Titik didih larutan glukosa 0 1 m adalah pada titik

Hi there! kali ini kita mau kasih kamu pembahasan sifat koligatif larutan yang super lengkap. Ada rangkuman materinya, bagian-bagian materi yang wajib kamu kuasai di bab ini. Trus kita tambahkan video pembelajarannya, gratis! Untuk penguasan yang lebih mendalam kita kasih 100+ contoh soal & jawaban berikut pembahasannya lengkap! Ok, silahkan kamu pilih bagian mana yang kamu mau tuju terlebih dahulu di daftar isi yah. Kamu juga bisa tanyakan soal yang sulit di komentar yah fren!

Dibagian ini ada ringkasan materi dan rumus-rumus sifat koligatif yang musti kamu kuasai yah! Selamat menjelajah.

Konsentrasi

Banyaknya zat terlarut dalam sejumlah zat pelarut/larutan.

Fraksi mol [X]

Dimana:

Fraksi mol menyatakan perbandingan jumlah mol komponen suatu zat terhadap total mol semua komponen yang terdapat dalam larutan Jika larutan hanya terdiri dari dua komponen, zat A dan zat B, berlaku:

Molalitas [m]

Banyaknya zat terlarut di dalam satu kilogram [1000 gram] pelarut.
P = berat pelarut Gr = massa zat terlarut [gr]

Mr = massa molekul relatif zat terlarut

Trik Supercepat Jika diketahui di soal persentase [%] zat terlarut, maka kamu bisa pakai rumus ini:

Dimana: % = persentase zat terlarut

Mr = Massa molekul zat terlarut

Molaritas [M]

Banyaknya zat terlarut di dalam satu liter larutan.
Gr = massa zat terlarut [gr] Mr = massa molekul relatif terlarut

V = volume larutan

Trik Supercepat Jika diketahui di soal kadar [%] zat terlarut, massa jenis larutan [ρ] dan Mr zat terlarut maka kamu bisa pakai rumus ini:

Dimana: % = kadar zat terlarut Mr = Massa molekul zat terlarut

ρ = massa jenis larutan

Sifat Koligatif Larutan

Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasi/jumlah partikel zat terlarut.

  • Tekanan yang ditimbulkan oleh uap yang terbentuk dari zat cair yang berubah membentuk fasa gas.
  • Penambahan zat terlarut non volatile [sukar menguap] dapat menyebabkan penurunan tekanan uap. Karena partikel pelarut akan terhalang ketika akan menguap.
  • Jika tekanan uap pelarut [Po] dan tekanan uap larutan [PL]. Maka berlaku :
  • Besar penurunannya [∆P] adalah :
  • Hubungan penurunan tekanan uap [∆P] dengan fraksi mol [X]
    Francois M. Raoult menjelaskan hubungan PL dengan X melalui hukum Raoult dalam persamaan : Xp = fraksi mol pelarut Karena Xp + Xt = 1, maka diperoleh rumusan:
    Xt = fraksi mol terlarut
  • Trik Super Cepat Menentukan Mr dari sifat koligatif penurunan tekanan uap Keterangan : Gr = massa terlarut

    Po = tekanan uap pelarut

    Pl = tekanan uap larutan

    np = mol pelarut

  • Akibat tekanan uap larutan mengalami penurunan dari tekanan uap pelarut, maka titik didih larutan akan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut.
  • Dengan penambahan zat terlarut. Titik didih larutan akan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut. Hal ini dapat dijelaskan dengan diagram fasa:

    Sumber gambar : nafiun.com
  • Jika titik didih pelarut [Tbo] dan titik didih larutan [TbL]. Maka berlaku :
    Besar kenaikan titik didih [∆Tb] adalah : Tbo air = 100oC

    Tb L > 100oC

  • Hubungan kenaikan titik didih dengan konsentrasi [molalitas]:

    Kb = Tetapan Kenaikan titik didih molal [air = 0,52oC/m]
  • Dengan penambahan zat terlarut. Titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan titik beku pelarut. Hal ini dapat dijelaskan dengan diagram fasa.
  • Jika titik beku pelarut [Tfo] dan titik beku larutan [TfL]. Maka berlaku :
    Besar penurunan titik beku [∆Tf] adalah : Tfo air = 0oC

    Tf L < 0oC

  • Hubungan penurunan titik beku dengan konsentrasi [molalitas]:

    Kf = Tetapan Penurunan titik beku molal [air = 1,86oC/m]

  • Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi.
  • Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat disebut tekanan osmotik larutan.
  • Rumusan tekanan osmosis:
    Keterangan: π = Tekanan Osmosik M = Molaritas

    R = Tetapan Gas Umum [0,082 L atm/k mol]

Perbedaan jumlah partikel larutan elektrolit dan larutan non elektrolit menyebabkan nilai sifat koligatif menjadi berbeda. Rumusan sifat koligatif untuk larutan elektrolit harus dikalikan faktor Van Hoff [i]
Ket: n = jumlah ion , α= derajat ionisasi

Rumusan Sifat Koligatif Larutan Elektrolit:


[Rumus penurunan tekanan uap untuk zat elektrolit diambil dari Textbook McMurry Chemistry, 4th. Halaman 446]

4 Part Video Pembelajaran Sifat Koligatif Larutan Kelas XII

Videonya ada 4 part ya. Kalau terlalu kecil tekan opsi full screen di pojok kanan video. Silahkan menyimak!

Belajar Kimia : Materi dan Contoh Soal Sifat Koligatif Part 1

Belajar Kimia : Materi dan Contoh Soal Sifat Koligatif Part 2

Belajar Kimia : Materi dan Contoh Soal Sifat Koligatif Part 3

Belajar Kimia : Materi dan Contoh Soal Sifat Koligatif Part 4

100+ Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan Jawaban & Pembahasannya Kelas 12

Soal No.1
Contoh soal pengertian sifat koligatif Apa yang dimaksud dengan sifat koligatif larutan?

PEMBAHASAN :


Sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasi/jumlah partikel zat terlarut.

Soal No.2
Contoh soal jenis sifat koligatif Apakah larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang sama dengan larutan non elektrolit? Jelaskan.

PEMBAHASAN :


Sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit berbeda karena memiliki jumlah partikel terlarut yang berbeda dengan konsentrasi yang sama

Soal No.3
Contoh soal molalitas Tentukanlah kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 10 gram urea dalam 100 gram air [Mr urea = 60]

PEMBAHASAN :



Soal No.4
Contoh soal molalitas Hitunglah kemolalan larutan cuka yang mengandung 24% massa CH3COOH [Ar H = 1 ; C = 12; O = 16]

PEMBAHASAN :



Soal No.5
Contoh soal molalitas Hitunglah kadar [% massa] glukosa dalam larutan glukosa 1 molal [Mr glukosa = 180]

PEMBAHASAN :



180[100 − %] = 1000% 18000 − 180% = = 1000% 18000 = 1180%

Soal No.6
Contoh soal fraksi mol Berapakah fraksi mol urea dalam suatu larutan yang mengandung 12 gram urea [CO[NH2]2] dalam 90 gram air? [Ar H = 1; C = 12; N = 14; O = 16]

PEMBAHASAN :





Soal No.7
Contoh soal fraksi mol Tentukan fraksi mol urea [Mr = 60] dalam larutan urea 10%

PEMBAHASAN :

misal 100% = 100 gram, maka massa 10 % urea = 10 gram urea, sedangkan massa air = 100 − 10 = 90 gram


Soal No.8
Contoh soal fraksi mol Tentukan kadar larutan glukosa, jika diketahui fraksi mol glukosa sebesar 0,2

PEMBAHASAN :


n glukosa = 1 mol Gr glukosa = n x Mr glukosa = 1 mol x 180 = 180 gr n air = 5-1 = 4 mol Gr air = n x Mr air = 4 x 18 = 72 gr

Soal No.9
Contoh soal molalitas Tentukan kemolalan larutan yang mengandung 10 gram NaCl dalam 200 mL air [ massa jenis air = 1 g/mL]

PEMBAHASAN :

massa air = ρ x V = 1 g/ml x 200 ml = 200 gr

Soal No.10
Contoh soal molalitas Hitunglah kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 31 mL glikol [C2H6O2] dalam 90 mL air. Kedua jenis cairan itu mempunyai massa jenis 1 kg/L [Ar H = 1; C = 12; O = 16]

PEMBAHASAN : massa glikol = ρ x V = 1 g/ml x 31 ml = 31 gr massa air = ρ x V = 1 g/ml x 90 ml = 90 gr


