Maret & Random

March 17, 2016

Ngerandom aja yuk..

Second Chance

Second chance di Fox Channel ini rasanya jadi bahan feedback juga untuk diri sendiri. Ada yang tau dengan film ini? Kisah seorang ayah yang udah berusia lanjut dengan cucu perempuannya yang cukup perhatian padanya. Kisah American science fiction ini mengangkat cerita tentang seorang mantan sherrif berusia 75 tahun bernama Jimmy Pritchard. Jimmy dibunuh dua orang yang datang mendobrak paksa rumah anak Jimmy Pritchard, kematiannya terkesan rahasia, karena Jimmy yang sudah tak bernyawa itu segera diambil oleh ada wanita dan pria (Otto dan Marry). Dua orang genius technology, kaya raya, yang menemukan kotak besar seperti akuarium yang bisa membangkitkan sel – sel tubuh yang udah mati menjadi hidup kembali. Jimmy Pritchard dimasukkan kedalam akuarium raksasa tersebut dalam jangka waktu tertentu, perlahan – lahan tubuhnya yang menua kembali muda dan gagah. Kehidupan kedua bagi Jimmy Pritchard digunakan untuk menegakkan keadilan, salah satunya dia mengetahui bahwa pembunuh dirinya adalah salah satu partner kerja anaknya di FBI, John Strayburn.
Sel Jimmy Pritchard mempunyai keistimewaan yang digunakan Marry untuk mengobati kankernya, jadi entah bagaimana caranya mereka menggunakan alat untuk bertukar sel. Jimmy Pritchard di dalam kehidupan keduanya ini dipenuhi dengan kegiatannya sebagai seorang sherrif yang kadangkala membantu pekerjaan anaknya, tapi karena pada dasarnya ia sudah wafat, jadi ada saatnya dia harus kembali pada tank atau akuarium raksasa yang membantu sel – sel tubuhnya tetap hidup.

Cerita ini awalnya bikin aku penasaran, tapi karena jadwal filmnya malam banget, atau malah kadang pagi – pagi yang gak mungkin bisa ditonton, jadi ya gitu deh.. belum tau lagi gimana kelanjutan ceritanya.
Film ini sebenarnya terdengar mustahil ya.. mana mungkin ada seseorang yang sudah pergi untuk selamanya bisa kembali lagi hanya karena sebuah alat besar, hehe.. tapi tau gak? Dari Film ini juga bagiku merupakan feedback yang cukup jelas, yaitu selama masih bisa menjalani hidup ini dengan baik, ya jalani juga dengan yang baik – baik. Pengen tau ada hubungan apa dengan feedback dari Serial Second Chance dan ceritaku selanjutnya? Silahkan jalan – jalan lagi dengan meng-scroll down tulisan ini. *sambil suguhin kopi hangat dan cookies.

Banyak hal yang terjadi tak terduga selama bulan Maret ini. Awal bulan Aya sakit, tiba – tiba asmanya kambuh, jadi dipastikan butuh inhalasi dan beberapa obat supaya nafasnya lancar. Setelah Aya sembuh, malah Fa yang kena sesak nafas juga, begitulah memang ya.. kehidupan kakak beradik, salah satu sakit, yang lain bisa kena alias ketularan. Selain itu ada berita duka juga yang terjadi yang sangat meninggalkan kesedihan bagi kami.

Ke dokter sampai 3x!

