Tuliskan masing-masing 2 contoh hak dan kewajiban di rumah

Pelajaran mengenai hak dan kewajiban anak di rumah, sudah sepantasnya diberikan saat mereka masih usia dini.

Sama pentingnya dengan hak dan kewajiban anak di sekolah, di rumah pun anak perlu menerapkan yang menjadi hak dan kewajibannya.

Kalau dari pengertiannya, hak dan kewajiban memegang peranan yang berbeda.

Hak adalah sesuatu yang wajib didapatkan setiap individu, sementara kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.

Namun, seperti timbangan, hak dan kewajiban haruslah berjalan seimbang.

Baca juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Emosi Anak, Apa Saja Ya?

Hak Anak di Rumah

Foto: freepik.com

Saat di rumah, Moms dan Dads wajib memenuhi hak Si Kecil.

Pentingnya peran keluarga dan semua orang yang ada di rumah dapat mendukung perkembangan anak secara optimal.

Dalam penerapannya, berikut beberapa hak anak di rumah yang perlu orang tua penuhi.

1. Kebutuhan Pokok Terpenuhi

Memenuhi kebutuhan anak adalah tanggung jawab dari orang tua yang wajib dilakukan.

Kebutuhan tersebut terdiri dari sandang, pangan, dan papan. Ketiganya harus dipenuhi oleh kedua orang tua.

Saat berencana memiliki anak, Moms dan Dads seharusnya sudah siap memberi semua kebutuhan pokok. Untuk itu, usahakan untuk selalu memberi yang terbaik bagi mereka.

2. Mendapat Kasih Sayang dan Perhatian dari Orang Tua

Kasih sayang orang tua menjadi hak yang perlu didapat Si Kecil. Terkesan sepele, namun hal ini justru menjadi dasar dari kebutuhannya.

Tanpa kasih sayang kedua orang tua, perkembangan Si Kecil akan kurang optimal.

Sebab, ketika anak mendapatkan kasih sayang tersebut, mereka akan merasa dianggap sepenuhnya dan dicintai.

Anak yang kurang kasih sayang dari orang tuanya cenderung sulit mengatur emosi, bahkan jadi tidak mempunyai rasa percaya diri.

Mereka merasa lebih bebas dan tidak terkontrol karena seolah perlu mencari kasih sayang dari yang lain.

Bentuk kasih sayang kepada anak bisa beragam bentuknya, seperti:

  • Pelukan
  • Pengungkapkan kalimat sayang
  • Ciuman

Sesibuk apapun aktivitas Moms dan Dads, sempatkanlah untuk sekadar menanyakan keseharian Si Kecil.

Jangan juga membeda-bedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Jadi Anak Termuda, Ini Tanggung Jawab Adik di Rumah

3. Mendapatkan Perlindungan dari Kekerasan

Sudah sepatutnya Si Kecil mendapatkan keamanan dan perlindungan dari kedua orang tuanya.

Hak tersebut bisa berupa larangan yang mungkin berpotensi membahayakan Si Kecil.

Misalnya, seperti melarang Si Kecil untuk keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Selain itu, dengan mengontrol emosi kepada sifat anak nakal juga merupakan bentuk perlindungan orang tua.

Menurut World Health Organization [WHO], pada tahun 2000 sekitar 57.000 kematian dalam keluarga disebabkan pembunuhan anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Jangan sampai, emosi orang tua yang tidak terkontrol menimbulkan kekerasan pada anak.

Bukan hanya mencelakakan psikisnya, kekerasan juga menimbulkan trauma bagi Si Kecil.

Trauma tersebut bisa tumbuh menjadi dendam dan saat menginjak dewasa, mereka melakukan kekerasan itu saat menginjak dewasa.

Didiklah Si Kecil dengan penuh kesabaran dan dengan cara yang benar.

Baca juga: Jika Dibiasakan, Ini 12 Dampak Negatif Televisi bagi Anak

4. Mendapat Pelajaran Hidup dan Bimbingan Belajar

Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak dan cara mendidik Moms dan Dads kepada Si Kecil akan sangat memengaruhi pertumbuhannya.

Setiap orang tua perlu mengajarkan anak untuk membaca, menulis, dan juga berhitung.

Lalu, saat mereka merasa kesulitan ketika mengerjakan PR atau memahami pelajaran, bantulah mereka.