Soal No.11
Contoh soal molalitas Larutan 6 gram urea dalam 200mL air dicampur dengan 12 gram urea dalam 300 mL air. Hitunglah kemolalan larutan-larutan itu sebelum dan sesudah dicampurkan [Mr urea = 60]

PEMBAHASAN :

sebelum dicampurkan

Setelah dicampurkan

Soal No.12
Contoh soal molalitas Tentukan kemolalan larutan glukosa 18 % [Mr glukosa =180]

PEMBAHASAN: :



Soal No.13
Contoh soal molalitas Tentukan kadar urea dalam larutan urea 1 molal [Mr urea = 60]

PEMBAHASAN :



6000-60% = 1000% 6000 = 1060%

Soal No.14
Contoh soal fraksi mol Tentukan fraksi mol NaNO3 dalam larutan yang mengandung 10 gram NaNO3 dalam 250 mL air [Ar Na = 23, Ar N = 14, Ar O = 16]

PEMBAHASAN : massa air = ρ x V = 1 g/ml x 250 ml = 250 gr




Soal No.15
Contoh soal fraksi mol Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan 2 molal

PEMBAHASAN :

2 molal bisa diartikan 2 mol urea dalam 1 kg air jadi n urea = 2mol

Soal No.16
Contoh soal fraksi mol Sebanyak 20 gram kristal NaOH dilarutkan dalam 100 mL air. Jika NaOH mengion sempurna, hitunglah fraksi mol total ion-ion [fraksi mol Na+ + fraksi mol OH−] dalam larutan [Ar H = 1;O = 16; Na = 23]

PEMBAHASAN :



nNaOH = nNa+ = nOH−=0,5 mol


Soal No.17
Contoh soal penurunan tekanan uap Apa yang dimaksud dengan: a. uap jenuh b. tekanan uap jenuh

PEMBAHASAN :

a. uap dengan jumlah yang banyak dimana pada keadaan jenuh penguapan bersamaan dengan pengembunan dengan laju yang sama

b. tekanan uap jenuh tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh suatu zat

Soal No.18
Contoh soal penurunan tekanan uap Pada suhu yang sama, manakah yang mempunyai tekanan uap lebih besar, air atau alkohol? Jelaskan jawaban anda.

PEMBAHASAN :


Alkohol akan lebih mudah menguap di bandingkan air jika pada suhu yang sama. Sehingga jumlah uap alkohol akan lebih banyak dan menyebabkan tekanan uap alkohol lebih besar

Soal No.19
Contoh soal penurunan tekanan uap
Tekanan uap air pada 29o adalah 30 mmHg, tentukan:

  1. tekanan uap larutan urea 20% [Mr urea = 60]
  2. tekanan uap larutan urea 1 molal

PEMBAHASAN :

  1. misalkan 100 % urea = 100 gram maka 20% urea = 20 gr urea massa air = 80 gr
    Pl=Po.xp
  2. 1 molal berarti 1 mol urea dalam 1 kg air
    Pl=Po.xp

Soal No.20
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih Hitunglah titik didih dan titik beku larutan glikol 20% berdasar massa. [Mr glikol = 62; Kb dan Kf berturut-turut adalah 0,52oC/m dan 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Menghitung molalitas terlebih dahulu


Menentukan titik beku glikol

ΔTf = Kf.m

ΔTf = 1,86. 4,03 ΔTf = 7,49 Tfo-Tfl= 7,49

Tfl = − 7,49oC Menentukan titik didih glikol

ΔTb = Kb.m

ΔTb = 0,52. 4,03 ΔTb = 2,09 Tbl-Tbo= 2,09

Tbl= 102,09oC

Soal No.21
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih Tentukan titik didih dan titik beku larutan 32 gram belerang, S8, dalam 400 gram asam asetat. Asam asetat murni mendidih pada 118,3 oC dan membeku pada 16,6 oC pada tekanan 1 atm [Kb CH3COOH = 3,1 oC/m; Kf CH3COOH = 3,6 oC/m; Ar S = 32]

PEMBAHASAN : menentukan molalitas


menentukan titik didih larutan

ΔTb = Kb.m

ΔTb = 3,1. 0,312 ΔTb = 0,967 oC Tbl-Tbo= 0,967

Tbl= 118,3 + 0,967 = 119,267oC menentukan titik beku larutan

ΔTf = Kf.m

ΔTf = 3,6. 0,312 ΔTf = 1,12 oC Tfo-Tfl = 1,12

Tfl= 16,6 − 1,12 = 15,48oC

Soal No.22
Contoh soal kenaikan titik didih
Di suatu daerah pegunungan, air mendidih rata-rata pada 96 oC. Tekanan uap air jenuh pada 96 oC adalah 657,6 mmHg

  1. Berapa tekanan udara rata-rata di daerah tersebut?
  2. Berapa gram urea harus dilarutkan dalam 1 kg air sehingga mendidih pada 100 oC [Kb air = 0,52 oC/m; Mr urea = 60]

PEMBAHASAN :

  1. Ketika mendidih tekanan uap air sama dengan tekanan udara. Karena tekanan uap air = 657,6 mmHg maka tekanan udaranya pun 657,6 mmHg
  2. ΔTb = Kb.m



Soal No.23
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih Suatu larutan mendidih pada 100,2 oC. Tentukan titik beku larutan itu. [Kb air = 0,52 oC/m; Kf air = 1,86 oC/m ]

PEMBAHASAN : Untuk menentukan titik beku larutan kita cari lewat perbandingan:

molalitas di coret karena sama

Tfl = -0,71 oC

Soal No.24
Contoh soal tekanan osmotik Tentukanlah tekanan osmotik larutan yang tiap liternya mengandung 0,6 gram urea pada suhu 25 oC [Mr urea = 60]

PEMBAHASAN : π = M.R.T


Soal No.25
Contoh soal tekanan osmotik Berapa gram glukosa [Mr= 180] diperlukan untuk membuat 500 mL larutan dengan tekanan osmotik 1 atm pada suhu 25oC

PEMBAHASAN : π = M.R.T



Soal No.26
Contoh soal tekanan osmotik Hitunglah tekanan osmotik larutan yang mengandung 17,1 gram sukrosa [Mr = 342] dalam 1 liter larutan pada 27oC

PEMBAHASAN : π = M.R.T


Soal No.27
Contoh soal tekanan osmotik [isotonis] Tekanan osmotik darah manusia pada 37oC adalah 7,7 atm. Berapa gram glukosa [Mr = 180] diperlukan untuk membuat 200 mL larutan yang isotonik dengan darah?

PEMBAHASAN : isotonik artinya memiliki tekanan osmotik sama

π1 = π2




Gr = 10,9 gr

Soal No.28
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih elektrolit Jika dianggap mengion sempurna [nilai i = nilai teoritis], tentukanlah titik didih dan titik beku larutan 11,7 gram NaCl dalam 1 liter air Kb air = 0,52 oC/m; Kf air = 1,86 oC/m

PEMBAHASAN : mencari molalitas terlebih dahulu


NaCl merupakan elektrolit kuat sehingga i = n = 2

ΔTb = Kb.m.i

ΔTb = 0,52.0,2.2 ΔTb = 0,208 Tbl-Tbo= 0,208

Tbl= 100 + 0,208 = 100,208oC menentukan titik beku larutan

ΔTf = Kf.m.i

ΔTf = 1,86. 0,2.2 ΔTf = 0,744 oC Tfo-Tfl = 0,744

Tfl= 0 − 0,744 = -0,744oC

Soal No.29
Contoh soal kenaikan titik didih elektrolit Sebanyak 1,8 gram suatu basa bervalensi 2 M[OH]2, dilarutkan dalam 100 mL air. Larutan ini mendidih pada 100,2 oC. Jika basa itu mengion 80% hitunglah massa atom relatif logam pembentuk basa tersebut. [Kb air = 0,52 oC/m, Ar H = 1; O = 16]

PEMBAHASAN :


ΔTb = Kb.m.i 100,2-100 = 0,52.m.[1 + [n-1]α] 0,2 = 0,52.m[1+[3-1]0,8]




Mr = Ar M x 1 + Ar O x 2 + Ar H x 2 122,5 = Ar M + 32 + 2 Ar M = 122,5 − 34

Ar M = 88.5

Soal No.30
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Ke dalam 1 liter air dilarutkan 60 gram urea [Mr = 60]; 11,7 gram NaCl [Mr = 58,5] dan 11,1 gram CaCl2 [Mr = 111].Tentukan titik beku larutan itu Kf air = 1,86 oC/m

PEMBAHASAN : Mencari molalitas urea


Mencari molalitas NaCl
Mencari molalitas CaCl2
ΔTf = Kf.mtotal ΔTf = 1,86. [1 + 0,2 . 2 + 0,1 . 3] ΔTf = 3,162 Tfo-Tfl = 3,162

Tfl= 0 − 3,162 = -3,162oC

Soal No.31
Contoh soal penurunan tekanan uap elektrolit Suatu larutan garam dapur pada suhu toC, tekanan uap jenuhnya 0,4 mmHg lebih rendah dari tekanan uap jenuh air murni. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 24 mmHg berapa % berat NaCl dalam larutan tersebut?

