Berapa hari hasil facebook ads capai

29 Jul Ragu Pasang Iklan di Facebook? Ikuti Panduan Lengkap ini Agar Sukses Beriklan di Facebook!

“Ah kapok gua pasang iklan di Facebook!”

“Masa udah keluar biaya sekian ratus ribu, bahkan jutaan, tapi hasilnya gak optimal, penjualan 0 (nol), gak sesuai apa yang gua harapkan!”

Pernah merasakan hal tersebut?

Atau mungkin Anda memang belum keluarin biaya sampai jutaan rupiah untuk beriklan di Facebook, tapi ternyata hasilnya cukup mengecewakan?

Tenang, kalau begitu Anda gak sendirian.

Banyak banget yang ngalamin kaya gini, salah satunya saya sendiri yang membuat artikel ini.

Yap, sekitar tahun 2011 yang lalu saya pertama kalinya nyobain Facebook Advertising untuk memasarkan dagangan online saya + kontes yang mau saya adain.

Harapannya biar  banyak orang yang tertarik dengan kontes super-menarik dan penjualannya ikut meroket.

By the way, waktu itu saya menggunakan jasa orang lain ya, karena saya cuma mau terima jadi.

Singkat cerita, setelah iklan tersebut berakhir, Puji Tuhan Alhamdulilah, kontes super-menarik yang saya adakan saat itu cuma diikuti oleh seorang sahabat saya sendiri. 😆

Akhirnya dia pun memenangkan kontes tersebut dan mendapatkan kaos gratis dari saya.

Sedangkan saya juga mendapatkan sesuatu, yaitu kekecewaan.

Cerita selesai~

Apa yang menjadi harapan saya saat itu harus sirna dengan kenyataan pahit yang sesungguhnya.

Pemikiran saya waktu itu, pasang iklan di Facebook cuma buang-buang duit aja.

Tapi …

Setelah saya memahami seluk beluk Facebook Advertising, ternyata saya sadar, apa yang saya lakukan pada advertising sebelumnya itu salah total.

Bahkan sekarang saya berani bilang kalau pasang iklan di Facebook itu banyak untungnya!

Dengan syarat: cara dan strategi yang tepat, diimbangi dengan pemahaman yang cukup matang tentang Facebook Advertising.

Akhirnya sampai saat ini bisa dibilang saya cukup ketagihan untuk mengiklankan sesuatu lewat Facebook.

Ini merupakan data yang diambil dari Moz.com

Facebook Ads menempati posisi paling bawah alias biaya iklan termurah dibanding platform yang lain.

Bayangin aja, mulai dari $0.25 atau sekitar Rp 3,300, iklan kita sudah bisa ditampilkan kepada 1000 orang.

Bahkan iklan yang saya pasang seharga Rp 2,177 bisa untuk mencapai 1000 orang.

“That’s why you don’t have to be worry about Facebook Advertising, Bro!”

3 hal yang akan Anda dapatkan setelah membaca artikel ini:

  • Pemahaman tentang Facebook Advertising secara lengkap.
  • Mampu membuat strategi yang tepat dalam beriklan di Facebook.
  • Memaksimalkan hasil dengan budget iklan yang seminim mungkin.

Oh ya, di artikel ini saya gak memberikan tutorial, tapi lebih ke pemahaman dan strategi yang tepat.

Kalau untuk tutorial memasang iklannya, saya menyarankan sumber yang pasti yaitu dari Facebooknya sendiri, klik disini.

Terakhir, karena artikel ini cukup panjang, maka saya telah sediakan index untuk mempermudah Anda. 🙂

Index artikel sukses beriklan di Facebook:

Bab 1. 8 Tips Dasar HARUS Tau Sebelum Pasang Facebook Ads

Bab 2. Struktur Dasar Campaign, Cost Facebook Ads & Cara Pembayaran

Bab 3. Cara Targeting Audiences dengan Tepat Sasaran

Bab 4. Membuat Konten Iklan Facebook yang Menjual dan Efektif

Bab 5. Memaksimalkan Hasil Iklan Facebook dari Budget yang Tersedia

Bab 6. Merekam Kinerja & Menganalisis Hasil Facebook Ads


BAB 1

8 Tips Dasar Facebook Advertising

1. Mulai dengan tujuan utama dan objective yang spesifik

Tahan dulu nafsu untuk buru-buru pasang iklan di Facebook.

Di sini kita bukan main judi dan cuma membuang-buang Rp/$.

Tentukan dulu tujuan utama disertai dengan objective yang spesifik dalam Facebook Ads.

Misalnya saya punya tujuan utama yaitu mau meningkatkan penjualan.

Lalu objective spesifiknya adalah meningkatkan post engagement kepada warm & hot traffics (untuk kampanye), dengan gambar yang semenarik mungkin.

Atau saat artikel ini ditulis, objective saya adalah meningkatkan jumlah likes pada page Digitalinbro dengan melakukan A/B test.

Intinya, Anda harus mampu membuat objective yang spesifik berdasarkan objective Facebook sendiri.

Untuk mempermudah Anda dalam poin ini, jawab pertanyaan berikut:

#1 Tujuan besar apa yang mau Anda capai sekarang ini?
Meningkatkan penjualan kah? Meningkatkan calon pelanggan baru? Mengadakan kampanye atau kontes (sales promotion)?

#2. Apa yang bisa dilakukan oleh Facebook Ads untuk membantu mencapai tujuan tersebut? (objective)
Meningkatkan jumlah pengunjung website? Mengumpulkan leads dari cold traffic? Meningkatkan post engagement? Memasarkan video?