Begitu pula dengan pelajaran hidup. Sebagai orang tua, sangat penting untuk diingat bahwa tidak ada anak yang sempurna.

Semua tentu sudah tahu bahwa setiap individu memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara menerima perbedaan tersebut.

Sebagai orang tua, Moms dan Dads perlu menerima kekurangan Si Kecil. Tidak perlu menghakimi dan membandingkannya dengan anak lain.

5. Hak Bermain dan Mengembangkan Diri

Setiap anak berhak untuk bermain dan beraktivitas. Dengan bermain, Si Kecil bisa mempelajari hal-hal yang ada di sekitarnya.

Jika perlu, Moms dan Dads temani Si Kecil saat bermain. Hal ini bisa membangun bonding antara orang tua dengan anak.

Orang tua juga perlu mendukung semua cita-cita dan bakat anak. Misalnya anak memiliki bakat dan minat di bidang masak, maka dukung mereka untuk mewujudkannya.

Baca juga: 8 Permainan Tradisional Anak yang Seru dan Mendidik untuk Dilakukan di Rumah

Kewajiban Anak di Rumah

Foto: freepik.com

Setelah orang tua memenuhi hak anak di rumah, kini saatnya anak yang memenuhi kewajibannya.

Sangat penting mengenalkan kewajiban kepada Si Kecil sejak usida dini agar dirinya merasa mendapat pelajaran berharga dan tidak akan salah arah.

Juga untuk memahami arti tanggung jawab. Menurut UNICEF, berikut adalah beberapa kewajiban anak di rumah.

1. Berbakti kepada Orang Tua dan Menghormati Orang Lain

Kewajiban anak di rumah yang utama adalah berbakti dan mentaati peraturan yang sudah disepakati di rumah.

Hal ini sudah sepatutnya dilakukan Si Kecil agar bisa menjadi pribadi yang hormat kepada orang yang lebih tua.

Salah satu bakti kepada orang tua adalah dengan berkata jujur kepada mereka.

Di saat Si Kecil terbiasa berbakti kepada orang tua, hal ini akan menimbulkan sopan santun dan ramah tamah kepada orang lain.

Sikap ramah ini nantinya akan menular kepada orang-orang sekitar yang akan menciptakan kedamaian.

2. Menjaga Kebersihan Rumah

Hak dan kewajiban anak di rumah memang harus berjalan seimbang. Selama beraktivitas di rumah, latih Si Kecil untuk menjaga kebersihan.

Meski ada asisten di rumah, Si Kecil jadi lebih mandiri ketika diberi tanggung jawab dalam menjaga kebersihan rumah.

3. Belajar

Si Kecil wajib belajar di rumah agar menjadi anak yang sukses. Dirinya wajib mengerjakan tugas yang didapat dari sekolah dan mengumpulkannya sesuai waktu.

Baca juga: 4 Penyebab Anak Sulit Fokus Belajar, Segera Atasi, Yuk!

4. Menjaga Nama Baik Keluarga

Menjaga nama baik keluarga adalah kewajiban setiap anggota keluarga, tak terkecuali dengan anak.

Bagaimanapun, anak yang baik akan selalu menjaga nama baik keluarganya kapan pun dan di mana pun.

5. Merawat Diri

Baik anak laki-laki maupun perempuan, sudah menjadi kewajiban mereka untuk merawat dirinya sendiri.

Selain penting bagi penampilan, merawat diri juga bermanfaat bagi kesehatannya. Untuk itu, penting bagi Moms dan Dads untuk membimbing Si Kecil.

Contoh Implementasi Hak dan Kewajiban Anak di Rumah

Foto: pexels.com

Hak dan kewajiban anak di rumah perlu diterapkan sejak anak berusia dini agar pertumbuhannya berkembang secara optimal.

Pada awal kehidupannya saat menginjak usia 6 bulan, dirinya berhak untuk mendapat ASI atau ASI Ekslusif yang dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI [MPASI].

Jaminan kesehatannya juga perlu direncanakan, seperti:

  • Imunisasi
  • Mendapat nutrizi bergizi
  • Akses ke Pos Layanan Terpadu [Posyandu]
  • Pemeriksaan gigi

Mulai beranjak dewasa, anak perlu mendapat pelayanan kesehatan reproduksi.

