Tuliskan macam-macam reproduksi aseksual pada hewan dan contohnya!

Pengertian dan Contoh Reproduksi Aseksual Pada Hewan dan Tumbuhan. Foto: Pixabay

Setiap makhluk hidup pasti melakukan reproduksi untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya. Ilmu Biologi menggolongkan reproduksi makhluk hidup menjadi dua jenis, yakni reproduksi seksual dan reproduksi aseksual.

Reproduksi seksual terjadi apabila pembentukan individu baru melalui perpaduan antara dua sel kelamin, yakni pembuahan sel ovum oleh sel sperma. Artinya, untuk menghasilkan keturunan baru, dibutuhkan dua induk.

Sebaliknya, reproduksi aseksual hanya melibatkan induk tunggal karena tidak melalui peleburan atau perpaduan dari dua sel kelamin. Karena berasal dari induk tunggal, ini memungkinkan makhluk hidup untuk meneruskan seluruh warisan genetisnya secara utuh kepada keturunannya.

Reproduksi aseksual dapat terjadi pada hewan dan tumbuhan. Berikut adalah contoh-contohnya:

Reproduksi Aseksual Pada Hewan

Amuba. Foto: livescience

Ini dapat terjadi melalui cara pembelahan [fission], fragmentasi, dan pertunasan [budding]. Pembelahan sel terjadi pada organisme bersel satu dan beberapa invertebrata, contohnya amuba dan paramecium.

Sedangkan beberapa spesies cacing bereproduksi melalui fragmentasi. Setelah mencapai usia dewasa, tubuh hewan terbagi menjadi fragmen-fragmen. Fragmen-fragmen tersebut kemudian tumbuh menjadi hewan-hewan dewasa baru.

Sementara itu, organisme yang bereproduksi dengan bertunas dapat membentuk individu baru dengan menumbuhkan tunas pada tubuh induk. Tunas tersebut akan berkembang menjadi individu baru dan melepaskan diri dari tubuh induknya. Pertunasan terjadi pada koral, ubur-ubur, hydra, dan lumut.

Reproduksi Aseksual pada Tumbuhan

Jahe. Foto: Pixabay

Pada tumbuhan, dikenal perkembangbiakan vegetatif alami dan buatan dengan bantuan manusia. Berikut adalah contoh-contohnya:

Perkembangbiakan Vegetatif Alami:

- Rhizoma: jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.

- Umbi lapis: bawang merah

- Umbi batang: kentang dan ubi jalar

- Kuncup adventif daun: cocor bebek

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

- Cangkok: dilakukan dengan cara mengelupas sedikit kulit pada batang tanaman yang berkayu, kemudian batang tersebut dibalut dengan tanah dan dibungkus menggunakan sabut kelapa atau plastik sehingga akar dapat tumbuh. Contoh: tumbuhan berkayu seperti mangga, rambutan, dan jeruk

- Merunduk: Dilakukan pada tanaman yang memiliki cabang batang yang panjang dan lentur, dengan cara membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga bagian yang tertanam akan tumbuh akar. Contoh: bunga alamanda.

- Setek: Dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman tertentu, misalnya batang atau daun, yang kemudian ditanam untuk bisa menghasilkan individu baru. Contoh: stek daun pada cocor bebek dan stek batang pada ketela pohon.

Yuk, kita bahas tentang macam-macam perkembangbiakan pada hewan melalui artikel Biologi kelas 9 ini! Ada perkembangbiakan generatif [seksual] dan vegetatif [aseksual], lho!

--

Kamu tahu nggak, ternyata hewan itu nggak cuma berkembangbiak dengan cara bertelur dan melahirkan saja, lho! Ada juga hewan yang berkembangbiak dengan cara memutus atau memotong tubuhnya menjadi dua bagian, lalu potongan tubuhnya tersebut akan tumbuh menjadi individu baru.

"Hah? Serius?"

Serius! Dua rius malah!