PEMBAHASAN : diketahui ΔP = 0,4 mmHg

Po = 24 mmHg, mencari nilai xt terlebih dahulu

ΔP = Po . xt

[Rumus diambil dari Textbook McMurry Chemistry, 4th. Halaman 446]
karena nilai i = 2 [jumlah ion NaCl = 2], maka nilai nt dan np dapat langsung dicari dari xt nt.i = 1 mol
np = 60-1 = 59 mol Gr air = n x Mr = 59 x 18 = 1062 gram

Soal No.32
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih elektrolit Sebanyak 2,4 gram magnesium sulfat dilarutkan ke dalam 400 gram air. Larutan ini mendidih pada suhu 100,0468 oC. Jika diketahui Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m, tentukan derajat ionisasi magnesium dan titik beku larutan tersebut.

PEMBAHASAN :

ΔTb = 100,0468 − 100 = 0,0468 oC Mr MgSO4 = 120

jumlah ion [n] MgSO4 = 2 menentukan derajat ionisasi [α] Magnesium Sufat

ΔTb = Kb.m.i



1,8 = [1 + α] α = 1,8 – 1 = 0,8 Menentukan titik beku larutan Dicari melalui perbandingan dengan ΔTb Karena nilai m dan i nya sama maka:
ΔTf = Tfo − Tfl 0,167 = 0 − Tfl

Tfl = -0,167oC

Soal No.33
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Sebanyak 1,17 gram NaCl dilarutkan dalam air hingga volumenya 400 mL. Berapakah tekanan osmotik larutan ini jika diukur pada keadaan di mana volume 16 gram gas metana pada tekanan 80 cmHg adalah 20 liter.

PEMBAHASAN :


Metana = CH4, Mr = 16 Mr NaCl = 58,5 i NaCl = 2 untuk menentukan tekanan osmosis NaCl kita cari melalui perbandingan Karena R dan T nya sama maka

Soal No.34
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Larutan yang mengandung 8 gram NaOH dalam 500 gram air ditambahkan ke dalam 3,65 gram HCl dalam 1000 gram air. Diketahui Kf air = 1,86 oC/m. Setelah kedua larutan dicampur dan diaduk, pada suhu berapakah campuran tersebut akan membeku

PEMBAHASAN : Mr NaOH = 40 Mr HCl = 36,5 i NaOH = 2 i HCl = 2 Mencari Titik beku campuran NaOH dan HCl

ΔTf = Kf.[m.i]total

ΔTf = 1,86.[mNaOH.i+mHCl.i] ΔTf = 1,86.[0,8 + 0,2] = 1,86 ΔTf = Tfo − Tfl 1,86 = 0 − Tfl

Tfl = − 1,86 oC

Soal No.35
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Sebanyak 10 gram logam natrium dimasukkan ke dalam 100 mL air. Kf air = 1,86 oC/m. Jika tekanan udara 1 atm, pada suhu berapakah larutan yang diperoleh akan membeku? Berapa liter gas dalam keadaan standar yang dihasilkan

PEMBAHASAN : Reaksi yang terjadi jika Logam Na Dimasukan ke dalam air

2Na[s] + 2H2O[l] → 2NaOH[aq] + H2[g]

Ar Na = 23, mol Na = mol NaOH = 0,43 i NaOH = 2 Menentukan titik beku NaOH

ΔTf = Kf.m.i


ΔTf = 15,996 ΔTf = Tfo − Tfl 15,996 = 0 − Tfl Tfl = − 15,996 oC menentukan volume H2 [keadaan standar]

mol H2 = 1/2 x 0,43 = 0,215 mol pada keadaan standar berlaku: V = n x 22,4L V = 0,215 x 22,4 L

V = 4,816 L

Soal No.36
Contoh soal molaritas Berapa gram kristal H2C2O4.2H2O yang harus dilarutkan ke dalam air agar di dapatkan 600 ml larutan H2C2O4.2H2O 0,5 M [Ar C = 12, O = 16, H = 1]

PEMBAHASAN :

Mr H2C2O4.2H2O = Ar H x 2 + Ar C x 2 + Ar O x 4 + Ar H x 4 + Ar O x 2 = 1x2 + 12x2 + 16x4 + 1x4 + 16x2 = 126

Soal No.37
Contoh soal molaritas & fraksi mol
Di dalam 400 mL larutan amonia, terlarut 3,4 gram NH3 [Ar N = 14, H = 1]. Hitunglah:

  1. molaritas larutan
  2. fraksi mol

PEMBAHASAN :


  1. misalkan ρ larutan = 1 gr/cm3
    massa larutan = ρ.V = 1 gr/cm3 . 400 mL = 400 gr massa air = [400-3,4]gr = 396,6 gr

Soal No.38
Contoh soal molalitas & fraksi mol Hitunglah molalitas dan fraksi mol larutan NaOH dalam air yang kadarnya 40% [Mr NaOH = 40]

PEMBAHASAN :

Menentukan molalitas Menentukan Fraksi Mol Misal 100 % = 100 gram, maka: massa NaOH = 40 gram massa air = 60 gram

Soal No.39
Contoh soal molaritas & molalitas Jika perubahan volume dalam pelarutan diabaikan, tentukan molaritas dan molalitas larutan yang terjadi jika 100 mL alkohol dicampurkan dengan 200 mL air [massa jenis alkohol dan air dianggap sama dengan 1 gram/mL]

PEMBAHASAN :

Menentukan molaritas massa alkohol m = ρ.V=1.100 = 100 gram massa air m = ρ.V=1.200 = 200 gram

Jika dimisalkan alkoholnya adalah Etanol [C2H5OH], maka Mrnya = 46

Karena volume pelarutan diabaikan maka volume larutan = 200 mL Menentukan molalitas

Soal No.40
Contoh soal molaritas Berapa gram KOH yang harus dilarutkan ke dalam 400 mL air agar didapatkan larutan KOH 0,2 M? [Ar K = 39, O = 16, H = 1]

PEMBAHASAN :




Soal No.41
Contoh soal penurunan tekanan uap Suatu larutan manitol yang mengandung 18,04 gram manitol dalam 100 gram air pada suhu 20oC mempunyai tekanan uap 17,23 mmHg. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 17,54 mmHg; hitunglah massa molekul relatif manitol

PEMBAHASAN :

Po=17,54 mmHg Pl = 17,23 mmHg Untuk menentukan Mr menggunakan rumus:

Soal No.42
Contoh soal penurunan tekanan uap Berapa mmHg tekanan uap larutan sukrosa 2 m pada suhu 20 oC, jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 17,40 mmHg dan Mr air = 18?

PEMBAHASAN : 2 molal dapat diartikan 2 mol sukrosa dalam 1 kg air.

Dari pengertian tersebut dapat ditentukan tekanan uap larutannya

Pl = Po. xp


Soal No.43
Contoh soal penurunan tekanan uap Sebanyak 25 gram ureum yang dilarutkan dalam 525 gram air, pada 20 oC mempunyai tekanan uap 17,29 mmHg. Jika pada suhu tersebut tekanan uap air murni adalah 17,54 mmHg; tentukan Mr ureum tersebut

PEMBAHASAN :


Untuk menghitung Mr menggunakan rumus cepat:


Soal No.44
Contoh soal penurunan tekanan uap Hitung tekanan uap larutan glukosa 36% dalam air pada suhu 25 oC, jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 20 mmHg.

PEMBAHASAN : misal 100% larutan = 100 gram massa 36% glukosa = 36 gram Mr Glukosa = 180 massa air = 100-36 gram = 64 gram Mr air = 18


Menentukan Pl Pl = Po.xp

Soal No.45
Contoh soal penurunan tekanan uap Sebanyak 9 gram glukosa dilarutkan dalam 900 gram air. Jika diketahui tekanan uap jenuh pelarut murni pada suhu 20 oC adalah 17,5 mmHg; tentukan penurunan tekanan uap larutan pada suhu tersebut.