Siapa duga ternyata Fa mengalami sakit dua kali dalam bulan ini, selama hampir tiga minggu dipusingkan dengan sakitnya, rasanya sesak nafasnya udah sembuh, dan sekarang sakit pada perutnya. Aku pikir hanya sakit perut biasa, jadi paling – paling kasih minyak telon, minum hangat, makan yang banyak, kasih vitamin selesai. Eh gak taunya gak cukup kalau Cuma begitu, makin kesini kok ngeluh sakit perut? Ditambah lagi sempat demam.. bisa dibayangkan ini pikiran udah kalut kemana – kemana. Bulan ini seperti lagi musim DBD dan typus, udah ada beberapa yang kena disekitarku dan harus di opname, ya Tuhan… pikiran ini udah gak karuan gak enak, udah ke dokter harus pake test urin lah, udah gitu test darah juga. Alhamdulillah sih.. demamnya sembuh, tapi perutnya masih sakit, kenapa? Kenapa? Kenapa kakak? Gak puas soalnya lihat kondisi Fa masih lemes aja bawaannya.
Sabtu lalu ( 12 Maret 2016), memutuskanlah ke Hermina lagi, tapi dokternya ganti ( jadi ini ke dokter yang ke 3 kali). Aku harus ke dokter Prof Agus, aku pikir.. karena yang aku baca dari hasil browsing di internet dia adalah spesialisasi pencernaan. Mungkin bagi yang lain udah tau sama dokter ramah tersebut ya? Aku aja yang baru pertama kali ke Dokter Agus. Tapi jalan nuju Hermina di Jl. Kemakmuran Bekasi itu udah gak se simple dulu lagi, sekarang jalan kearah Hermina ditutup, jadi muter dulu sampe tembus Bulan – Bulan Bekasi, macetnya itu yang gak nahan, kalau Cuma muter sih ga masalah, tapi mengalami macet yang cukup panjang pada waktu kondisi anak sakit, itu sungguh gak tega :(, Kenapa bisa jalan arah ke rumah sakit ditutup? Apalagi pada tanggal 12 itu Bekasi lagi ulang tahun, jadi lagi rame banget pawai sekeliling jalan, lengkaplah sudah macet panjang ini. Pas udah sampe di Rumah Sakit, pendaftaran udah tutup, padahal jam praktek masih ada satu jam lagi. Setelah Tanya suster di bagian pendaftaran, pendaftaran Dokter Agus ini dilakukan bisa dua atau tiga jam sebelum waktu praktek dokter dimulai, O ya ampun… antrian yang mengular banget dong ya? Ya baiklah.. aku daftar aja dulu untuk hari senin, sip.. lumayan, dapat nomor 7

Dan eng .. ing.. eng… senin pun tiba..

Dan tau gak sih? Nomor antrian 7 itu gak berlaku .. hahaha.. harus antri lagi, baguslah jam 14.00 aku udah di Hermina, tapi aku kalah cepat, malah ada yang udah datang jam 12.00. Eh gak pengaruh juga lhoo… kalau belum ikut antrian jam 15.00 dianggap gak serius ke dokter, jadi pas jam 14.30 para pasien itupun, termasuk aku, berbondong – bondong antri supaya dapat nomor muda. Dan itupun gak langsung dibuka , karena belum jam 15.00, mulai senin kemarin itu ada peraturan baru untuk pendaftaran ke Dokter Agus. Selama antri ambil nomor, sekalianlah yaa.. kenalan dan ngobrol – ngobrol dulu sama emak yang baris didepanku, dan dibelakangku. Nah.. siibu yang baris didepanku ini ke dokter Agus karena rujukan dari Rumah Sakit **tra, alasannya karena si anak udah diare 3 minggu gak sembuh juga, dan sebelumnya anaknya juga ke DBD. Sangking ramenya yang kena DB dan typus, si ibu sempat mau booking kamar rumah sakit di Depok, Kelapa Gading, Cibubur, dan semuanya penuh.. hebat banget yaa ini semua bisa full book gitu.. kalah sama nyamuk dan typus kah?