Lalu, bagaimana dengan kewajiban anak? Sudah sepantasnya sebagai seorang anak haruslah membanggakan kedua orang tuanya.

Bahagia di sini bukan harus tentang uang atau pendidikan.

Setiap anak tentunya memiliki cara tersendiri untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

Misalnya dengan menghormati kedua orang tua dan orang lain atau belajar secara rajin, anak sudah melaksanakan kewajibannya.

Itulah beberapa hak dan kewajiban anak di rumah. Semua hal tersebut dapat dimulai dari kegiatan sehari-hari.

Jika Si Kecil sudah terbiasa dan mengerti hak dan kewajiban anak di rumah, hal ini bisa menjadi bekal terbaik dalam pembentukan karakter dan masa depannya.

Page 2

Kewajiban Anak Di Rumah – Anak adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Ketika masih bayi dan merangkak, mereka mencoba untuk terus berdiri meski akhirnya sempat jatuh. Dari fase tersebut, anak sudah mengenal arti dari kata mencoba, kemudian terus belajar hingga menjadi dewasa dan mengerti luasnya dunia.

Anak mempunyai peranan khusus dalam sebuah keluarga, bukan berarti tidak berguna dan hanya bisa meminta. Mereka mempunyai sebuah privilege untuk mendapatkan sesuatu yang sudah seharusnya pantas untuk didapatkan.

Di samping itu, anak juga memiliki tugas yang harus dilakukan untuk membentuk keharmonisan dan kerja sama keluarga yang utuh. Anak juga bahagia utama dari keluarga. Mereka adalah harta berharga, tanpa memandang sebuah kewajiban dan hak yang memegang peran penting karena kehadirannya di dunia.

Bedanya Hak dan Kewajiban

Foto oleh Agung Pandit Wiguna dari Pexels

Meski sudah dipelajari sejak menuai pendidikan di sekolah dasar, dua hal tersebut tidak bisa dianggap mudah. Hak adalah sesuatu yang harus didapatkan Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.Hak, sesuatu yang memang menjadi milik seseorang dan sudah seharusnya diperoleh dengan mudah.

Dari pengertiannya, hak dan kewajiban memegang peranan berbeda. Namun, seperti timbangan, dua hal tersebut harus seimbang dan sama, tidak boleh berat sebelah. Lakukan kewajiban untuk mendapatkan hak. Rajin menanam, banyak yang akan dituai. Hak bisa didapatkan karena posisi atau kekuasaan, bahkan ketentuan dasar dalam sebuah organisasi.

Hak Seorang Anak

Foto oleh Vlada Karpovich dari Pexels

Sebagai seorang anak dan salah satu anggota keluarga, hak yang didapatkan akan cukup melimpah. Namun, hak tersebut akan benar-benar didapatkan jika orang tua dan anggota keluarga lainnya ikut andil bagian.

1. Mendapatkan Kasih Sayang

Kasih sayang adalah sebuah dasar dari hak-hak lainnya yang akan diperoleh oleh anak-anak di rumah. Jika sudah melahirkan seorang anak dan memiliki komitmen, rasa sayang dan peduli yang tulus akan muncul dengan sendirinya dalam hati. Jika anak sakit, seorang ibu dengan sendirinya akan merasa iba dan khawatir. Ketika tidur, seorang ibu sering membacakan dongeng agar anaknya dapat tidur dengan tenang.

Buku Seri Pengantar Tidur: Dongeng Kasih Sayang ini bisa menjadi referensi bagi Grameds yang ingin membacakan anaknya dongeng sebelum tidur. Karena selain ceritanya yang ringan, buku ini juga memiliki tema kasih sayang.

Dari rasa khawatir tersebut, mereka akan mencari apa pun dan melakukan segala cara demi kesembuhan anaknya. Pergi ke apotek yang lokasinya jauh demi mendapatkan obat, mengantarkan anak ke dokter dengan tabungan yang ada, memasak makanan hangat dan terus menjaga mereka hingga sembuh, dan tidak lupa memanjatkan doa. Semua itu bisa dikerjakan karena kuatnya sebuah kasih sayang.

2. Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer atau kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan tentu harus terpenuhi untuk anak di rumah. Kebutuhan pokok sendiri sudah menjadi sebuah tanggung jawab bagi orang tua, sebagai tugas utama untuk membesarkan anak-anaknya.

Sandang, pakaian dan alas kaki yang mereka butuhkan untuk digunakan sehari-hari. Angka untuk kasus kekurangan gizi pada anak masih tergolong tinggi. Itu berarti mereka belum memperoleh haknya dengan baik dari segi pangan.

Setidaknya berikan makanan yang layak dan sehat untuk memenuhi kebutuhan jasmani mereka. Lalu, papan atau tempat tinggal. Tempat tinggal yang layak menentukan bagaimana karakter seorang anak akan tumbuh. Perilaku dan pergaulan tentu akan diadaptasikan pada lingkungan yang ditinggali.

3. Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah bekal dan arah menuju jalan terbaik di masa depan. Pendidikan juga mampu mengubah kebiasaan dan pola pikir seseorang. Setiap orang tua mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya, bahkan mereka memilih untuk bekerja keras dan mengeluarkan banyak uang agar fasilitas yang diberikan kepada anak-anaknya adalah yang paling terbaik. Memang, sudah merupakan sebuah hak istimewa bagi mereka supaya tumbuh-kembangnya tidak menjadi sia-sia.

4. Pengembangan Diri

Setiap anak memiliki talenta dan kesukaannya masing-masing. Dengan adanya kemauan untuk belajar dan berusaha, orang tua hendaknya mendukung anak-anaknya untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Misalnya, saat seorang anak memiliki hobi memasak di rumah.

Ibu yang memiliki banyak waktu luang bisa membagikan bimbingan terbaiknya dengan tips-tips memasak dan resep sendiri. Ketika seorang anak memiliki hobi berolahraga, orang tua bisa ikut membantu dengan menjadi teman atau lawan bermain mereka.

Hobi atau apa yang disukai dari setiap anak bisa menjadi sesuatu yang luar biasa, apalagi jika orang tuanya juga memiliki passion yang sama. Anjuran dan catatan-catatan kecil dari orang tua menjadi yang paling manjur dan berharga!

Kewajiban Anak Di Rumah

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Kewajiban anak di rumah  bisa dilakukan  dengan mudah jika orang tua mau mengusahakan dan membagikan bekal terbaik. Anak-anak Anda akan mendapatkan pelajaran berharga dan tidak akan salah arah ketika memulai perjalanan dari rumah sampai berkelana ke tempat yang jauh.

Namun, anak-anak mempunyai tugas khusus yang disebut sebagai kewajiban. Saat pulang atau ketika libur sekolah dan bekerja, sempatkanlah waktu untuk selalu dekat dengan orang tua di rumah. Berikut ini kewajiban anak di rumah yang perlu menjadi kebiasaan baik :

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

1. Kewajiban Anak Di Rumah Dengan Selalu Belajar

Belajar tidak hanya bersama guru dan teman-teman di sekolah. Belajar bisa dimulai dari rumah dan keluarga sendiri. Belajar dari kegagalan yang ada atau dari hal yang paling sederhana. Misalnya, belajar untuk mengenal apa yang baik atau tidak untuk dilakukan.

Belajar mendengarkan dan belajar untuk membentuk sikap yang baik. Selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru-guru di sekolah, belajar untuk mengenal hal-hal baru tentang dunia atau lingkungan sekitar yang bermanfaat.

Mereka belajar mengenai tumbuhan, binatang, dan makhluk hidup, sampai belajar yang paling awal, yaitu membaca, menulis, dan menghitung. Atau, datanglah kepada orang tua saat sedang bersantai-santai di rumah untuk mendengarkan cerita dan pengalaman mereka.

2. Merapikan Tempat Tidur

Ini adalah cara yang paling sederhana. Merapikan terlebih dahulu tempat tidur dan kamar sendiri. Membuat ruangan menjadi lebih rapi dengan selalu membersihkan dan menatanya dengan baik.

Bukan keluarga yang nyaman, melainkan diri sendiri. Jika belum terbiasa untuk memulainya, cobalah untuk bangun setiap pagi dan selalu ingat akan tempat tidur yang berantakan. Pasti tidak terlihat bagus dan harus segera diperbaiki. Merapikan tempat tidur adalah bukti dari kepedulian diri sendiri terhadap lingkungan terdekat.