PEMBAHASAN : Mr Glukosa = 180 Mr air = 18


ΔP = Po.xt

Soal No.46
Contoh soal penurunan tekanan uap Diketahui tekanan uap air pada suhu 30 oC adalah 31,84 mmHg. Untuk mendapatkan larutan yang tekanan uap jenuhnya 27,86 mmHg pada suhu tersebut; berapa massa glikol [Mr = 62] yang harus dilarutkan dalam 630 gram air?

PEMBAHASAN :


Untuk menentukan massa glikol menggunakan rumus:

Soal No.47
Contoh soal molalitas Ke dalam 100 ml air dilarutkan 20 gram urea [Mr = 60]. Hitung berapa kadar larutan urea ke dalam satuan persen [%] dan satuan molalitas [m]

PEMBAHASAN :

Diketahui: Gr Urea = 20 gram Mr Urea = 60 Gr air = ρ. V = 1 gr/mL. 100 mL = 100 gram Menentukan kadar urea dalam persen Menentukan molalitas

Soal No.48
Contoh soal molaritas Berapa gram kristal MgSO4.7H2O yang harus dilarutkan ke dalam air agar diperoleh 100 mL larutan MgSO4 0,2 M? [Ar Mg = 24, S = 32, O = 16, dan H = 1]

PEMBAHASAN : Diketahui: M = 0,2 M V = 100 mL

Mr MgSO4.7H2O = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 + 1 x 14 + 16 x 7 = 246


Menentukan Gram gram kristal MgSO4.7H2O Karena mengandung hidrat [air] maka mr dihitung dengan jumlah hidratnya

Soal No.49
Contoh soal molalitas & fraksi mol Hitung molalitas dan fraksi mol larutan KOH dalam air yang kadarnya 28% [Mr KOH = 56]

PEMBAHASAN :

Diketahui: % KOH = 28% Mr KOH = 56 Misalkan massa larutan = 100 gram maka massa KOH = 28 % x 100 gram = 28 gram Massa air = 100 gr − 28 gr = 72 gram Menentukan molalitas menggunakan cara biasa Menentukan molalitas menggunakan rumus cepat Menentukan fraksi mol

Soal No.50
Contoh soal molaritas Berapa gram glukosa [C6H12O6] yang terlarut di dalam larutan glukosa 0,2 M? [Ar C = 12, H = 1, dan O = 16]

PEMBAHASAN : Diketahui: M = 0,2 M Mr = 12 x 6 + 1 x 12 + 16 x 6 = 180 V larutan = 1 Liter [0,2 M artinya 0,2 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan] Menentukan massa glukosa



Gr = 0,2 x 180 = 36 gram

Soal No.51
Contoh soal molalitas Berapa gram NH4Cl yang harus dilarutkan ke dalam 400 mL air agar diperoleh larutan NH4Cl 1 m? [Ar N = 14; Cl = 35,5; dan H = 1]

PEMBAHASAN :

Diketahui: V air = 400 mL maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml. 400 mL = 400 gr m = 1 m

Mr NH4Cl = 14x1 + 1x4 + 35,5x1 = 53,5

Menentukan massa NH4Cl

Soal No.52
Contoh soal penurunan tekanan uap Berapa mmHg tekanan uap larutan sukrosa 4 m pada suhu 25oC jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 34,80 mmHg, serta Mr air = 18 dan sukrosa = 342?

PEMBAHASAN : Diketahui: m = 4 m

Po = 34,80 mmHg

Mr air = 18 Mr sukrosa = 342 Menentukan tekanan uap larutan sukrosa molalitas 4 m artinya mol sukrosa = 4 mol dalam 1 kg air, maka mol air = Gr/Mr = 1000 gr/18 = 55,56 mol

P = Po. xp


Soal No.53
Contoh soal penurunan tekanan uap Hitung tekanan uap larutan glukosa 72% dalam air pada suhu 25oC, jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 40 mmHg [Mr glukosa = 180]

PEMBAHASAN : Diketahui: % glukosa = 72%

Po = 40 mmHg

Mr glukosa = 180 Menentukan tekanan uap larutan glukosa Jika dimisalkan massa larutan = 100 gram, maka massa glukosa = 72% x 100 gram = 72 gram massa air = 100 − 72 = 28 gram
P = Po. xp

Soal No.54
Contoh soal penurunan tekanan uap Sebanyak 9 gram glukosa dilarutkan dalam 180 mL air. Jika diketahui tekanan uap jenuh air pada suhu 20oC adalah 17,5 mmHg; hitung tekanan uap larutan pada suhu tersebut

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr glukosa = 9 gram, maka mol glukosa

V air = 180 ml maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml . 180 ml = 180 gram
Po = 17,5 mmHg Menentukan tekanan uap larutan gukosa

P = Po. xp


Soal No.55
Contoh soal penurunan tekanan uap Suatu larutan manitol yang mengandung 492,06 gram manitol dalam 50 gram air pada suhu 25oC mempunyai tekanan uap 8,77 mmHg. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 17,54 mmHg; hitung massa molekul relatif manitol.

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr manitol = 492,06 gram Gr air = 50 gram P = 8,77 mmHg

Po = 17,54 mmHg

Menentukan Mr manitol P = Po. xp 8,77 [2,78 + nt] = 17,54. 2,78 24,38 + 8,77nt = 48,76 8,77nt = 48,76 − 24,38 = 24,38

Soal No.56
Contoh soal penurunan tekanan uap Sukrosa [C12H22O11] dilarutkan dalam 360 gram air. Tekanan uap larutan tersebut terukur sebesar 21,5 mmHg. Hitung massa sukrosa yang dilarutkan jika diketahui tekanan uap jenuh air murni pada suhu 25oC adalah 23,8 mmHg

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr sukrosa = 360 gram Mr sukrosa = 342 P = 21,5 mmHg

Po = 23,8 mmHg


Menentukan massa sukrosa

P = Po. xp


21,5[20 + nt] = 23,8. 20 430 + 21,5nt = 476 21,5 nt = 476 − 430 = 46
Gr = nt x Mr = 2,139 mol x 342 = 731,538 gram

Soal No.57
Contoh soal penurunan tekanan uap Larutan fruktosa sering ditambahkan pada makanan sebagai pemanis makanan. Sebanyak  360 gram sirop fruktosa dilarutkan dalam sebuah bejana berisi air pada suhu 20oC. Hitung jumlah air pada bejana tersebut agar terjadi penurunan tekanan uap larutan sebesar 3 mmHg. [tekanan uap jenuh air murni pada suhu 20oC = 18 mmHg dan Mr fruktosa = 180]

PEMBAHASAN : Gr fruktosa = 360 gram ΔP = 3 mmHg

Po = 18 mmHg

Mr fruktosa = 180 Mr air = 18 Menentukan massa air yang diperlukan

ΔP = Po. xt



3[2 + np] = 36 6 + 3np = 36 3np = 36 − 6 = 30 np = 10

Gr = n x Mr = 10 mol x 18 = 180 gram

Soal No.58
Contoh soal penurunan tekanan uap Sebanyak 364 gram kristal sorbitol ditambahkan dalam sejumlah air. Jika air yang terdapat pada bejana sebesar 2,88 L; hitung tekanan uap larutan jika diketahui tekanan uap jenuh air murni sebesar 20 mmHg [Mr sorbitol = 158]

PEMBAHASAN :

Gr sorbitol = 364 gram V air = 2,88 L maka massa air = ρ. V = 1 Kg. 2,88 L = 2,88 Kg = 2880 gram Mr sorbitol = 158

Po = 20 mmHg Menentukan tekanan uap larutan sorbitol

P = Po. xp


Soal No.59
Contoh soal penurunan tekanan uap Sebanyak 240 gram kristal X dilarutkan dalam 252 mL air [Mr  = 18]. Jika diketahui tekanan uap jenuh larutan adalah 14 mmHg, tentukan massa molekul relatif zat X tersebut jika tekanan uap jenuh air murni pada suhu yang sama adalah 18 mmHg.

PEMBAHASAN :

Gr X = 240 gram V air = 252 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml . 252 ml = 252 gram P = 14 mmHg

Po = 18 mmHg

P = Po. xp
14[14 + nt] = 18. 14 196 + 14nt = 252 14nt = 252 − 196 = 56 nt = 4

Soal No.60
Contoh soal penurunan tekanan uap Sebanyak 5 mol cairan toluena dilarutkan dalam larutan benzena sebanyak 10 mol. Hitung tekanan uap jenuh larutan setelah penambahan toluena tersebut. [tekanan uap jenuh benzena pada suhu 25oC adalah 30 mmHg]

PEMBAHASAN : n toluena = 5 mol [zat terlarut] n benzena = 10 mol [zat pelarut]

Po = 30 mmHg

P = Po. xp

Soal No.61
Contoh soal penurunan tekanan uap Hitung tekanan uap larutan jika 3 mol zat cair volatil [zat yang mudah menguap] dicampurkan dengan 4 mol zat cair nonvolatil. Diketahui tekanan uap jenuh zat cair volatil murni pada suhu tersebut adalah 50 mmHg.

