Panjang benda dari hasil pengukuran yang benar adalah

1. Seorang siswa melakukan pengukuran panjang sebuah benda dengan menggunakan jangka sorong. skala hasil pengukuran tersebut ditunjukkan pada gambar. panjang benda tersebut adalah .....
[UN 2011-2012] 


A. 33,2 mm B. 34,2 mm C. 35,3 mm D. 37,3 mm E. 38,2 mm

Jawaban:

Skala Utama = 3,3 cm = 33 mm Skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah skala ke-2 dengan jumlah skala nonius sebanyak 10 skala, maka:

Skala Nonius = [2/10] mm = 0,2 mm


Hasil pengukuran = SU + SN = 33 mm + 0,2 mm = 33,2 mm
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Sebuah jangka sorong digunakan untuk mengukur garis tengah silinder aluminium seperti gambar dibawah ini. Hasil pengukurannya adalah .....

[UN 2012-2013]



A. 22,40 mm B. 22,50 mm C. 25,10 mm D. 27,20 mm E. 27,50 mm

Jawaban:

Skala Utama = 2,7 cm = 27 mm Skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah skala ke-5 dengan jumlah skala nonius sebanyak 10 skala, maka:

Skala Nonius = [5/10] mm = 0,5 mm


Hasil pengukuran = SU + SN = 27 mm + 0,5 mm = 27,50 mm

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


3.Gambar disanping merupakan hasil pengukuran diameter silinder logam dengan mikrometer sekrup. Laporan yang dituliskan adalah ...... [UN 2010-2011] A. 1,27 mm B. 2,27 mm C. 2,72 mm D. 2,77 mm E. 3,85 mm

Jawaban:

Skala Utama = 2,50 mm Skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah skala ke-27 , maka: Skala Nonius = 0,27 mm

Hasil pengukuran = SU + SN = 2,50 mm + 0,27 mm = 2,77 mm


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
4. Pengukuran diameter kawat dengan mikrometer sekrup adalah 2, 48 mm. Gambar yang sesuai dengan hasil pengukuran tersebut adalah ..... [UN 2014-2015]


Jawaban: Hasil pengukuran yang menunjukkan nilai 2,48 mm pada mikrometer sekrup yang tepat adalah gambar bagian C.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5. Pengukuran tebal sebuah buku dengan menggunakan mikrometer sekrup diperoleh hasil 3,47 mm. Manakah gambar dibawah ini yang menunjukkan pengukuran tebal buku yang benar?

[UN 2015-2016]



Jawaban: Hasil pengukuran yang menunjukkan nilai 3,47 mm pada mikrometer sekrup yang tepat adalah gambar bagian D.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



6. Seorang siswa melakukan pengukuran sebuah benda dengan menggunakan neraca Ohauss dengan skala ditunjukkan pada gambar disamping. Hasil pengukuran massa benda tersebut adalah ....... [UN 2013-2014] A. 3754 gram B. 754,3 gram C. 547,3 gram D. 375,4 gram E. 37,54 gram

Jawaban:

Skala Lengan 1 = 300 gram Skala lengan 2 = 70 gram Skala lengan 3 = 5,4 gram

Hasil pengukuran = 300 gram + 70 gram + 5,4 gram = 375,4 gram


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 


Mikrometer sekrup adalah alat pengukuran yang terdiri dari sekrup terkalibrasi dan memiliki tingkat kepresisian 0.01 mm [10-5 m]. Alat ini ditemukan pertama kali oleh Willaim Gascoigne pada abad ke-17 karena dibutuhkan alat yang lebih presisi dari jangka sorong. Penggunaan pertamanya adalah untuk mengukur jarak sudut antar bintang-bintang dan ukuran benda-benda luar angkasa dari teleskop.

Meskipun mengandung kata “mikro”, alat ini tidak tepat digunakan untuk menghitung benda dengan skala mikrometer. Kata “mikro” pada alat ini diambil dari Bahasa Yunani micros yang berarti “kecil”, bukan skala mikro yang berarti 10-6.

Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Metode Ilmiah
Termodinamika

Bagian-bagian Mikrometer Sekrup

Sumber gambar: wikipedia.org

Bagian poros yang tidak bergerak. Objek yang ingin diukur ditempelkan di bagian ini dan bagian poros geser didekatkan untuk menjepit objek tersebut.

Poros bergerak berbentuk komponen silindris yang digerakkan oleh thimble.

Bagian yang dapat digunakan untuk mengunci pergerakan poros geser.