3. Mandi

Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Lagu tersebut selalu terdengar menyenangkan dan merupakan pengingat setia untuk diri sendiri. Mandi minimal dua kali sehari dengan sabun dan shampo untuk membersihkan rambut. Setelah itu, jangan lupa menggosok gigi dengan odol dan pasta gigi.

Setelah pulang dari sebuah kegiatan atau datang dari luar, pastikan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Selain membuat tubuh wangi, rajin mandi juga akan membuat tubuh bersih dan sehat. Rambut menjadi sehat dan lebat, gigi menjadi putih dan wangi. Meski hari libur tiba, kebiasaan mandi dua hari sekali perlu diterapkan dan selalu diingat.

4. Makan

Makan, setiap orang membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Kewajiban ini adalah yang paling simple dan sama sekali tidak sulit untuk dilakukan. Orang tua sudah bekerja dan melakukan segala cara untuk menyediakan makanan yang sehat.

Makan adalah sebuah kewajiban sederhana untuk anak-anak di rumah agar nutrisinya tetap terjaga. Jika orang tua juga meminta makanan dan minuman, maka berikanlah yang terbaik. Makan yang rutin dan teratur tidak akan membuat diri terbaring sakit.

5. Kewajiban Anak Di Rumah Dengan Bersikap Ramah

Bersikap ramah dengan lingkungan rumah maupun masyarakat adalah kewajiban yang menyenangkan. Dengan adanya sikap ramah yang disuguhkan kepada orang-orang sekitar, mereka juga akan mengirimkan balik kesan yang baik.

Tidak harus sulit untuk memuji atau menyanjung-nyanjung mereka ketika datang sebuah perbuatan baik. Tersenyum saja dan menyapa mereka dengan sopan akan membuat diri Anda akan semakin berkesan. Sikap ramah tersebut harus menular kepada orang-orang sekitar untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan.

Dalam membangun karakter seorang anak yang ramah, orang tua harus menanamkan nilai tersebut sejak dini dengan berbagai cara. Pada buku Gina Si Gajah Yang Ramah oleh Watiek Ideo ini dapat dijadikan referensi sebagai pembangun karakter anak yang dikemas dalam bentuk cerita sehngga lebih menarik.

6. Kewajban Anak Di Rumah Dengan Bersifat Jujur

Jujur atau mengatakan hal yang sebenarnya adalah perilaku baik yang harus diterapkan sejak kecil. Kejujuran akan membuahkan hasil terbaik untuk situasi yang sulit daripada sebuah kebohongan  berkepanjangan. Misalnya, seorang anak tidak sengaja telah melukai adiknya.

Adukan kepada orang tua keadaan atau cerita yang sebenarnya, maka mereka akan memberikan solusi yang terbaik. Atau, ketika seorang anak tidak sengaja telah merusak dan menjatuhkan sesuatu. Permohonan maaf dan sebuah kejujuran akan menoreh hasil yang terbaik.

Kejujuran seringkali sulit diterapkan pada seseorang, oleh sebab itu sangat penting seorang anak memiliki contoh dan sosok yang menujukkan nilai tersebut. Salah satu contohnya adalah buku Aku Anak Jujur & 14 Cerita Pembangun Karakter oleh Liza Erfiana yang menuangkan nilai kejujuran ke dalam cerita yang menarik.

7. Disiplin dan Bertanggung Jawab

Tidak hanya datang tepat waktu atau mau mengantri saat berbelanja di sebuah minimarket. Kedisiplinan harus diterapkan dalam diri sendiri dan mulai dikerjakan saat beraktivitas di rumah.

Misalnya, jika menjatuhkan makanan dan membuat lantai menjadi kotor. Anak yang disiplin akan segera membersihkan atau menyingkirkan tumpahan makanan tersebut, lalu mengembalikannya hingga menjadi seperti semula.

Lemari yang baju-bajunya sudah dirapikan karena terburu-buru semuanya menjadi berantakan. Rapikan kembali baju-baju hingga tertata kembali seperti semula, lipat dan susun hingga menjadi rapi. Ketika dipanggil oleh orang tua, tidak berpura-pura tuli dan cepat-cepat datang. Tidak bangun kesiangan dan mau menyelesaikan segala tanggung jawab.

