Apa itu sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan komponen darah. Sistem sirkulasi darah yang juga dikenal dengan nama sistem kardiovaskular ini memiliki peran yang vital bagi kehidupan manusia. 

Tugas utama dari sistem kardiovaskular adalah untuk mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh.

Secara umum, jantung akan memompa darah sementara pembuluh darah berperan untuk mengalirkan darah dari dan menuju jantung.

Lalu, apa saja fungsi, organ, jenis, hingga gangguan pada sistem peredaran darah? Simak penjelasannya di sini.

Mengutip dari Johns Hopkins Medicine, sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah sistem organ yang terdiri dari jantung, komponen darah, dan pembuluh untuk mengedarkan zat, hormon, getah bening, dan nutrisi lainnya ke dan dari seluruh sel dan jaringan tubuh..

Darah dipompa keluar oleh jantung untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh melewati pembuluh arteri. Setelah itu, darah dari seluruh organ tubuh akan mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena.

Selain mengantarkan darah, oksigen, dan nutrisi, berikut adalah beberapa peran atau fungsi sistem peredaran darah lainnya:

  • Mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme berupa karbon dioksida lewat paru-paru.
  • Melawan berbagai infeksi sehingga mencegah penyakit.
  • Membawa hormon penting ke seluruh tubuh.
  • Mengatur kadar pH dan suhu inti tubuh tetap stabil. 
  • Memelihara fungsi berbagai sistem organ dalam tubuh.
  • Membantu proses pemulihan luka atau cedera.

Baca Juga

  • Tak Perlu Kelaparan Lagi, Ini 7 Pilihan Makanan Agar Bisa Diet Kenyang
  • Seputar Gula Fruktosa dan Risiko Bahayanya untuk Kesehatan
  • Ini 7 Manfaat dari Penggunaan Aromaterapi untuk Kesehatan

Organ yang berperan dalam sistem peredaran darah

Cara kerja sistem peredaran darah

Sesuai dengan penjelasan di atas, ada tiga organ yang bertanggung jawab dalam sistem peredaran darah manusia, yaitu jantung, pembuluh darah, dan komponen darah itu sendiri.

Ketiganya bekerja saling berhubungan dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri untuk menjalankan fungsi utamanya. 

1. Jantung

Jantung adalah organ peredaran darah yang berfungsi memompa darah. Jantung pada umumnya berdetak sekitar 60–100 kali per menit. 

Jantung manusia terdiri dari empat ruangan yang dibagi menjadi dua bilik [ventrikel] dan dua serambi [atrium]. Masing-masing ruangan jantung ini dipisahkan oleh lapisan dinding jantung.

Serambi dan bilik kiri jantung berfungsi untuk memompa darah bersih yang kaya oksigen keluar dari jantung. Sementara itu, bilik kanan dan serambi kanan berfungsi menerima “darah kotor” yang masuk ke jantung. 

Empat ruangan jantung ini juga memiliki empat katup yang tugasnya menjaga agar aliran darah tetap mengalir ke jalur yang tepat serta mencegah kebocoran jantung. 

2. Pembuluh darah

Pembuluh darah bertugas membawa darah ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Selain itu, pembuluh darah juga memiliki peran untuk membantu membuang limbah jaringan.

Secara garis besar, pembuluh darah manusia ada tiga jenis, yaitu pembuluh darah arteri dan vena serta pembuluh kapiler. Ketiganya memiliki peran yang berbeda pula.

Pembuluh darah arteri bertugas untuk membawa darah berisi oksigen keluar dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ tubuh.

Dalam menjalankan fungsinya ini, pembuluh arteri dibantu oleh kapiler. Kapiler adalah pembuluh darah kecil antara arteri dan vena yang mendistribusikan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Pembuluh arteri juga memiliki cabang tersendiri yang khusus untuk mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru lewat arteri pulmonalis.

Sebaliknya, pembuluh vena bertugas membawa darah dari seluruh jaringan dan organ tubuh untuk dikembalikan ke jantung. Pembuluh darah vena juga terbagi menjadi dua, yaitu vena besar [vena cava] dan vena pulmonalis [vena paru].