Nah, hewan yang bisa melakukan hal tersebut adalah cacing pipih atau disebut juga planaria. Kok bisa, ya? Bisa dong, karena cacing pipih ini memang memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cara fragmentasi. Fragmentasi merupakan salah satu bentuk perkembangbiakan hewan secara vegetatif.

Selain fragmentasi, ada juga beberapa cara perkembangbiakan pada hewan yang lainnya. Nah, cara-cara perkembangbiakan pada hewan itu secara umum dibedakan menjadi dua golongan, yakni perkembangbiakan secara generatif [seksual] dan vegetatif [aseksual]. Yuk, kita bahas satu per satu!

Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif atau bisa disebut dengan perkembangbiakan seksual terjadi jika sel kelamin jantan [spermatozoid] bertemu dengan sel kelamin betina [sel telur]. Perkembangbiakan generatif dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ovipar, vivipar, dan ovovivipar.

Ovipar [Bertelur]

Ovipar merupakan perkembangbiakan dengan cara bertelur. Perkembangbiakan ini biasanya dilakukan oleh unggas dan reptil. Setelah terjadi pembuahan, embrio yang dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di dalam cangkang telur. Embrio tersebut mendapatkan nutrisi dan cadangan makanan dari dalam telur yang akan dikeluarkan dari tubuh induknya. Sehingga, embrio hewan ovipar berkembang di dalam telur yang berada di luar tubuh induknya. Beberapa ciri hewan ovipar yaitu tidak memiliki kelenjar susu dan tidak memiliki daun telinga. Contoh hewan ovipar atau bertelur adalah ayam, bebek, dan angsa.

Ayam merupakan contoh hewan ovipar [Sumber: tirto.id]

Vivipar [Melahirkan]

Vivipar merupakan perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara melahirkan. Setelah terjadi pembuahan, embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim induk betina. Selama di dalam kandungan, embrio tersebut mendapatkan nutrisi dari makanan yang dimakan oleh induknya melalui plasenta. Beberapa ciri hewan vivipar yaitu memiliki kelenjar susu, memiliki daun telinga, dan tubuh dilindungi rambut. Contoh hewan melahirkan adalah kucing, anjing, dan singa.

Kucing merupakan contoh hewan vivipar [Sumber: bobo.grid.id]

Ovovivipar [Bertelur dan Melahirkan]

Ovovivipar merupakan kombinasi dari dua cara perkembangbiakan yang telah dibahas sebelumnya, yakni ovipar dan vivipar. Pada perkembangbiakan secara ovovivipar, setelah terjadi pembuahan, embrio yang dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di dalam telur. Sekilas memang terdengar mirip ovipar. Tapi, pada ovovivipar, telur tersebut tidak akan dikeluarkan dari tubuh induknya, melainkan akan tetap berada di dalam tubuh induknya sampai menetas. Setelah menetas, barulah calon anak tersebut akan dilahirkan oleh induk betinanya.

Baca juga: Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Avertebrata [Invertebrata]

Jumlah hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar tidak sebanyak hewan yang berkembangbiak secara ovipar dan vivipar. Beberapa contoh hewan ovovivipar di antaranya adalah platypus, kuda laut, beberapa spesies hiu, dan iguana.

Beberapa spesies hiu berkembangbiak secara ovovivipar [Sumber: giphy.com]

Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif disebut juga sebagai perkembangbiakan aseksual, artinya tidak terjadi pertemuan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Perkembangbiakan vegetatif hanya terjadi pada hewan tingkat rendah. Hewan tingkat rendah adalah hewan yang tidak memiliki struktur tubuh sempurna. Mereka tidak memiliki tulang belakang [avertebrata] dan memiliki struktur anatomi yang lebih sederhana daripada hewan bertulang belakang [vertebrata]. Perkembangbiakan vegetatif dibagi menjadi tiga jenis yaitu tunas, fragmentasi, dan membelah diri.