PEMBAHASAN :

mol volatil = 3 mol mol non volatil = 4 mol

Po = 50 mmHg

zat volatil dianggap sebagai pelarut karena mudah menguap, sedangkan zat non volatil dianggap sebagai zat terlarut

P = Po. xp


Soal No.62
Contoh soal penurunan titik beku Pada label sebuah es krim, tertulis bahwa es krim harus disimpan pada suhu -15oC atau kurang agar tetap membeku. Es krim tersebut diketahui mengandung 34,2 gram sirop sukrosa [Mr = 342 gram/mol] dan sejumlah air. Hitung volume air yang digunakan dalam pembuatan es tersebut. [Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Tf = -15oC

Tfo = 0oC

ΔTf = Tfo − Tf = 0 − [-15] = 15 oC Gr sukrosa = 34,2 gram Mr sukrosa = 342

Kf air = 1,86 oC/m

Menentukan volume air yang diperlukan

Maka volume air yang diperlukan

Soal No.63
Contoh soal penurunan titik beku Di negara dengan empat musim cairan glikol [Mr = 62] biasanya ditambahkan pada air radiator mobil untuk menghindari pembekuan air radiator selama musim dingin. Hitung berapa massa glikol yang perlu ditambahkan jika volume air radiator adalah 2,5 L. [Kf air = 1,86 oC/m dan perkiraan suhu udara maksimum adalah -7,44 oC]

PEMBAHASAN : Diketahui: Mr glikol = 62 Volume air = 2,5 L sehingga massa airnya [P] = ρ. V = 1 kg/L. 2,5 L = 2,5 kg

Kf = 1,86 oC/m

Tf = -7,44 oC Tfo = 0 oC

ΔTf = Tfo − Tf = 0 − [-7,44] = 7,44 oC Menentukan massa glikol



Soal No.64
Contoh soal penurunan titik beku Seorang penjual es keliling menambahkan 180 gram glukosa [C6H12O6] dalam 500 mL air sebagai resep pembuatan minuman esnya. Hitung titik beku minuman es tersebut. [Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui Gr glukosa = 180 gram Mr glukosa = 180 V air = 500 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml. 500 mL = 500 gram Menentukan titik beku minuman es


0 − Tf = 3,72

Tf = -3,72 oC

Soal No.65
Contoh soal penurunan titik beku Sebanyak 180 gram zat nonelektrolit [Mr = 60] dilarutkan dalam air dengan volume 2.500 mL. Hitung titik beku zat tersebut. [Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr zat = 180 gram V air = 2.500 mL maka massa airnya = ρ. V = 1 gr/mL. 2.500 mL = 2.500 gram

Kf air = 1,86 oC/m

Menentukan titik beku larutan ΔTf = Tfo − Tf = 0oC − Tf = 2,232

Tf = -2,232 oC

Soal No.66
Contoh soal penurunan titik beku Indikator fenolftalein [PP] dilarutkan dalam pelarut etanol [Kf = -2 oC/m] membentuk larutan PP. Tentukan Mr dari indikator PP jika massa zat yang dilarutkan adalah 31,8 gram dan volume etanol yang digunakan sebesar 200 mL. [larutan PP mengalami penurunan titik beku sebesar -1 oC dan ρ etanol = 789 kg/m3]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Kf etanol = -2 oC/m

Gr PP = 31,8 gram

ρ etanol = 789 kg/m3 = 789/1000 kg/dm3 = 0,789 kg/dm3 = 0,789 g/mL

Volume etanol = 200 mL, maka massa etanol = ρ. V = 0,789 g/mL. 200 mL =  157,8 gram

ΔTf = -1 oC/m

Menentukan Mr PP

Soal No.67
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih Suatu larutan X mendidih pada suhu 102,8 oC. Pada suhu berapakah larutan tersebut akan membeku? [Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Tb = 102,8 oC

Kb = 0,52 oC/m

Kf = 1,86 oC/m Menentukan titik beku larutan melalui perbandingan

Karena molalitasnya sama maka molalitas dapat dicoret


Tf = -10,015 oC

Soal No.68
Contoh soal penurunan titik beku Sebanyak 60 gram urea [Mr = 60] dilarutkan dalam 100 mL etanol. Jika titik beku larutan tersebut -116,59 oC [titik beku etanol murni adalah -114,6 oC], berapakah tetapan titik beku molal etanol?

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr urea = 60 gram Mr = 60 V etanol = 100 ml, maka massa etanol = ρ. V = 0,789 gr/mL. 100mL = 78,9 gram

Tf = -116,59 oC

Tfo = -114,6 oC ΔTf = Tfo − Tf = [-114,6] − [-116,59] = 1,99 Menentukan nilai Kf etanol

Soal No.69
Contoh soal penurunan titik beku Berapa gram urea [Mr = 60] yang harus dilarutkan ke dalam 250 gram air agar larutan yang terjadi membeku pada suhu 0,74 oC di bawah titik beku air? [Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui: Mr = 60 P = 250 gram

ΔTf = 0,74 oC


Kf = 1,86 oC/m Menentukan massa urea

Soal No.70
Contoh soal penurunan titik beku Suatu zat bermassa 5,3 gram dilarutkan ke dalam 500 gram air. Larutan yang terbentuk dapat membeku pada suhu -0,576 oC. Tentukan Mr zat tersebut jika tetapan penurunan titik beku molal [Kf] air sebesar 1,86 oC/m

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr zat = 5,3 gram P = 500 gram

Tf = -0,576 oC

Tfo = 0 oC ΔTf = Tfo − Tf = 0 − [-0,576] = 0,576 oC

Kf = 1,86 oC/m Menentukan Mr zat


Soal No.71
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih Suatu larutan dalam air mendidih pada suhu 101,4 oC. Jika diketahui Kf air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m; pada suhu berapakah larutan tersebut akan membeku?

PEMBAHASAN : Diketahui:

Tb = 101,4 oC

ΔTb = Tb − Tbo = 101,4 − 100 = 1,4 oC Kb = 0,52 oC/m

Kf = 1,86 oC/m Menentukan titik beku larutan melalui perbandingan

Karena molalitasnya sama maka molalitas dapat dicoret


Tf = − 5 oC

Soal No.72
Contoh soal kenaikan titik didih Glukosa [C6H12O6] yang massanya 18 gram dilarutkan ke dalam 200 mL air. Berapa titik didih larutan yang terbentuk jika diketahui Kb air = 0,52 oC/m dan pada tempat tersebut air murni mendidih pada suhu 98 oC? [Ar C = 12, H = 1, dan O = 16]

PEMBAHASAN : Diketahui: Massa glukosa = 18 gram V air = 200 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/mL . 200 mL = 200 gram

Kb air = 0,52 oC/m


Tbo = 98 oC Mr glukosa = 12 x 6 + 1 x 12 + 16 x 6 = 180 Menentukan Tb ΔTb = Kb.m
Tb − 98 = 0,26

Tb = 98 + 0,26 = 98,26 oC

Soal No.73
Contoh soal kenaikan titik didih Di pegunungan, air mendidih pada suhu sekitar 96 oC. Jika 3,42 gram sukrosa dilarutkan dalam 100 mL air yang mendidih, berapakah titik didih larutan sukrosa tersebut? [Kb air = 0,52 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui

Tbo = 96 oC

Gram sukrosa = 3,42 gram, Mr sukrosa = 342 V air = 100 ml, maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml. 100 ml = 100 gram

Kb air = 0,52 oC/m

Menentukan Tb larutan sukrosa ΔTb = Kb.m
Tb − 96 = 0,052

Tb = 96 + 0,052 = 96,052 oC

Soal No.74
Contoh soal kenaikan titik didih Sebanyak 60 gram kristal nonelektrolit X dilarutkan dalam 2.000 mL air. Jika titik didih yang terukur dari larutan X tersebut adalah 100,26 oC; berapakah massa molekul relatif senyawa X tersebut?