Sikap tersebut akan membentuk karakter diri pada anak dalam menyelesaikan masalah dengan baik. Pribadi yang bertanggung jawab membentuk sebuah karakter yang berani dan tangguh.

8. Mengerjakan Tugas Rumah

Tidak harus membantu dalam segi finansial. Anak juga dapat andil bagian dalam tugas-tugas kecil, seperti menyapu dan mengepel lantai yang kotor karena coretan pulpen atau rautan pensil.

Membersihkan buku, kotak pensil, penggaris, kertas-kertas yang menumpuk setelah belajar, membantu menghidangkan masakan yang telah disiapkan dan membersihkan meja makan setelah semuanya selesai, mencuci bekas piring sendiri, bahkan anggota keluarga, atau menjaga adik yang masih kecil dan ikut mengajarkannya hal-hal baik. Dengan mengerjakan tugas rumah yang sederhana, kewajiban orang tua akan menjadi lebih ringan.

9. Sopan Santun

Sopan kepada orang tua, sopan kepada seluruh anggota keluarga adalah kewajiban terpenting. Tetap menaati tata krama dan menerapkan kebiasaan yang baik. Biasanya, setiap orang tua mempunyai caranya sendiri untuk mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang sopan. Misalnya, dengan melakukannya juga atau selalu mengingatkan ketika mereka berbuat salah.

Sebagai contoh, saat makan bersama di meja makan. Anak tidak boleh berbicara saat makan, tidak boleh menaikkan kaki ke atas meja, atau memukul-mukul piring dan gelas yang digunakan. Anak juga harus memanggil orang tua dengan sapaan dan panggilan yang baik. Tidak membawa kata-kata kasar atau sapaan gaul yang kini banyak beredar di kalangan remaja. Tidak bersikap kasar atau acuh kepada orang tua yang memegang peran penting dalam keluarga.

10. Kewajiban Anak Di Rumah Dengan  Bersikap Mandiri

Anak juga tidak harus selalu bergantung kepada orang tua. Ketika mereka tidak ada di rumah, selesaikan masalah yang ada dengan kemampuan diri sendiri. Tidak ada makanan yang tersedia, buatlah yang sederhana. Merapikan baju sendiri dan membuat sebuah karya baru tanpa bantuan dari orang tua. Sifat anak yang mandiri akan menjadi bekal untuk menghadapi segala tanggung jawab dan tantangan yang lebih besar nantinya.

Dalam memahami sifat mandiri itu sendiri, kamu bisa melihat buku Kumpulan Cerita Anak Istimewa: Pemberani dan Mandiri oleh Erna Fitrini, Ratih Sumiratingratri yang di dalamnya menggambarkan sosok anak yang mandiri ke dalam cerita-cerita yang menarik.

11. Kewajiban Anak Di Rumah Dengan Percaya dan Menghargai

Anak juga harus selalu percaya kepada kedua orang tua masing-masing bahwa apa yang telah mereka perjuangkan benar-benar untuk kebutuhan anaknya sendiri. Jika mereka marah, anak harus percaya bahwa itulah teguran untuk memperbaiki perbuatan yang salah. Anak-anak di rumah juga perlu menghargai kerja keras kedua orang tuanya dengan menghabiskan makanan yang tersedia atau selalu berterima kasih atas semua yang telah diberikan.

Dengan mempercayai serta menghargai orang tua yang kita miliki, di dalam ajaran Islam merupakan sebuah keajaiban yang dibahas pada buku berjudul Keajaiban Berbakti Kepada Orang Tua oleh Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag.

12. Menghormati Orang Tua

Kewajiban anak di rumah berikutnya adalah menghormati orang tua. Hal ini perlu dilakukan karena menghormati orang tua bisa dibilang sebagai suatu tiang agar hubungan antar setiap anggota keluarga berjalan harmonis. Salah satu wujud perilaku menghormati orang tua adalah selalu berusaha untuk membahagiakan orang tua.

13. Mendengarkan Nasihat Orang Tua

Setiap orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, sehingga tak ernah bosan untuk selalu memberikan nasihat kepada anaknya. Kewajiban bagi seorang anak di rumah yaitu mendengarkan nasihat dari orang tua. Akan tetapi, nasihat orang tua yang harus didengarkan adalah nasihat yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan kita.