Pembuluh vena besar bertugas membawa “darah kotor” dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen lewat proses pernapasan. Setelah itu, darah yang sudah diperkaya oleh oksigen tadi akan mengalir dari paru-paru menuju jantung melalui pembuluh vena pulmonalis.

3. Darah

Darah adalah komponen dalam sistem kardiovaskular manusia. Fungsi utama darah adalah sebagai “kendaraan” pengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan antibodi ke seluruh tubuh.

Darah juga mengangkut zat beracun dan sisa metabolisme seperti karbondioksida untuk dikeluarkan dari tubuh.

Berikut adalah empat komponen darah dengan perannya masing-masing:

  • Plasma darah adalah cairan kekuningan yang di dalamnya terdapat nutrisi, protein, hormon, hingga hasil limbah tubuh.
  • Sel darah merah [eritrosit] mengandung hemoglobin, yaitu protein yang membawa oksigen. Darah akan berwarna merah cerah saat hemoglobin mengambil oksigen di paru-paru. Seiring aliran darah, hemoglobin akan melepaskan oksigen ke seluruh bagian tubuh.
  • Sel darah putih [leukosit] adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Perannya adalah untuk membuat antibodi yang mengenali dan melawan benda asing penyebab penyakit, seperti virus dan bakteri.
  • Trombosit adalah sel berbentuk oval kecil yang membantu proses pembekuan darah. Trombosit juga bekerjasama dengan protein untuk mengontrol perdarahan.

Sel darah dapat mati dan digantikan dengan yang baru oleh sumsum tulang. Sel darah merah umumnya hidup sekitar 120 hari dan trombosit hidup sekitar 9 hari. Sementara itu, beberapa jenis sel darah putih hanya bisa bertahan selama beberapa hari saja.

Baca Juga

  • Denyut Nadi Normal Lansia, Pertanda Aman dari Gejala Aritmia
  • Henti Jantung, Penyebab Christian Eriksen Kolaps saat Euro 2020
  • Pertolongan Pertama Luka Bakar Percikan Asam Klorida

Mekanisme sistem peredaran darah manusia

Ibnu an-Nafis merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia.

Berdasarkan studinya, sistem peredaran darah pada manusia terbagi dalam dua jenis, yaitu sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik [peredaran darah besar dan kecil].

Secara khusus, Ibnu an-Nafis dikenal sebagai orang pertama yang menggambarkan sirkulasi darah di paru-paru. Ia jugalah yang memberikan wawasan awal tentang sirkulasi koroner dan kapiler.

Untuk mengetahui bagaimana proses sirkulasi darah dalam tubuh manusia, berikut penjelasannya:

1. Sirkulasi pulmonal

Sirkulasi pulmonal atau sirkulasi paru adalah aliran darah dari bilik kanan jantung ke paru-paru dan sebaliknya. Karena “rute”nya terbatas, sirkulasi pulmonal tergolong sebagai sistem peredaran darah kecil.

Sirkulasi paru berlangsung saat darah yang mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena cava. Kemudian darah tersebut akan masuk ke serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung. 

Dari bilik kanan, darah kemudian mengalir ke paru-paru melalui arteri pulmonalis untuk ditukar menjadi oksigen. Darah yang kini sudah kaya oksigen kemudian bergerak ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

2. Sirkulasi sistemik

Sirkulasi sistemik disebut juga sistem peredaran besar karena membawa darah dari bilik kiri jantung ke seluruh bagian tubuh dan kembali lagi.

Sirkulasi ini berlangsung ketika darah bersih yang kaya oksigen di serambi kiri mengalir ke bilik kiri jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama [aorta].

Aorta adalah pembuluh darah terbesar di tubuh yang bercabang. Selain mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh, cabang pembuluh darah ini juga mengalirkan darah ke otot-otot jantung.

Darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian tubuh yang paling ujung. Di setiap bagian tubuh, terdapat jaringan pembuluh darah halus yang disebut pembuluh darah kapiler. Pembuluh kapiler memiliki dinding yang sangat tipis. Lewat kapiler inilah, oksigen dan nutrisi diantarkan ke sel-sel tubuh. 

Setelah itu, darah akan kembali mengalir kembali ke serambi kanan jantung lewat pembuluh vena kecil sembari mengangkut zat sisa seperti karbon dioksida untuk mengalami proses pembersihan darah. Semakin mendekati jantung, ukuran pembuluh vena semakin besar.

Baca Juga

  • Tips Memilih Sepatu Olahraga yang Tepat
  • Kenali 12 Cara Menghilangkan Kesedihan yang Sehat untuk Dicoba
  • Bisa Jadi Pengganti Daging, Kenali Manfaat Jamur Portobello Ini

Gangguan pada sistem peredaran darah

Sistem kardiovaskular termasuk salah satu sistem organ yang rentan mengalami penyakit atau gangguan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memelihara kesehatan jantung serta menjaga kelancaran peredaran darah.

Penyakit atau gangguan yang paling umum memengaruhi sistem peredaran darah adalah sumbatan pada pembuluh arteri maupun vena.

Sumbatan pada pembuluh darah dapat memblokir aliran darah. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan atau penyumbatan total aliran darah di seluruh tubuh.

Selain itu, gangguan pada proses pemompaan jantung dan kerusakan pada katup pemisah ruang jantung juga tergolong umum terjadi.

Anda perlu berhati-hati karena gangguan pada sistem maupun organ kardiovaskular dapat ikut memengaruhi fungsi organ dan struktur tubuh lainnya. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan atau penyumbatan total aliran darah di seluruh tubuh.

Berikut adalah contoh dari kondisi atau penyakit akibat gangguan sistem peredaran darah:

  • Penyakit arteri koroner [serangan jantung, nyeri dada].
  • Serebrovaskular [stroke, serangan iskemik transien].
  • Penyakit arteri perifer [klaudikasio, iskemia ekstremitas kritis].
  • Penyakit vaskular pada pembuluh darah besar.
  • Penyakit pembuluh darah toraks [aneurisma aorta toraks].
  • Penyakit pembuluh darah perut.
  • Penyakit vena perifer [DVT, varises].
  • Penyumbatan arteri ginjal.
  • Limfedema.
  • Disfungsi ereksi vaskular [impoten].

Kondisi atau penyakit pada organ peredaran darah juga dapat melibatkan lebih dari satu sistem jaringan tubuh.

Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi dengan beberapa dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar fungsi dan gangguan sistem peredaran darah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store dan Google Play.

Apakah yang dimaksud dengan sistem peredaran darah?

Sistem peredaran darah juga disebut sebagai sistem kardiovaskular. Sistem ini adalah bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah. Tugas utamanya adalah mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh.

Apa saja sistem peredaran darah pada manusia?

Dalam peredaran darah sistemik, ventrikel kiri memompa darah kaya oksigen ke arteri utama [aorta]. Lalu, darah mengalir dari aorta ke arteri yang lebih besar dan lebih kecil, kemudian masuk ke jaringan kapiler. Selanjutnya, di dalam jaringan kapiler, darah akan melepaskan nutrisi, oksigen, dan zat-zat penting lainnya.

Apa fungsi dari sistem peredaran darah manusia?

Halodoc, Jakarta – Sistem peredaran darah atau dikenal dengan sistem kardiovaskular, berperan penting dalam kesehatan manusia. Sistem tersebut terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang bekerja untuk mengangkut oksigen dan nutrisi lain ke semua organ dan jaringan di tubuh.

Sebut dan jelaskan apa saja organ peredaran darah beserta fungsinya?

Organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
Jantung. Jantung adalah organ peredaran darah yang berfungsi memompa darah. ... .
Pembuluh darah. Pembuluh darah bertugas membawa darah ke seluruh tubuh dan sebaliknya. ... .
3. Darah. Darah adalah komponen dalam sistem kardiovaskular manusia..

Bài mới nhất

Chủ Đề