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr kristal X = 60 gram V air = 2.000 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/mL. 2.000 mL = 2.000 gram

Tb = 100,26 oC

Menentukan Mr zat X ΔTb = Kb.m

Soal No.75
Contoh soal kenaikan titik didih Kristal naftalena memiliki rumus empiris C5H4. Sejumlah 512 gram kristal tersebut dilarutkan dalam 2.000 mL pelarut benzena dan dipanaskan hingga mendidih pada suhu 85,3 oC. Berapakah Mr dari senyawa naftalena tersebut? [Kb benzena = 2,65 oC/m, titik didih benzena = 80 oC, dan ρ benzena = 876 kg/m3]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Rumus empiris naftalena = C5H4

Gram naftalena = 512 gram

ρ benzena = 876 kg/m3 = 0,876 kg/dm3 = 0,876 gr/mL

V benzena, maka massa benzena [P] = ρ. V = 0,876 gr/mL. 2.000 mL = 1752 gram

Kb benzena = 2,65 oC/m

Tb = 85,3 oC Tbo = 80 oC

ΔTb = Tb − Tbo = 85,3 − 80 = 5,3 oC Menentukan Mr senyawa naftalena ΔTb = Kb. m



Soal No.76
Contoh soal kenaikan titik didih Sejumlah zat dilarutkan dalam 250 mL air sehingga titik didih larutan tersebut menjadi 102 oC. Jika Kb air adalah 0,52 oC/m, tentukan berapa gram zat yang dilarutkan dalam air. [Mr zat = 60]

PEMBAHASAN : Diketahui: V air = 250 mL, maka massa air [ P] = ρ. V = 1 gr/mL. 250 mL = 250 gram

Tb = 102 oC

Tbo = 100 oC ΔTb = Tb − Tbo = 102 − 100 = 2 oC

Kb = 0,52 oC/m Mr zat = 60 Menentukan massa zat ΔTb = Kb. m



Soal No.77
Contoh soal kenaikan titik didih Sejumlah zat X [Mr = 128] dilarutkan dalam pelarut karbon tetraklorida yang memiliki titik didih murni sebesar 76,8 oC. Jika massa zat x yang terlarut sebanyak 25,6 gram dan volume pelarut 250 mL, hitung kenaikan titik didih larutan tersebut. [Kb CCl4 = 4,88 oC/m] dan ρ CCl4 = 1,59 g/cm3]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Tbo = 76,8 oC

Mr zat = 128 massa zat x = 25,6 gram Volume pelarut = 250 mL, maka massa pelarut [P] = ρ. V = 1,59 g/mL. 250 mL = 397,5 gram

Kb CCl4 = 4,88 oC/m

Menentukan kenaikan titik didih ΔTb = Kb. m

Soal No.78
Contoh soal kenaikan titik didih Pelarut benzena digunakan untuk melarutkan senyawa organik yang tidak diketahui massanya. Jika Mr senyawa organik tersebut adalah 180 dan volume benzena sebesar 500 mL, hitung massa senyawa organik yang dilarutkan tersebut jika kenaikan titik didihnya sebesar 0,5 oC [Kb benzena 2,65 oC/m dan titik didih benzena 80 oC]

PEMBAHASAN : Diketahui: Mr = 180

ρ benzena = 876 kg/m3 = 0,876 g/mL

Volume benzena = 500 mL, maka massa benzena = ρ. V = 0,876 g/mL. 500 mL = 438 gram

ΔTb = 0,5 oC


Kb benzena =2,65 oC/m Menentukan massa senyawa organik ΔTb = Kb. m

Soal No.79
Contoh soal kenaikan titik didih Hitung molalitas zat X jika dalam jumlah pelarut yang sama, kenaikan titik didih larutan urea 0,2 m adalah 0,60 oC dan kenaikan titik didih larutan X adalah 0,4 oC

PEMBAHASAN : Diketahui:

ΔTb urea = 0,60 oC

m urea = 0,2 m

ΔTb zat X = 0,4 oC

Menentukan molalitas zat X dengan cara perbandingan dengan urea Kb dapat dicoret karena pelarutnya sama

Soal No.80
Contoh soal kenaikan titik didih Gula dapat larut dalam air maupun dalam pelarut organik lainnya. Jika dengan massa yang sama, larutan gula dimasukkan ke dalam 100 mL air [Kb = 0,52 oC/m] dan 100 mL pelarut organik [Kb = 2 oC/m], larutan manakah yang akan memiliki kenaikan titik didih lebih besar? Jelaskan

PEMBAHASAN : Rumus kenaikan titik didih ΔTb = Kb. m

Yang membedakan adalah nilai Kb, sedangkan nilai lainnya sama. Maka yang dilihat adalah hubungan ΔTb dengan Kb. Karena ΔTb sebanding dengan Kb maka jika Kb nya lebih besar ΔTb nya juga akan lebih besar. Sehingga gula akan memiliki kenaikan titik didih yang lebih besar jika dilarutkan pada pelarut organik karena memiki Kb yang lebih besar. Sedangkan kenaikan titik didih akan lebih kecil jika dilarutkan pada air karena nilai Kbnya lebi kecil.

Soal No.81
Contoh soal kenaikan titik didih Untuk menentukan massa rumus suatu zat; diambil 0,45 gram zat tersebut, kemudian dilarutkan ke dalam 30 gram air. Larutan tersebut mendidih pada suhu 100,26 oC. Jika tetapan kenaikan titik didih molal [Kb] air adalah 0,52 oC/m, tentukan massa molekul relatif zat tersebut

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr zat terlarut = 0,45 gram P = 30 gram

Tb = 100,26 oC


Kb = 0,52 oC Menentukan Mr zat terlarut ΔTb = Kb.m

Soal No.82
Contoh soal tekanan osmotik Sebanyak 6,84 gram sukrosa [Mr = 342] dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. Hitung tekanan osmotik larutan tersebut pada suhu 27 oC

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr sukrosa = 6,84 gram Mr sukrosa = 342 V larutan = 500 mL

T = 27 oC + 273 = 300 K

Menentukan tekanan osmotik π = M. R. T

Soal No.83
Contoh soal tekanan osmotik Sebanyak 3,2 gram naftalena [Mr = 128] dilarutkan ke dalam benzena hingga volumenya 250 mL. Hitung tekanan osmotik yang terjadi pada suhu 27 oC

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr Naftalena = 3,2 gram Mr = 128 V = 250 mL

T = 27 oC + 273 = 300 K

Menentukan tekanan osmotik π = M. R. T

Soal No.84
Contoh soal tekanan osmotik Tekanan osmotik larutan yang mengandung 50 gram suatu karbohidrat per liter pada 0 oC adalah 6,2 atm. Hitung massa rumus karbohidrat tersebut.

PEMBAHASAN : Diketahui: π = 6,2 atm Gr karbohidrat = 50 gram

T = 0 oC + 273 = 273 K

V = 1 liter Menentukan Mr zat π = M. R. T

Soal No.85
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Suatu larutan nonelektrolit isotonis dengan larutan elektrolit. Jika larutan nonelektrolit tersebut mempunyai konsentrasi 0,5 M dan tekanan osmotik 2 atm, hitung tekanan osmotik larutan elektrolit biner yang mempunyai konsentrasi 0,2 M

PEMBAHASAN :

Isotonis yaitu dua larutan yang memiliki tekanan osmosis yang sama

π1 = π2


Maka tekanan osmotik larutan elektrolit = 2 atm

Soal No.86
Contoh soal tekanan osmotik Untuk menentukan massa molekul suatu polimer, sebanyak 15 gram polimer dilarutkan ke dalam 1 liter air. Pada 300 K, larutan ini mempunyai tekanan osmotik 1,1 atm. Tentukan massa molekul polimer tersebut

PEMBAHASAN :

Diketahui: Gr polimer = 15 gr V larutan = 1 L T = 300 K π = 1,1 atm Menentukan Mr polimer π = M. R. T

Soal No.87
Contoh soal penurunan tekanan uap elektrolit Ke dalam 400 gram air dilarutkan 0,02 mol Na2SO4 pada suhu 20 oC. Jika pada suhu tersebut tekanan uap air murni adalah 17,4 mmHg; hitung tekanan uap larutan tersebut

PEMBAHASAN : Diketahui:

Gram air = 400 gram, maka

n Na2SO4 = 0,02 mol Na2SO4 termasuk elektrolit kuat, maka i = n = 3 [ion 2Na+ dan ion SO42-] Po = 17,4 mmHg Menentukan tekanan uap larutan Na2SO4 P = Po. xp
[Rumus diambil dari Textbook McMurry Chemistry, 4th. Halaman 446]