14. Bijak dalam Menggunakan Alat Elektronik

Kewajiban anak di rumah berikutnya adalah bijak dalam menggunakan elektronik. Untuk melakukan hal ini, orang tua harus ikut serta dalam mengajarkannya. Hal ini dikarenakan, sang anak belum mengetahui alat elektronik apa saja yang perlu bijak dalam penggunaannya. Adapun, alat elektronik yang perlu digunakan dengan bijak, seperti AC, TV, dan lain-lain.

Sederhana Untuk Kebahagiaan Mereka

Seorang motivator terkenal, Merry Riana, membagikan cara-cara sederhana untuk membuat orang tua yang kita sayangi bahagia. Pertama, curahkan perhatian yang tulus dan terus-menerus. Tidak hanya mengirimkan uang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi kirimkanlah komunikasi dan perhatian yang sesungguhnya dari dalam hati.

Jangan takut jika belum sukses, jangan takut jika belum menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Tepis segala macam pikiran tentang kekayaan, harta, bahkan kemewahan karena hanya Anda yang mereka inginkan.

Luangkan waktu meski semenit, bahkan sepuluh menit untuk menelepon mereka dari jauh. Jangan jadikan kabar dari mereka sebagai informasi yang tidak penting. Jangan lupa ketika dahulu sempat terpuruk, dahulu ketika belum bisa menghasilkan apa-apa. Ingat bahwa yang bersama Anda adalah orang tua.

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Berikanlah yang terbaik entah dari segi makanan, perawatan, bahkan liburan. Dahulu ketika masih kecil, orang tua selalu berusaha memberikan apa yang terbaik, apa yang mereka punya. Ketika sudah beranjak dewasa, balaslah kebaikan mereka dengan memberikan sesuatu yang terbaik pula.

Misalnya, ketika makan bersama. Berikanlah bagian yang terbaik. Saat membeli barang, disesuaikan dengan pilihan dan selera mereka. Kesannya sederhana, tetapi apa yang orang tua rasakan sangatlah luar biasa.

Selalu libatkan mereka dan minta doa restu ketika hendak menempuh sesuatu. Dengan menghargai dan meminta persetujuan dari mereka, orang tua akan merasa dicintai, sehingga hatinya tidak terluka.

Restunya akan berbuah berkah. Jika belum bisa membuat mereka bahagia, setidaknya jangan buat mereka susah. Sesulit apapun masalah yang akan dilalui, akan menjadi lebih ringan melalui restu Tuhan dari orang tua. Langkah yang akan diambil menjadi lebih mudah. Tidak hanya mereka yang mendoakan Anda, tetapi Anda yang selalu mendoakan mereka.

Untuk yang sudah berkeluarga, libatkan anak-anak sebagai pewarna hidup terbaik dalam keluarga. Tidak hanya pada saat libur. Orang tua tidak akan merasa kesepian dan sendiri, tetapi ikut bahagia bersama dalam tawa dan pelukan hangat keluarga.

Anda harus bangga. Bangga mempunyai orang tua yang begitu hebat, orang tua yang tidak mudah menyerah hanya karena hujan atau panasnya matahari. Orang tua juga sangat bahagia ketika membanggakan prestasi dan keberhasilan anaknya. Banggakan selagi orang tua masih ada untuk mendengarkan. Belajar dari rumah dengan buku karya Momon Sudarma melalui bimbingan orang tua di era generasi z dari buku Paul Suparno.

Nah, itulah penjelasan tentang kewajiban anak di rumah yang perlu diterapkan atau dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak yang mampu menyelesaikan tugas atau kewajibannya cenderung memiliki sifat yang bertanggung jawab dan menjadi sifat positif lainnya yang akan berpengaruh pada karakternya saat dewasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mengajarkan rasa tanggung jawab kepada anak, bisa dilakukan dengan memperkenalkan kewajiban anak di rumah.