Tunas

Hewan yang berkembangbiak dengan tunas memiliki tunas kecil pada tubuhnya. Ketika sudah dewasa, tunas kecil tersebut akan berpisah dengan induknya dan membentuk individu baru. Contoh hewan yang berkembangbiak dengan tunas antara lain hydra, porifera [bunga karang], dan coelenterata [ubur-ubur].

Hydra berkembangbiak dengan tunas [Sumber: docplayer.info]

Fragmentasi

Fragmentasi merupakan cara hewan untuk berkembangbiak dengan memutus atau memotong tubuhnya menjadi dua bagian atau lebih. Kemudian, potongan-potongan tubuh tersebut akan tumbuh menjadi individu-individu yang baru. Contoh hewan yang berkembangbiak secara fragmentasi yaitu cacing pipih atau planaria dan cacing pita.

Planaria berkembangbiak secara fragmentasi [Sumber: springernature.com]

Membelah Diri

Kalau mendengar kata-kata membelah diri, kamu pasti langsung teringat scene Boruto melakukan kage bunshin no jutsu, kan? Hayoo, ngaku!

Boruto membelah diri [Sumber: giphy.com]

Eits, membelah diri yang dimaksud di sini bukan membelah diri seperti Boruto gitu, ya! Membelah diri yang kita bahas ini dilakukan oleh hewan bersel satu seperti amoeba. Ketika membelah diri, inti sel hewan akan membelah menjadi dua, diikuti dengan pembelahan cairan dan juga dinding sel. Kemudian, jadi deh, dua individu baru!

Hmm.. terus apa bedanya dong, dengan fragmentasi? Nah, kalau fragmentasi, setelah induknya memotong tubuhnya menjadi dua bagian atau lebih, potongan-potongan tubuh tersebut akan berupa tubuh yang masih belum lengkap anggota tubuhnya. Sehingga, butuh waktu bagi potongan-potongan tubuh tersebut untuk tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Sedangkan pada proses membelah diri, setelah induknya membelah dirinya menjadi dua, masing-masing hasil pembelahan ini akan langsung menjadi individu baru yang lengkap.

Amoeba berkembangbiak dengan membelah diri [Sumber: garyrobson.com]

Nah, setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu kan, kalau perkembangbiakan hewan itu ternyata nggak cuma dilakukan dengan bertelur atau melahirkan aja. Tapi, ada juga beberapa cara lainnya. Kalau kamu masih bingung dan punya pertanyaan, kamu bisa lho, langsung bertanya ke kakak tutor di ruanglesonline!

Referensi:

Zubaidah, S., dkk. [2015]. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX Kurikulum 2013. Jakarta: Kemdikbud. 

Sumber Gambar:

Gambar ‘Induk Ayam’ [Daring]. Tautan: //mmc.tirto.id/image/otf/1024x535/2020/09/21/istock-1015658600_ratio-16x9.jpg [Diakses: 25 Agustus 2021]

Gambar ‘Induk Kucing’ [Daring]. Tautan: //asset-a.grid.id//crop/0x0:0x0/700x0/photo/2020/11/05/2549056457.jpg [Diakses: 25 Agustus 2021]

Gambar ‘Tunas Hydra’ [Daring]. Tautan: //docplayer.info/docs-images/93/113711211/images/44-0.jpg [Diakses: 25 Agustus 2021]

Gambar ‘Fragmentasi Planaria’ [Daring]. Tautan: //media.springernature.com/original/springer-static/image/chp%3A10.1007%2F978-3-319-33921-4_24/MediaObjects/420493_1_En_24_Fig1_HTML.gif [Diakses: 25 Agustus 2021]

Gambar ‘Amoeba’ [Daring]. Tautan: //garyrobson.files.wordpress.com/2011/10/ameoba.jpg [Diakses: 25 Agustus 2021]

Artikel ini telah diperbarui pada 26 Agustus 2021.

Video yang berhubungan

Bài Viết Liên Quan

Bài mới nhất

Chủ Đề