Zat pada rokok yang menyebabkan kecanduan dan kanker berturut-turut

  • HOME

Zat-zat berbahaya pada rokok

PERNAHKAH anda membayangkan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat di dalam sebatang rokok itu berjumlah tiga ribu macam menurut Terry dan Horn. Tetapi hanya tujuh ratus macam zat saja yang dikenal.

Di bawah ini ada 15 macam zat berbahaya yang bisa anda ketahui:

Acrolein; zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu kesehatan.

Karbon monoxida; gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.

Nikotin; cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.

Ammonia; gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.

Formic Acid; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.

Hidrogen Sianida; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.

Nitrous Oxide; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.

Formaldehyde; gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.

Phenol; zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme.

Acetol; zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.

Hidrogen Sulfida; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).

Piridin; cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.

Methyl Clorida; merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.

Methanol; cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.

Tar; cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paruparu.

Yang merupakan peristiwa yang yang terjadi pada pertumbuhan sekunder tumbuhan dikotil yaitu ......

Usaha perlindungan sda hayati beserta ekosistemnya yang ada bumi dengan bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian sda hayati serta keseimba … ngan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan manusia dinamkaan dengan .....

Tumbuhan yang bisa bertahan hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan yang lembab disebut .....

Unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk bahan fotosintesis dan didapat dari tanah yaitu .....

Tumbuhan hari pendek merupakan tumbuhan yang akan berbunga jika dalam sehari matahari bersinar selama .....

Umur pohon dapat dilihat dari garis-garis yang menunjukkan hasil kegiatan dari suatu masa pertumbuhan, garis-garis itu disebut.... ...

Terjadinya perubahan ukuran bentuk fisik makhluk hidup salah satunya diakibatkan oleh adanya faktor lingkungan. Akan tetapi perubahan tersebut tidak d … iikuti oleh keturunan pada generasi selanjutnya. Hal tersebut dikenal dengan istilah .....

Tanaman kelapa aren pinang dan lontar menunjukkan keanekaragaman pada tingkat .....

Untuk mempercepat penguapan air tumbuhan hidrofit umumnya mempunyai daun yang ......

Susunan anatomi batang berikut yang tidak dimiliki oleh tumbuhan dikotil adalah .....

Kesehatan Umum

dr. Valda Garcia, 21 Des 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Rokok mengandung ratusan bahkan ribuan zat yang berbahaya bagi kesehatan. Cari tahu apa saja zat berbahaya dalam rokok, agar Anda bisa lebih waspada.

Sebatang rokok yang kecil mengandung lebih dari 500 jenis bahan kimia. Ketika dibakar, zat yang terkandung dalam rokok dapat ‘beranak-pinak’ menjadi lebih dari 6000 jenis.

Sebagian di antara zat tersebut diketahui dapat menyebabkan penyakit kanker. Tak hanya itu, zat dalam rokok juga terbukti bisa memicu penyakit jantung, stroke, masalah pernapasan, gangguan penglihatan, dan kondisi fatal lainnya.

Mau tahu jenis racun dalam rokok yang bisa merusak tubuh apabila diisap? Berikut beberapa di antaranya:

Nikotin merupakan bahan yang membuat rokok bersifat adiktif. Pasalnya, senyawa ini bisa sampai ke otak hanya dalam waktu beberapa detik sejak diisap.

Nikotin dalam dalam jumlah besar dapat pula memperlambat pengiriman sinyal antara sel otak dan menyebabkan depresi. Senyawa berbahaya ini juga bisa meracuni pembuluh darah, jantung, dan merusak hormon tubuh.

Tahukah Anda, nikotin juga digunakan sebagai komponen pembuat racun serangga?

Artikel Lainnya: Dampak Merokok yang Bisa Merusak Penampilan

2. Aseton

Aseton adalah zat kimia yang terkandung dalam cairan pembersih kuteks. Bahan yang mudah terbakar ini juga digunakan sebagai komponen lem super.

Aseton sebenarnya dihasilkan oleh tubuh saat memecah lemak, dan dapat dikeluarkan melalui urine ataupun napas. Tapi, jika kadar aseton dalam tubuh berlebihan, maka akan berdampak negatif.

Gejala awal kadar aseton berlebih pada tubuh adalah sakit kepala, badan lemas, pusing, mual, muntah, serta iritasi hidung, mata, tenggorokan, dan kulit.

Amonia merupakan zat beracun yang merupakan komponen dari bahan pembersih, pemutih, dan deodoran. Dalam rokok, amonia berfungsi untuk meningkatkan kerja nikotin sehingga memiliki efek kecanduan lebih besar.

Racun dalam rokok yang satu ini dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, sehingga timbul gejala batuk dan nyeri tenggorokan. Senyawa ini juga dapat meningkatkan risiko pneumonia dan kanker paru.

4. Arsenik

Arsenik ialah bahan kimia yang terdapat di logam, tanah, dan biasa dimanfaatkan sebagai racun tikus. Senyawa berbahaya ini juga diketahui berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker paru, kulit, kandung kemih, hati, dan ginjal.

Arsenik dalam rokok bersumber dari pestisida yang digunakan oleh petani tembakau. Meskipun tembakau telah melalui proses pengolahan, senyawa ini tidak hilang sepenuhnya alias masih terdapat dalam asap rokok.