Jika Grameds ingin mempelajari tentang kewajiban anak di rumah atau kajian tentang anak-anak lainnya maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di //www.gramedia.com seperti rekomendasi buku berikut ini:

Buku Terkait Kewajiban Anak di Rumah

Anak Tangguh, Anak Pemimpin

Berisi 20 cerita anak pilihan bertema sifat kepemmimpinan. Semua ceritanya merupakan pilihan dari alumni event kulwapp menulis cerita anak oleh Watiek Ideo dan Nindia Maya. Terdapat 20 tema yang tersirat dalam masing-masing cerita, yaitu: 1.Musyawarah 2.Dapat bekerja sama 3.Jujur 4.Adil 5.Gigih 6.Visioner 7.Berpikiran terbuka 8.Berani keluar dari zona nyaman 9.Memotivasi orang lain 10.Berpikir positif 11.Berempati 12.Komunikatif 13.Delegasi 14.Dapat dipercaya 15.Pendengar yang baik 16.Fokus pada solusi 17.Rendah hati 18.Memiliki integritas 19.Berjiwa analitis

20.Menghormati pendapat orang lain

Daring Duraring Belajar Dari Rumah: Strategi Jitu Guru, Orang Tua, dan Siswa di Masa Pandemi

Buku ini adalah wacana yang bermaksud untuk mengisahkan sebagian kecil suka duka, hitam putih, atau merah-putihnya pelaksanaan belajar dari rumah atau disebut BDR. Ditulis oleh seorang ayah dari tiga orang anak, yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik, maka dalam buku ini termuat “suara hati” seorang anak, orang tua, dan sekaligus seorang tenaga pendidik saat membincangkan masalah BDR.

Secara keseluruhan, isi buku ini bisa digunakan oleh siapa pun, baik peserta didik, orang tua, tenaga pendidik, pengamat, dan pengelola pendidikan serta pengambil keputusan yang terkait dengan dunia pendidikan. Dengan menelaah wacana yang tertulis di sini, kiranya, akan mendapat bantuan untuk menemukan jalan keluar dari masalah BDR di era pandemi yang kita hadapi saat ini.

Orang Tua Diskretif Di Era Generasi Z

.

Banyak orang tua saat ini menghadapi kesulitan untuk mengenal dan mendampingi anak-anak mereka yang merupakan anak generasi Z, dengan sifat dan karakter yang sering sangat berbeda dari orang tuanya. Orang tua sering salah mengerti, salah menanggapi, dan salah mendampingi anak-anaknya. Di lain pihak, sering anak-anak juga merasa tidak dimengerti oleh orang tuanya.

Akibatnya, sering terjadi konflik dan komunikasi dalam keluarga kurang baik. Kiranya penting bagi para orang tua untuk mau belajar mengerti bagaimana sebenarnya situasi anak-anak, bagaimana sifat dan karakternya, apa yang mereka inginkan dan dambakan untuk kehidupan dan masa depan mereka.

Dengan semakin belajar mengerti, diharapkan orang tua dapat mengenal mereka lebih tepat dan dapat ikut mendampingi mereka secara benar. Buku ini disusun bagi para orang tua tersebut. Buku ini ingin sedikit membantu para orang tua menyikapi anak-anak zaman ini sekaligus mengembangkan kesatuan dan kasih dalam keluarga.

Buku ini berisi tentang sifat dan karakter anak generasi Z, sikap diskresi yang perlu dikembangkan oleh orang tua dalam menanggapi mereka, dan juga beberapa usaha untuk saling menyatukan orang tua dan anak-anak dalam satu kesatuan keluarga yang penuh kasih demi terciptanya kerukunan, kedamaian, dan kebahagiaan dalam keluarga.

Artikel Lain Terkait Kewajiban Anak di Rumah

1. Kewajiban Anak Di Rumah Dengan Selalu Belajar 2. Merapikan Tempat Tidur 3. Mandi 4. Makan 5. Kewajiabn Anak Di Rumah Dengan Bersikap Ramah 6. Kewajiabn Anak Di Rumah Dengan Bersifat Jujur 7. Disiplin dan Bertanggung Jawab 8. Mengerjakan Tugas Rumah 9. Sopan Santun 10. Kewajiabn Anak Di Rumah Dengan Bersikap Mandiri 11. Kewajiabn Anak Di Rumah Dengan Percaya dan Menghargai

1. Disiplin dan Bertanggung Jawab 2. Kewajiban Anak Di Rumah Dengan Selalu Belajar 3. Mendengarkan Nasihat Orang Tua

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Video yang berhubungan

Bài mới nhất

Chủ Đề