Bagian statis berbentuk lingkaran yang merupakan tempat ditulisnya skala pengukuran. Terdapat dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius.

Bagian yang dapat digerakkan oleh tangan penggunanya.

Bagian yang dapat membantu menggerakkan poros geser dengan pergerakan lebih perlahan dibanding menggerakkan thimble.

Komponen berbentuk C yang menyatukan poros tetap dan komponen-komponen lain mikrometer sekrup. Rangka mikrometer sekrup dibuat tebal agar kokoh dan mampu menjaga objek pengukuran tidak bergerak, bergesar, atau berubah bentuk.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

Prinsip kerja mikrometer sekrup adalah menggunakan suatu sekrup untuk memperbesar jarak yang terlalu kecil untuk diukur secara langsung menjadi putaran suatu sekrup lain yang lebih besar dan dapat dilihat skalanya.

Cara menggunakan mikrometer sekrup adalah:

  1. Objek yang ingin diukur diletakkan menempel dengan bagian poros tetap.
  2. Setelah itu, bagian thimble diputar hingga objek terjepit oleh poros tetap dan poros geser.
  3. Bagian ratchet dapat diputar untuk menghasilkan perhitungan yang lebih presisi dengan menggerakkan poros geser secara perlahan.
  4. Setelah yakin bahwa objek benar-benar terjepit diantara kedua poros, hasil pengukuran dapat dibaca di skala utama dan skala nonius.

Cara Membaca Mikrometer Sekrup

Pembacaan mikrometer sekrup dilakukan pada dua bagian, yaitu di skala utama dan di skala nonius atau Vernier. Skala utama dapat dibaca di bagian sleeve dan skala nonius dapat dibaca di bagian thimble.

Sumber gambar: miniphysics.com

Pada contoh pengukuran di atas, cara membaca mikrometer sekrup tersebut adalah:

  • Untuk skala utama, dapat dilihat bahwa posisi thimble telah melewati angka “5” di bagian atas, dan pada bagian bawah garis horizontal telah melewati 1 strip. 0.5mm. Artinya, pada bagian ini didapat hasil pengukuran 5 + 0.5 mm = 5.5 mm. Pengukuran juga dapat dilakukan dengan prinsip bahwa setiap 1 strip menandakan jarak 0.5mm. Dikarenakan terlewati 5 strip di atas garis horizontal dan 6 strip di bawah garis horizontal, maka total jarak adalah [5+6] x 0.5mm = 5.5mm
  • Pada bagian kedua, terlihat garis horizontal di skala utama berhimpit dengan angka 28 di skala nonius. Artinya, pada skala nonius didapatkan tambahan panjang 0.28mm
  • Maka, hasil akhir pengukuran mikrometer sekrup pada contoh ini adalah 5.5 + 0.28 = 5.78mm. Hasil ini memiliki ketelitian sebesar 0.01 mm.

Fungsi Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup pada umumnya digunakan untuk mengukur diameter atau ketebalan suatu benda yang ukurannya kecil. Seperti dijelaskan sebelumnya, alat ini memiliki kepresisian 10x lipat dari jangka sorong sehingga dapat mengukur benda yang lebih kecil tepatnya pada ketelitian 0,01 mm.

Penggunaan alat ini untuk mengukur panjang benda kurang umum digunakan, karena umumnya panjang benda masih dapat diukur dengan baik di tingkat kepresisian 1 mm dan 0,1 mm, dimana masing-masing tingkat kepresisian dimiliki oleh penggaris dan jangka sorong.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup dan Pembahasan

Contoh Soal 1:

Jika pada suatu pengukuran didapatkan gambar skala utama dan skala nonius sebagai berikut, berapa panjang dari benda yang diukur?

Jawaban

Skala utama = 4 mm

Skala nonius = 0,30 mm

Maka, hasil pengukuran = Skala utama + skala nonius = 4 +0,3 = 4,30 mm

Contoh Soal 2:

Berapa ketebalan kawat tembaga yang diukur dengan mikrometer sekrup berikut?

Jawaban

Skala utama = 1,5 mm

Skala nonius = 0,30 mm

Maka, hasil pengukuran = Skala utama + skala nonius = 1,5 + 0,3 = 1,80 mm.

Kontributor: Adi Nugroho, S.T.
Alumni Teknik Elektro UI

Materi StudioBelajar.com lainnya:

  1. Hukum Ohm
  2. Tata Surya
  3. Listrik Statis

Video yang berhubungan

Bài Viết Liên Quan

Bài mới nhất

Chủ Đề