Kadmium adalah bahan yang terkandung dalam batu baterai. Senyawa ini juga digunakan dalam pembuatan plastik, kain, dan logam.

Paparan kadmium secara terus-menerus akibat aktivitas merokok dapat membuat senyawa ini menumpuk dan merusak jaringan paru-paru. Seiring waktu, kadmium juga bisa merusak ginjal, hati, tulang, dan darah.

Artikel Lainnya: Rokok Herbal Apakah Lebih Baik dari Rokok Tembakau?

6. Formaldehida

Formaldehida adalah zat yang umumnya digunakan untuk mencegah pembusukan pada jenazah. Senyawa ini juga digunakan dalam produksi lem dan bahan disinfektan.

Menghirup senyawa racun dalam rokok yang satu ini dapat menyebabkan iritasi pada sel dan saluran pernapasan. Selain itu, formaldehida juga berisiko menyebabkan kanker hidung, trakea, dan darah.

Tar merupakan senyawa berbahaya yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar aspal jalanan. Semakin lama rokok terbakar, semakin tinggi pula kandungan tar di dalamnya.

Tar adalah senyawa yang menyebabkan gigi perokok berwarna cokelat. Senyawa ini juga bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan kanker paru.

8. Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah zat yang ada di udara dengan jumlah bervariasi. Senyawa ini bisa berasal dari rokok, kendaraan, kompor, atau tungku.

Ketika karbon monoksida masuk ke saluran pernapasan, senyawa beracun ini akan mengikat hemoglobin dan menghasilkan karboksihemoglobin. Hal ini membuat kadar oksigen yang beredar ke seluruh tubuh berkurang.

Jika kadar karbon monoksida dalam darah mencapai lebih dari 1 persen, maka akan menimbulkan gejala berupa sakit kepala, cepat lelah, gangguan penglihatan, dan denyut jantung meningkat.

Artikel Lainnya: Dampak Memiliki Orang Tua Perokok pada Anak

Zat berbahaya dalam rokok yang selanjutnya adalah benzena. Senyawa ini adalah produk sampingan yang dihasilkan saat pembakaran. Dengan kata lain, senyawa tersebut terkandung dalam asap rokok yang bisa dihirup oleh semua orang.

Paparan benzena dalam jangka panjang dapat merusak sumsum tulang dan menyebabkan gangguan pada darah. Saat ini, benzena pun dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia alias kanker darah.

10. Hidrogen Sianida

Hidrogen sianida adalah gas beracun yang biasa digunakan untuk menghukum mati narapidana. Senyawa ini mempengaruhi sistem pernapasan dengan cara melekat pada silia, yaitu sel kecil berbentuk menyerupai rambut yang berfungsi menjaga saluran udara agar tetap bersih.

Selain mengganggu pernapasan, hidrogen sianida juga dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengganggu pertumbuhan janin pada ibu hamil.

Kandungan zat berbahaya lain yang terdapat di dalam rokok adalah asam asetat atau acetic acid. Zat ini juga dapat ditemukan di dalam cat rambut, lho!

Asam asetat yang ada di dalam rokok dapat mengganggu fungsi saluran pencernaan. Zat ini pun bisa menyebabkan perubahan keasaman darah yang bisa berdampak fatal.

Artikel Lainnya: Ini Bahayanya Jika Abu Rokok Kena Mata

12. Metanol

Metanol merupakan salah satu zat berbahaya yang dapat ditemukan di dalam rokok. Senyawa ini digunakan sebagai bahan bakar utama roket.

Paparan metanol secara berulang dapat meningkatkan risiko kebutaan. Paparan senyawa ini pun dihubungkan dengan peningkatan risiko kematian dini.

Toluene dapat ditemukan di dalam sebatang rokok. Senyawa ini merupakan bahan dasar cat.

Paparan toluene dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker. Senyawa ini pun disebut-sebut dapat memicu sakit kepala, halusinasi, mengganggu koordinasi tubuh, dan kejang.

14. Butane

Rokok mengandung butane, yang juga digunakan sebagai pemantik untuk cairan korek api.

Paparan butane secara berulang pada tubuh dapat meningkatkan risiko iritasi telinga dan mata. Zat ini pun disebut-sebut dapat bersifat karsinogenik sehingga bisa meningkatkan risiko kanker.

15. Furan

Furan juga termasuk salah satu zat racun yang terdapat dalam rokok. Senyawa ini dapat meningkatkan risiko penyakit hati (liver) dan tumor kantong empedu, khususnya jika terjadi paparan secara berulang atau dalam jangka waktu lama.

Itulah sebagian kecil zat berbahaya dalam rokok yang dapat merusak tubuh. Tak hanya bagi perokok, zat tersebut juga dapat memberikan pengaruh buruk pada anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang berada di sekitarnya.

Mengingat bahayanya, Anda sebaiknya segera berhenti merokok dan menjauhi paparan asapnya yang mungkin berasa dari orang sekitar. Jika butuh bantuan meninggalkan kebiasaan merokok, berkonsultasilah lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

Ketahui juga seberapa ketergantungan Anda dengan rokok lewat Health Tools Cek Kadar Ketergantungan Nikotin.

(NB/JKT)