Cerita ibu muda dibelakangku ini beda lagi, anaknya masih usia 1 tahun 10 bulan, seperti suatu sugesti harus berobat di dokter Agus kalau anak sakit, eh tapi aku juga denger – denger pasien lainnya pun seperti itu, alasannya mereka rela antri panjang sehari penuh itu karena gak pengen anak kena percobaan kelinci obat – obatan lain yang belum tentu cocok untuk anak, kebetulan dokter Agus selalu kasih obat yang langsung mujarab. Singkat cerita, rasanya keputusan berobat di dokter Agus adalah tepat walau jam 16.00 harus antri lagi ambil nomor hasil print out, yang artinya nomor yang tadi kita ambil untuk sementara aja, belum fix karena nama kita belum terdaftar di computer, jadilah jam 16.00 antri. Dan memang tepat waktu, jam 17.00 dokter udah siap mengobati pasiennya. Hebat yaa.. akhirnya tetep dong nunggu gak kemana – mana, takut kecoret dianggap batal kalau pas udah dipanggil dokter kita gak ada, sayang aja antri udah dari siang tadi.
Alhamdulillah.. Fa juga cocok sama obat hasil diagnose Dr. Agus, dua hari setelah berobat Fa jadi lahap makan, walopun masih pake rayuan, tapi setidaknya makanan yang ada dipiring abis, biasanya susah banget mau abis. Dan ini bikin aku jingkrak – jingkrak kesenengan hahaha.. Jadi nurutin saran dokter dulu deh, disuruh balik lagi control dua minggu lagi, berharap banget Fa lebih gampang makannya.

Selama antri nunggu obat, waktu udah menunjukkan jam setengah 6 sore, Fa udah kelelahan, dan dia ketiduran dipangkuanku, mendadak ada seorang nenek yang duduk dihadapanku, aku Tanya dia siapa yang berobat, ternyata yang berobat dirinya sendiri, dia kena kanker serviks, hiks.. sedihnya.. sedikit banyak dia cerita bagaimana perjuangan dia selama mengetahui dirinya terkena kanker serviks. Jadi dia itu sebenarnya tinggal di Manado, karena anak – anaknya nyebar.. ada yang di Palu, dan dua tinggal di Jakarta dan Bekasi, kebetulan anaknya tiga orang dan laki – laki semua. Nenek pun bercerita kalau dirinya selama ini udah sering disarankan operasi, tapi karena merasa udah usia lanjut, operasi hanya memperparah keadaannya, jadi dia hanya minum herbal dan berencana ikut kemoterapi, tapi dari ceritanya diapun sepertinya gak tau akan ikut kemoterapi atau gak. Nenek tersebut dapat cerita dari beberapa temannya yang kena kanker, kalau kita gak kuat dengan kemoterapi bisa mengalami mual, ditambah lagi kerontokkan pada rambut. Duh.. aku ngilu dengarnya.. berharap agak nenek cepat sembuh. See.. buat yang masih sanggup bisa vaksin kanker serviks rasanya gak buruk juga ya ikutan vaksin, tapi aku sendiri juga masih takut kalau vaksin kanker serviks 🙁

Berenang penuh kejutan

Seperti yang pernah aku ceritakan kalau aku harus berenang rutin demi terapi tulang belakang. Jadi kejadian ini baru aja terjadi tadi siang, badanku ini udah gak kuat sakitnya, butuh deh yang namanya jadi manusia air kolam renang untuk sementara.

