Si hitam Dari Hutan Bawa Manfaat Walaupun Memabukkan

February 17, 2020

Gambaran hutan yang baik adalah terdiri beragam pepohonan, dan mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di luarnya. (Wikipedia/PIC by Unsplash)

Bicara tentang hutan, sebenarnya sejak kecil aku akrab dengan hutan, eh maksudnya gimana? Bukan.. bukan manusia yang biasa tinggal di hutan seperti Tarzan lhoo, dan bukan juga hidup dalam dunia bermain di hutan seperti Christopher Robin di film Winnie The Pooh hehe, tapi maksudnya karena ayahku kerja di dunia pepohonan alias Kehutanan. Jadi ketika kecil sempatlah aku tinggal di tempat tinggal yang penuh pepohonan di sana – sini, tapi apakah itu udah cukup dibilang tinggal di hutan? Tentu aja gak, karena pohon yang ditanam terpisah – pisah, karena kompleks itu sendiri terdapat beberapa rumah dan bangunan perkantoran di sekitar pepohonan. Padahal yang di sebut hutan itu adalah setiap pohon berkayu (kumpulan pohon) yang ditanam bergerombol, jadi kalau cuma ditanam satu atau dua pohon aja belum bisa dikatakan hutan.

Aku inget waktu itu pepohonan yang aku temui macam – macam, pohon belimbing wuluh, pohon cemara, dan banyak lagi, maaf aku gak inget waktu itu pohon apa aja, soalnya dunia waktu kecil hanya bermain, dan manjatin pohon – pohon yang bisa di panjat hahaha.. tapi seiring waktu berjalan, makin ngerti deh kalau hutan itu manfaatnya banyak banget, yaitu hutan sebagai fondasi sistem kehidupan, juga termasuk hutan sebagai sumber pangan. Dengan kata lain hutan bisa untuk kehidupan, industri kayu, buah – buahan, pariwisata, dan lain – lain, sehingga bisa tercipta hutan lestari yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berhubung lagi ngomongin hutan, dan hutan bisa dikatakan sebagai sumber pangan juga, nah.. gak jauh – jauh dari makanan kan ini pastinya? Hahaha.. gak percaya?

Coba kita cek dulu ya..

Hutan itu sebenarnya kan terdiri dari banyak pohon, jadi pohon yang ditanam sebenarnya beragam, bisa pohon yang menghasilkan buah – buahan, pohon yang menghasilkan bahan untuk memasak, atau bahkan jika dicampur juga dengan tanaman perdu, itulah disebut hutan.

Nah, kebetulan nih, kemarin di rumah lagi masak rawon, siapa yang gak kenal rawon? Masakan dari Jawa Timur dengan kuah khasnya berwarna hitam yang berasal dari kluwek, dan tahu dong? Kalau kluwek ini berasal dari pohon kluwek yang terdapat juga di hutan. Kluwek yang berwarna hitam dengan rasanya ada yang pahit ini ternyata mengandung banyak manfaat, mulai dari daun, buah, biji, batang, hingga kulit kayu semuanya bermanfaat. Mengandung vitamin dan mineral, terdapat juga nutrisi, zat besi, fosfor. Bermanfaat juga sebagai penghambat kualitas sperma pada Tikus, jadi cocok banget ini untuk mengurangi tikus yang menganggu. Selain itu kluwek juga terkenal sebagai pengawet ikan dan daging, lebih ekonomis dan lebih aman dibandingkan menggunakan formalin, biasanya para nelayan yang menggunakan kluwek sebagai pengawet. Fungsi kluwek juga membantu menghilangkan penyakit kulit. Ada lagi nih manfaat kluwek, yaitu sebagai obat cacing dan luka bakar, bisa juga dijadikan minyak sebagai pengganti minyak kelapa, kayunya bisa digunakan sebagai batang korek api. Manfaat lainnya kluwek bisa sebagai pengganti fermentasi dalam pembuatan kecap.

Nah ini proses milih kluwek yang bagus untuk rawon, setelah itu dikeprek, siap untuk dijadikan bahan masak rawon.
Kluwek udah dihaluskan, dan siap di campur dengan bumbu lainnya.

Kluwek sebagai bahan masakan, contoh selain rawon, ada juga di daerah Kuningan – Jawa Barat dinamakan Semur Pucung, di Betawi terkenal dengan nama Gabus Pucung, di Jawa Tengah juga ada lhoo masakan dengan menggunakan kluwek yang dinamakan Brongkos, Sop Konro dari Makasar juga menggunakan kluwek.

Ada lagi yang bisa nambahin resep nusantara berbahan dasar kluwek ini?

Banyak banget manfaat kluwek sehingga cocok dibudidayakan, tapi kluwek juga mengandung Asam Sianida yang berkonsentrat tinggi, itulah mengapa kluwek juga disebut kepayang dan muncul istilah mabuk kepayang, Sebaiknya sebelum dimanfaatkan direndam dulu untuk menghilangkan racun Asam Sianida ini, tapi jangan khawatir, kemarin sebelum masak rawon aku sempat icip sedikit kok rasa kluwek setelah dikeprek, ada yang pahit, ada juga yang hambar (gak ada rasa), kluwek yang rasanya pahit dan beratnya agak ringan justru kualitasnya kurang bagus untuk masak rawon, jadi aku icip kluwek mentah tersebut cukup sedikit aja, selain rasanya kurang enak, kebanyakan kluwek mentah khawatir malah memabukkan hihihi.

Rawon siap disantap, tapi aku masak bukan edisi komplit ini ya.. hahaha.. harusnya sih ada toge kecil – kecilnya, telur asin, sambal, kerupuk.. hmm… nyam! udah ga sabar pengen makan hahaha…

Kluwek ini baru salah satu contoh bahan dasar untuk makanan, bayangkan baru kluwek aja manfaatnya banyak banget, pastinya masih banyak lagi hasil tanaman dari hutan dengan berjuta manfaatnya. Sayangi hutan kita, penanaman kembali memang perlu dilakukan oleh semua pihak yang bertujuan memberi manfaat perlindungan keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan hutan tetap lestari dan berkelanjutan bermanfaat bagi masyarakat, WALHI (Wahana Lingkungan Indonesia) sebagai organisasi lingkungan hidup independen non-profit turut serta mengawasi pembangunan suatu tatanan sosial, ekonomi, dan politik yang adil dan demokratis. Walhi membantu dapat menjamin hak – hak rakyat atas sumber – sumber kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat. Mau ikut berperan serta mengelola pemeliharaan lingkungan? Gabung aja di Walhi :).

1 people reacted on this

Leave a Reply