Soal No.88
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Tentukan titik beku larutan 48 gram MgSO4 dalam 100 gram air jika Kf air = 1,86 oC/m dan dianggap bahwa zat terlarut terionisasi sempurna. [Ar Mg = 24, S = 32, dan O = 16]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Gr MgSO4 = 48 gram

P = 100 gram

Mr MgSO4 = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 120


n MgSO4 = 2 [diperoleh dari ionisasi MgSO4, menghasilkan 2 ion yaitu Mg2+ dan SO42-] Terionisasi sempurna [elektrolit kuat], maka i = n = 2

Kf = 1,86 oC/m


Menentukan titik beku larutan MgSO4 ΔTf = Kf. m. i
ΔTf = Tfo − Tf 14,88 = 0 − Tf

Tf = -14,88

Soal No.89
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Sebanyak 4,4 gram CaSO4 yang dilarutkan ke dalam air hingga volumenya 100 mL terurai sempurna. Hitung tekanan osmotik dari larutan yang terjadi pada suhu 27 oC [Ar Ca = 40, S = 32, dan O = 16]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Gr CaSO4 = 4,4 gram


Mr CaSO4 = 40 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 136 V = 100 mL

T = 27 oC + 273 = 300 K


i = n = 2 [elektrolit kuat, Ca2+ dan SO42-] π = M. R.T.i

Soal No.90
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih elektrolit Sebanyak 2 mol CH3COOH dilarutkan sampai volumenya 500 mL dengan derajat ionisasi 60%. Tentukan titik didih dan titik beku larutan . [Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui: V = 500 mL

n CH3COOH = 2 mol

α = 60 % =0,6

i CH3COOH = [ 1 + [n-1]α] = [1 + [2-1]0,6] = 1,6


Menentukan titik didih ΔTb = Kb.m.i ΔTb = Tb − Tbo = Tb − 100 = 3,328 Tb = 100 + 3,328 = 103,328 oC

Menentukan titik beku

ΔTf = Kf.m.i ΔTf = Tfo − Tf = 0 − Tf = 11,9 oC

Tf = 0 − 11,9 = -11,9 oC

Soal No.91
Contoh soal kenaikan titik didih elektrolit Berapa gram K2SO4 yang harus dilarutkan ke dalam 10 liter air agar larutan yang terbentuk mendidih pada suhu 106 oC [tekanan 1 atm]? [Kb air = 0,52 oC/m; Ar K = 39, S = 32, dan O = 16]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Mr K2SO4 = 39 x 2 + 32 x 1 + 16 x 4 = 174

V air = 10 liter, maka massa air [P] = ρ. V = 1 Kg/L . 10 L = 10 Kg

Tb = 106 oC

Tbo = 100 oC ΔTb = Tb − Tbo = 106 − 100 = 6 oC K2SO4 merupakan elektrolit kuat, maka i = n = 3 [2 ion K+ dan 1 ion SO42-] Menentukan massa K2SO4 ΔTb = Kb. m. i

Soal No.92
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Larutan H2S 1 M isotonis dengan larutan urea 2 M pada suhu yang sama. Tentukan persen volume larutan H2S yang terionisasi dalam larutan

PEMBAHASAN : Diketahui:

M H2S = 1 M [elektrolit lemah]

M Urea = 2 M [non elektrolit]

Menentukan α H2S

Isotonis yaitu jika dua larutan memiliki tekanan osmosis sama

π urea = π H2S

M. R. T = M. R. T. i [R dan T dapat di coret karena sama] 2 = 1. i i = 2 = [1 + [n − 1]α] = [1 + [3-1]α] = 1 + 2α 2 = 1 + 2α 2α = 1

α = ½ x 100 % = 50%

Soal No.93
Contoh soal kenaikan titik didih elektrolit Jika larutan urea mendidih pada suhu 115 oC [tekanan 1 atm], pada suhu berapa larutan MgCl2 dengan konsentrasi yang sama akan mendidih? [Ar Mg = 24 dan Cl = 35,5]

PEMBAHASAN : Diketahui:

Tb urea = 115 oC


M urea = M MgCl2 urea non elektrolit

MgCl2 Elektrolit kuat sehingga i = n = 3 [1 Mg2+ dan 2 Cl−]

Menentukan Tb MgCl2 melalui perbandingan Kb dan m dapat dicoret karena nilainya sama ΔTb MgCl2 = 15 x 3 = 45 ΔTb = Tb − Tbo = Tb − 100 = 45

Tb = 100 + 45 = 145 oC

Soal No.94
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Larutan HCN 0,18 m membeku pada suhu yang sama dengan larutan glukosa 0,2 m. Hitung derajat ionisasi HCN dalam larutan tersebut.

PEMBAHASAN :

Diketahui: m HCN = 0,18 m [elektrolit] m glukosa = 0,2 m [non elektrolit]

Tf HCN = Tf glukosa, maka ΔTf HCN = ΔTf glukosa


n HCN = 2 [1 ion H+ dan 1 CN--] Menentukan α HCN

ΔTf HCN = ΔTf glukosa


Kf. m. i = Kf. m [Kf bisa dicoret karena pelarutnya sama] 0,18. [1 + [n-1]α] = 0,2 0,18.[1 + [2-1]α] = 0,2 0,18.[1 + α] = 0,2 0,18 + 0,18 α = 0,2 0,18α = 0,2 − 0,18 = 0,02

Soal No.95
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Larutan H2S 1 m membeku pada suhu -2,4 oC. Jika Kf air = 1,86 oC/m, hitung derajat ionisasinya

PEMBAHASAN :

m H2S = 1 m Tf H2S = -2,4 oC Kf = 1,86 oC/m Karena H2S elektrolit maka perlu dikali i dengan n = 2 [1 ion H+ dan 1 ion CN--] ΔTf = Kf. m. i

Tfo − Tf = 1,86. 1. [1 + [2 − 1]α] 0 − [−2,4] = 1,86[1 + α] 2,4 = 1,86 + 1,86α 1,86α = 2,4 − 1,86 = 0,54

α = 0,54/1,86 =0,29

Soal No.96
Contoh soal kenaikan titik didih elektrolit Diketahui titik didih larutan urea 0,4 molal adalah 100,208 oC. Jika BaCl2 terionisasi sempurna, hitung titik didih larutan BaCl2 0,1 m.

PEMBAHASAN : Diketahui: m urea = 0,4 molal [non elektrolit]

Tb urea = 100,208 oC

m BaCl2 = 0,1 m [elektrolit kuat dengan i = n = 3 [1 ion Ba2+ dan 2 ion Cl−] Menentukan Tb BaCl2 lewat perbandingan Kb dapat dicoret karena pelarutnya sama
ΔTb = Tb − Tbo = 0,156

Tb = Tbo + 0,156 = 100 + 0,156 = 100,156 oC

Soal No.97
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Hitung titik beku larutan HCl 2 molal yang terionisasi 80% [Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui: m HCl = 2 molal

n = 2 [1 ion H+ dan 1 ion Cl−]

α = 80 % = 0,8 i = [1 + [n − 1]α] = [1 + [2-1]0,8] = 1,8

Kf = 1,86 oC/m

Menentukan titik beku HCl

ΔTf = Kf.m.i

ΔTf = 1,86. 2. 1,8 = 6, 696 Tfo − Tf = 6, 696 0 − Tf = 6, 696

Tf = -6, 696 oC

Soal No.98
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Tekanan osmotik larutan KCl 0,2 M pada suhu 27 oC adalah 5 atm. Hitung derajat ionisasi larutan tersebut.

PEMBAHASAN : Diketahui: M = 0,2 M [nilainya akan sama dengan molalitas jika nilainya kecil] π = 5 atm

T = 27 oC + 273 = 300 K


n KCl = 2 [1 ion K+ 1 ion Cl−] Menentukan α π = M. R.T.i 5 = 0,2. 0,082.300.[1 +[n-1]α] 5 = 4,92 [1 +[2-1]α] 5/4,92 = [1 + α] 1,016 = 1 + α

α = 1,016 − 1 = 0,016

Soal No.99
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Berapa gram NaCl [Mr = 58,5] yang harus dilarutkan ke dalam 200 mL air agar larutan tersebut membeku pada suhu yang sama dengan larutan yang terbentuk dari 20 gram urea [Mr = 60] dalam 100 mL air?