Singkatnya..
Karena renangnya siang.. kebayang itu matahari bersinar cerah banget, udah sempat pengen batalin karena aku gak mau kulitku jadi gosong kakak.. hahaha.. tapi langkah kaki tetep aja menuju kolam renang, karena aku lagi butuh banget sebagai pengganti terapy bagiku.
Ketika baru pertama datang, aku lihat para ABG dengan logat bicara daerah Batak yang kental, mereka bergerombol cowok dan cewek. Aku lihat sih mereka udah mulai selesai renang, para ceweknya malah udah rapi dengan pakaian bersih sambil menyisir rambut mereka. Tapi para cowok sebagian masih ada yang berenang, sebagian lagi udah rapi mau pulang. Tiba – tiba aku ingat tas kresek, aku bawa gak ya? Karena berguna untuk pakaian renang yang basah setelah renang nanti. Eh tiba – tiba ada yang berteriak
“ Lihat ada yang tenggelam!”
Aku pun berkilah dalam hati, “ah.. paling juga Cuma bercanda..” teman – temannya yang lainpun awalnya tidak bereaksi apapun.. tapi sekali lagi remaja cowok itu berteriak lagi sambil menunjukkan seseorang di dasar air.
“ beneran itu ada orang tenggelam!” Nadanya terdengar serius, tiba – tiba aja salah satu dari mereka nyemplung dan langsung menolong ABG cowok dengan kaos putih yang tenggelam itu.Tubuhnya mulai membiru, telapak kakinya pucat. Aku melihatnya dari sebrang karena memang sejak awal posisiku disebrang mereka, tapi jaraknya lumayan dekat. Aku pun duduk lunglai, lemesss banget.. anak cowok itu tenggelam dan udah gak berdaya, semua berusaha menyelamatkan, entahlah.. apakah dia masih bisa diselematkan atau gak, dia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Aku pun berpikir ada apa? Dan kenapa bisa tenggelam.
Setelah lama melihat mereka heboh karena penemuan sosok ABG cowok tenggelam itu, aku pun bingung… mau berenang atau gak.. aku takut.. tapi aku butuh Karena badanku udah mulai sakit – sakit.. hiks.. gimana ini? Kolam renang juga mulai sepi, tinggal aku sendiri. Ya udah lah.. aku udah terlanjur datang kesini, pikirku.. aku masih berpikir positif kalau anak ABG tadi masih bisa diselamatkan, dengan penuh doa di dalam hati aku pun berenang di tempat yang rendah ( eh tapi emang kok.. aku ini paling takut renang di tempat yang dalam, haha.. jadi selama ini renang gak pernah renang di tempat yang dalam. Kedalaman 1,5 m aja deh rasanya udah cukup). Jadilah aku cukup renang bolak balik ditempat anak – anak, abis kejadian tadi siapa yang berani ke tempat 2 meter itu?. Mendadak ada ibu – ibu nyapa aku, dia ngingetin supaya aku jangan berenang dulu di tempat yang dalam, oh.. tentu aja… aku gak berani kok bu.. hahahaha… cukup disini aja.. :p hehe..
Lumayan deh.. 45 menit tanpa henti aku renang, tubuh udah ngerasa bugar lagi :D. So.. gimana kelanjutan cerita anak tadi? Aku kepo dong.. aku Tanya ke ibu yang menyapa aku tadi. Ternyata singkat cerita, mereka gerombolan ABG Batak itu abis ikut prosesi pembaptisan, mereka semua ada 4 rombongan, nah.. rombongan yang aku lihat itu rombongan yang terakhir, tapi justru ABG yang tenggelam tadi rombongan mereka sebelumnya, lho kok bisa pada gak tau ya?? *tutupmata. Dan denger – denger lagi.. si anak yang tenggelam itu punya riwayat sakit epilepsi. Lho? Kok bisa orang tuanya gak kasih tau? Dan dia juga gak kasih tau kalau dia punya sakit epilepsy. Kayaknya peringatan banget untuk semuanya, baik pemilik kolam renang sebaiknya tetap ada save guard yang mendampingi, karena walaupun yang berenang udah ABG, anak kecil, orang dewasa sekalipun tetap harus ada pengawasan ketat dari pihak kolam renang, namanya juga kolam renang.. tetep aja penuh resiko ya..

beautiful-cute-flowers-nature-photography-favim-com-112090_largeSource : from here

Kedua, buat para orang tua hati – hati kalau anaknya ada riwayat sakit epilepsy, jantung, asma.. kalau berenang ya kudu wajiblah kasih tau ke pengawasnya kalau anaknya lebih dijaga karena ada riwayat sakit, ingetin juga ke anak (apalagi kalau anaknya udah gede) ingetin supaya lebih mawas diri, karena ada sakit, mau berenang jangan di tempat dalam, atau di tempat renang yang rendah aja, kalau bisa ga usah lama – lama renangnya. Gak usah malu dikatain teman lainnya, ya abis gimana lagi? Namanya juga punya sakit, siapa yang mau sebenarnya kan? Tapi untuk saling menjaga lebih baik berhati – hati.

Intinya sih.. lebih banyak bersyukur aja, lebih mendekatkan diri juga pada yang Kuasa, semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan yaa…

Bless, Caring, and Love.

1 people reacted on this

Leave a Reply