yang dilansir iNews.id, Senin (29/8/2022).

Cara Mengqodho Sholat Magrib di Waktu Isya


Sebagaimana telah dijelaskan, mengqodho sholat harus sesegera mungkin dilakukan ketika teringat. Tak terkecuali saat mengqodho sholat magrib ketika sudah memasuki waktu sholat isya.

Sebelum mengetahui caranya, berikut ini adalah niat yang bisa dibaca ketika mengqodho sholat magrib di waktu isya.


Latin: "Ushalli fardhal Maghribi tsalaatsa roka'aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lillaahi ta’aalaa."

“Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga rakaat dengan menghadap kiblat, serta qodho karena Allah Ta'ala.”

Mengqodho sholat pada dasarnya dikerjakan dengan cara yang sama dengan sholat yang ditinggalkan. setelah membaca niat sholat qodho maghrib di waktu isya, langkah yang dilakukan dalam mengerjakan jenis sholat fardhu yang ditinggalkan. 

Setelah membaca niat, maka yang selanjutnya yang dilakukan adalah menunaikan sholat maghrib 3 rakaat seperti biasa. Kemudian, baru dilanjutkan dengan sholat isya 4 rakaat. Perlu diingat, cara mengqodho sholat wajib hukumnya dilakukan sesuai urutan, mulai dari qodho sholat dzuhur, ashar, maghrib, dan terakhir isya.


Itulah cara mengqodho sholat magrib di waktu isya beserta niatnya. Hal yang senantiasa perlu diingat adalah bahwa meninggalkan shalat fardhu adalah dosa besar. Untuk berbagai alasan yang membuat sholat terlewat, Islam telah memberikan berbagai solusi salah satunya adalah dengan mengqodho sholat.


Editor : Komaruddin Bagja

TAG : Cara mengqodho sholat Cara mengqodho

TATA cara sholat jamak takhir Maghrib dan Isya sangat penting diketahui kaum Muslimin. Siketahui sholat adalah tiang agama bagi umat Islam. Maka itu, setiap Muslim wajib mengerjakan sholat lima waktu.

Namun terkadang ada beberapa kondisi susah untuk melakukan sholat wajib sampai waktunya habis. Dengan adanya beberapa kondisi tersebut, Allah Subhanahu wa ta'ala telah memberikan keringanan kepada seluruh kaum Muslim. Keringanan tersebut berupa sholat jamak.

Lantas, apa itu sholat jamak dan bagaimana tata cara serta syaratnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Dikutip dari nu.or.id, sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat wajib/fardhu yang dilaksanakan pada satu waktu sholat. Sholat jamak sendiri dibagi menjadi dua, yakni sholat jamak taqdim dan sholat jamak takhir.

Tidak semua sholat bisa di jamak. Sholat yang bisa dijamak adalah Sholat Dhuhur dengan Ashar dan Sholat Maghrib dengan Isya.

Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Guna mengerjakan sholat jamak takhir Maghrib dan Isya, wajib melakukan sholat tersebut pada waktu Isya dan diawali dengan Sholat Isya terlebih dahulu baru Sholat Maghrib.

• Berdiri menghadap kiblat lalu berniat sholat jamak takhir Maghrib dan Isya. Cukup diungkapkan di dalam hati.

• Takbiratul ihram.

• Lalu Sholat Isya 4 rakaat seperti biasa.

• Salam.

• Berdiri lagi kemudian membaca niat Sholat Maghrib dan takbiratul ihram.

• Setelah itu lanjutkan dengan Sholat Maghrib seperti biasa.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syarat Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Sholat jamak takhir bisa dilaksanakan jika seseorang merasa kesulitan ketika akan melakukannya. Contohnya dalam perjalanan jauh dan sulit menemukan tempat untuk sholat, sedang perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum dan tidak bisa seenaknya berhenti untuk sholat, seorang ibu yang tidak bisa meninggalkan anaknya untuk sholat sebentar, dan lain-lain.

Sedangkan syaratnya adalah:

• Niat yang benar dan sesuai waktu pelaksanaannya.

• Bersegara.

• Di antara dua sholat tidak boleh ada pemisah. Misalnya, setelah selesai sholat isya lalu salam, anda harus segera melanjutkan ke sholat maghrib.