PEMBAHASAN :

Dketahui:

Mr NaCl = 58,5 [elektrolit kuat, maka i = n = 2 [1 ion Na+ dan 1 ion Cl−]]

V air larutan NaCl = 200 mL, maka massa air [P] = ρ. V = 1 gr/mL. 200 mL = 200 gram Gr urea = 20 gram V air larutan urea = 100 mL, maka massa air [P] = ρ. V = 1 gr/mL. 100 mL = 100 gram

Tf NaCl = Tf urea, maka ΔTf NaCl = ΔTf urea

ΔTf NaCl = ΔTf urea Kf. m. i = Kf. m. Kf dapat dicoret karena pelarutnya sama

Soal No.100
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Larutan urea 0,3 M isotonis dengan larutan HCN 0,2 M. Hitung derajat ionisasi asam sianida tersebut.

PEMBAHASAN :

Diketahui: M urea = 0,3 M

M HCN = 0,2 M [elektrolit dengan n = 2 [1 ion H+ dan 1 ion CN−]

Isotonis yaitu dua larutan memiliki tekanan osmosis yang sama π urea = π HCN M.R.T = M.R.T.i Karena RT nya tetap dapat dicoret 0,3 = 0,2 [1 + [n-1]α] 0,3/0,2 = 1 + [2-1]α 1,5 = 1 + α

α = 1,5 − 1 = 0,5

Soal No.101
Contoh soal penurunan titik beku & kenaikan titik didih elektrolit Larutan urea 1 m dicampur dengan volume yang sama dengan larutan NaCl 1 m. Hitung titik didih dan titik beku larutan hasil pencampuran tersebut. [Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m]

PEMBAHASAN : Diketahui : m urea = 1 m [non elektrolit]

m NaCl = 1 m [elektrolit dengan i = n = 2 [1 ion Na+ dan 1 ion Cl−]


Menentukan titik didih campuran ΔTb = Kb. [m urea + mNaCl.i] ΔTb = 0,52. [1 + 1 x 2] = 1,56 ΔTb = Tb − Tbo = 1,56 Tb − 100 = 1,56 Tb = 100 + 1,56 = 101,56

Menentukan titik beku campuran

ΔTf = Kf. [m urea + mNaCl.i] ΔTf = 1,86. [1 + 1 x 2] = 5,58 ΔTf = Tfo − Tf = 5,58 0 − Tf = 5,58

Tf = 0 − 5,58 = -5,58 oC

Soal No.102
Contoh soal molaritas Sebanyak 12 gram kristal MgSO4 dilarutkan dalam air hingga volumenya 500mL. berapa konsentrasi molar [Molaritas] larutan yang terjadi [Ar Mg=24;S=32;O=16]

PEMBAHASAN : Diketahui: Gr = 12 gr V = 500 mL

Mr MgSO4 = Ar Mg x 1 + Ar S x 1 + Ar O x 4 = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 24 + 32 + 64 = 120


Menentukan molaritas

Soal No.103
Contoh soal penurunan tekanan uap Tekanan uap air pada 100 oC adalah 760 mmHg. berapakah tekanan uap jenuh larutan glukosa 18% pada 100 oC? [Ar H=1, C=12, O=16]

PEMBAHASAN :


Po = 760 mmHg % b/b = 18%

Mr glukosa [C6H12O6] = Ar C x 6 + Ar H x 12 + Ar O x 6 = 12 x 6 + 1 x 12 + 16 x 6 = 180


Menentukan berat glukosa dan air Jika dimisalkan berat total = 100 gr Maka berat gula = 18% x 100 gr = 18 gr berat air [100 – 18]% = 82% x 100 gr = 82 gr

Menentukan fraksi mol glukosa




xair = 1 – xglukosa  = 1 – 0,021 = 0,979

Menentukan tekanan uap larutan glukosa


PL = Po. xp = 760 mmHg. 0,979 = 744,04 mmHg

Soal No.104
Contoh soal fraksi mol jika 23 gram etanol [C2H5OH] dicampurkan dengan 27 gram air [H2O] dan diketahui Ar C = 12, H = 1, O = 16, hitunglah fraksi mol etanol dan air

PEMBAHASAN :

Mr C2H5OH = Ar C x 2 + Ar H x 6 + Ar O x 1 = 12 x 2 + 1 x 6 + 16 x 1 = 46 Mr H2O = Ar H x 2 + Ar O x 1 = 1 x 2 + 16 x 1 = 18

Menentukan mol etanol


Menentukan fraksi mol etanol



xair = 1 – 0,25 = 0,75

Soal No.105
Contoh soal penurunan tekanan uap Tekanan uap jenuh larutan 62 gram zat A dalam 342 gram air adalah 76 cmHg. Pada temperatur yang sama tekanan uap jenuh air murni adalah 80 cmHg.berapa massa molekul relatif zat A?

PEMBAHASAN :

Diketahui: Gr A = 62 gram Gr H2O = 342 gram PL = 76 cmHg Po = 80 cmHg

Menentukan fraksi mol pelarut [air]

PL = Po . Xp 76 = 80 . Xp
Menentukan Mr zat A

0,95[19 + nt] = 19 18,05 + 0,95 nt = 19 0,95 nt = 19 – 18,05 = 0,95


Mr = 62

Soal No.106
Contoh soal kenaikan titik didih elektrolit Titik didih air naik 1,04°C setelah penambahan 3 gram zat elektrolit biner ke dalam 100 gram air .jika Kb air = 0,52 ° C/m , maka Mr zat elektrolit tersebut adalah …

PEMBAHASAN :

Diketahui:

ΔTb = 1,04 oC

n =2 [biner] Jika dianggap elektrolit kuat maka: i = n i = 3 P = 100 gr Gr = 3 gr

Kb = 0,52 oC


Menentukan Mr zat ΔTb = Kb . m . i

Soal No.107
Contoh soal kenaikan titik didih Titik didih zat non elektrolit [Mr = 60] dalam 200 gram air adalah 100,104 °C jika Kb air = 0,52°C/molal, massa zat tersebut adalah

PEMBAHASAN : Mr = 60 P = 200 gr

Tb = 100,104 oC

ΔTb = 100,104 – 100 = 0,104 Kb = 0,52

Menentukan massa zat

ΔTb = Kb. m

Soal No.108 
Contoh soal penurunan titik beku Titik beku suatu larutan yang mengandung 10 gr zat Y [bukan elektrolit] dalam 500 gr air ialah -0,465 derajat Celcius. Jika diketahui tetapan penurunan titik beku molal dari air ialah 1,86. Berapa massa relatifnya?

PEMBAHASAN :

Diketahui: Gr = 10 gr P = 500 gr

TfL = -0,465 oC

ΔTf = Tfo – TfL = 0 – [-0,465] = 0,465

Kf = 1,86 Menentukan massa relatifnya

ΔTf = Kf . m




Soal No.109
Contoh soal penurunan titik beku elektrolit Penurunan titik beku 24,5 gram asam sulfat H2SO4 dalam 2500 gram air sama dengan 2,9 kali penurunan titik beku 7,5 gram CO[NH2]2 dalam 1250 air. berapa derajat ionisasi H2SO4 dalam larutan tersebut

PEMBAHASAN : Diketahui:

Mr H2SO4 = 98


Mr CO[NH2]2 = 60 Menentukan derajat ionisasi melalui perbandingan 2,9 = 1 + 2α 2α = 1,9

α = 1,9/2 = 0,95

Soal No.110 
Contoh soal tekanan osmotik Tekanan osmosis suatu larutan yang mengandung 1,5 gram zat A [non elektrolit] dalam 500 ml larutan pada suhu 27°C adalah 1,23 atm. Massa molekul relatif zat tersebut adalah

PEMBAHASAN :

Diketahui: Gr = 1,5 gr V = 500 ml

T = 27oC = 300 K


Menentukan Mr π = M. R. T

Soal No.111
Contoh soal tekanan osmotik elektrolit Tekanan osmosis larutan CuSO4 0,2 M dengan derajat ionisasi 0,75 pada suhu 27°C [R=0,08] adalah

PEMBAHASAN : Diketahui M = 0,2 M α = 0,75

T = 27oC = 300 K

R = 0,08

n = 2 [dari ionisasi CuSO4 → Cu2+ + SO42-, jumlah ion = 2]


Menentukan tekanan osmosis π = M. R. T. i π = 0,2. 0,08. 300. [1 +[n-1] α]

π = 4,8 [1 + [2-1]0,75] = 4,8 . 1,75 = 8,4 atm

Sumber Soal :

Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII Penerbit Erlangga Pengarang Michael Purba & Sunardi

Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII Penerbit Erlangga Pengarang Unggul Sudarmo

Video Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan

Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif Larutan

Link Contoh Soal Sifat Koligatif Kelas XII Lainnya:

Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan SBMPTN

Kumpulan Soal Ulangan Harian Sifat Koligatif

Video yang berhubungan