Demikian informasi mengenai tata cara sholat jamak takhir Maghrib dan Isya. Semoga bisa dipahami dengan jelas. Wallahu a'lam bisshawab.

Brilio.net - Dalam ajaran Islam, menunaikan ibadah sholat merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim. Seperti yang diketahui, sholat merupakan salah satu rukun Islam dan juga sebagai tiang agama. Di mana pun dan dalam kondisi apa pun, sholat harus tetap dijalankan dengan tata cara dan syariat tertentu.

BACA JUGA :
Tata cara sholat jamak qashar serta niat dan waktunya

Tak hanya itu, misalkan kita dalam perjalanan jauh, Allah SWT memberikan kemudahan atau keringanan untuk menggabungkan (jamak) dan meringkas (qashar) ibadah sholat wajib. Sehingga, tidak ada alasan untuk seorang muslim meninggalkan ibadah sholat, kecuali wanita yang sedang haid.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 286 sebagai berikut:

BACA JUGA :
Tata cara sholat qobliyah dan ba'diyah isya beserta keutamaannya

foto: merdeka.com

Artinya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Keringan yang diberikan Allah SWT tersebut dinamakan rukhshah, yang merupakan bentuk kemudahan karena kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.

Namun, kemudahan ini didapat saat kita sedang dalam kondisi tertentu. Seperti dirangkum Muhammad Bagir dalam Fiqih Praktis (2016: 2013-2015), beliau menjelaskan beberapa kondisi yang memperbolehkan sholat dijamak, yaitu ketika dalam perjalanan jauh, ketika turun hujan lebat, sakit, hingga keperluan-keperluan mendesak lainnya.

Selain itu, salah satu dalil yang menjadi landasan dalam melaksanakan dan cara menjamak sholat jamak ditemukan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Al-Turmudzi dari sahabat Mu’adz. Mengutip dari publikasi oleh uinsuska.ac.id, dalil tersebut berbunyi:

"Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Zhuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Zhuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib." (HR. Abu Daud).

Secara umum, menjamak sholat berarti menggabungkan pengerjaan dua sholat dalam satu waktu. Namun, perlu diketahui tidak semua sholat fardhu dapat dijamak. Sholat yang diperbolehkan untuk dijamak yaitu sholat dzuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya. Sedangkan, untuk sholat subuh tidak diperbolehkan dijamak dengan sholat lainnya.

Jamak sholat terdiri dari 2 macam, yaitu jamak taqdim dan jamak takhir.

Jamak taqdim artinya menggabungkan dua sholat wajib ke dalam satu waktu dengan memajukan sholat dalam sholat yang telah masuk waktunya atau didahulukan di waktu awal. Seperti misalnya sholat dzuhur dan ashar, dikerjakan saat waktu dzuhur dan sholat maghrib dan isya, dikerjakan saat waktu maghrib.

Sedangkan, jamak takhir artinya menggabungkan dua sholat dalam satu waktu dengan cara mengundurkan sholat yang telah masuk waktu dalam waktu sholat yang berikutnya. Misalnya, sholat dzuhur dan ashar, dikerjakan saat waktu ashar dan sholat maghrib dan isya, dikerjakan saat waktu isya.

Kali ini, brilio.net telah merangkum mengenai tata cara sholat jamak takhir pada sholat maghrib dan isya dilansir dari liputan6.com pada Rabu (22/4).

Begini niat dan tata cara jamak takhir sholat maghrib dan sholat isya:

1. Niat sholat jamak takdim maghrib dan isya (dilakukan saat waktu maghrib).

"Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa."

Artinya:

"Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takdim, fardu karena Allah Ta’aala."

2. Takbiratul ihram.

3. Sholat maghrib tiga rakaat seperti biasa.

4. Salam.

5. Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya dengan bacaan niat. Perlu diperhatikan bahwa setelah salam pada sholat yang pertama harus langsung berdiri, tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain. Berikut niat sholat isya jamak takhir:

"Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa."

Artinya:

"Aku berniat sholat isyak empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ takdim, fardhu karena Allah Ta’aala."

6. Takbiratul Ihram.

7. Sholat isya empat rakaat seperti biasa.

8. Salam.