Perlu diingat, pahami apakah sebagian besar audience kita menggunakan Facebook atau engga.

Kalau belum paham, pelajari materi dasar Facebook marketing dulu.

2. Bingung mulai dari mana? Objective ‘page like’ patut dicoba

Bagi Anda yang punya brand yang baru, belum dikenal banyak orang, itu artinya Andapunya tujuan utama untuk mengenalkan dan mencari calon pelanggan (cold traffic) sebanyak-banyaknya.

Maka, Anda bisa memulai dengan memasarkan halaman bisnis Anda terlebih dulu.

Dengan meningkatkan jumlah like pada halaman bisnis Anda, nantinya akan menimbulkan domino effect.

Hal ini akan membuat page Anda lebih terlihat populer lagi, serta menambah kepercayaan orang lain untuk ikutan like halaman bisnis Anda.

Jelas cara ini jauh lebih murah, efektif (sesuai target pasar), dan aman ketimbang Anda membeli likers atau followers dari sumber yang gak jelas.

Ini adalah contoh dari salah satu temen saya di Facebook yang like akun Architizer.

Page Architizer bisa muncul di news feed saya berkat like dari salah satu teman Facebook saya yang bernama Richard.

Untuk memulai mengiklankan halaman bisnis Anda, sebaiknya pastikan bahwa:

  • Page Anda tersebut memang aktif (rutin update).
  • Berikan konten yang bermanfaat untuk audiens secara konsisten.
  • Lakukan beberapa tips lainnya dari artikel Facebook Marketing ini.

3. Atau langsung berikan ‘manfaat’ untuk audience

Alternatif buat Anda yang mau dapat fungsi sekaligus.

Misalnya post engagement dan click to website.

Maka Anda bisa mengiklankan konten-konten bermanfaat bagi audiens.

Konten itu gak cuma artikel ya.

Bisa berupa video, foto, aplikasi, podcast, penawaran menarik, voucher, dan masih banyak lainnya.

Ini adalah contoh multifungsi yang dimaksud.

Audience bisa like page tersebut, klik shop now untuk berbelanja di website dan post engagement (like, comment, share).

4. Berikan teknik Copywriting dalam setiap iklan

Ini gak kalah pentingnya, Anda membutuhkan teknik copywriting untuk menarik perhatian audience.

Tujuan utama orang – orang menggunakan media sosial itu bukan untuk berbelanja, tapi untuk cari hiburan dari kerabatnya, keluarga, atau yang lain.

Dan mereka tertarik dengan suatu iklan bukan karena iklan itu keren, tapi karena iklan itu bermanfaat dan mampu menyelesaikan permasalahannya.

Jadi kalau lu sudah berniat memberikan manfaat bagi audience, utarakanlah dengan kata – kata yang menarik

Ini gak kalah pentingnya, Anda membutuhkan teknik copywriting untuk menarik perhatian audiens.

Tujuan utama orang-orang menggunakan media sosial itu bukan untuk berbelanja, tapi untuk cari hiburan dari kerabatnya, keluarga, atau yang lain.

Dan mereka tertarik dengan suatu iklan bukan semata-mata karena iklan itu keren, tapi karena iklan itu bermanfaat dan mampu menyelesaikan permasalahannya.

Jadi kalau Anda sudah berniat memberikan manfaat bagi audiens, utarakanlah dengan kata – kata yang menarik.

5. Bedakan antara cold – warm – hot traffic.

Secara singkat…

Cold traffic itu orang-orang yang gak tau sama sekali tentang brand atau bisnis Anda.

Warm traffic itu orang-orang yang sudah tau dengan brand Anda, bahkan mereka pernah terdaftar sebagai subscriber atau memberikan bentuk engagement lainnya.

Hot traffic itu orang-orang yang sudah pernah membeli produk atau menggunakan jasa kita.

Akan menjadi ‘sangat panas’ apabila mereka melakukan repeat order.

Jadi, pada intinya Anda harus memahami target dari iklan yang akan Anda pasang.

Jangan sampai Anda mengiklankan kontes seperti, ‘Ayo foto diri Anda bersama produk kami, hadiah utamanya sepatu futsal!’

Tapi iklan tersebut malah ditujukkan kepada cold traffic yang bahkan gak tau bahwa brand kita eksis.

Boleh aja sih, tapi kurang efektif.

6. Sertakan Call to Action (CTA) dengan jelas

Apakah Anda punya keinginan agar audiens klik like halaman bisnis Anda?

Apakah Anda mau agar page bisnis Anda itu memiliki jumlah likers dan followers yang meningkat?

Jawabannya sederhana…

Ya tinggal minta mereka untuk klik like dong. 🙂

Atau apapun call to action yang kita berikan, harus dapat dimengerti dengan mudah oleh audiens

Tapi tunggu dulu.

Ternyata sekedar meminta saja kurang kuat untuk mereka mau mengikuti apa mau kita.

Maka dari itu dibutuhkan beberapa strategi dan teknik dalam penyampaiannya.

Klik pada artikel teknik copywriting ini untuk mempelajari lebih jauh.

7. Boleh juga loh beriklan di Instagram

Sosial media ini merupakan ‘anaknya’ Facebook dengan fungsi berbagi foto.

Pengguna Instagram sendiri sebagian besar dinikmati oleh kaum remaja.

Jadi kalau target audiens Anda itu kaum remaja dan konten Anda punya gambar yang menarik, serta mau ngejar post engagement…

Maka Instagram adalah jawaban yang tepat untuk kampanye iklan Anda!

8. Gak perlu punya Facebook Page buat bikin iklan di Facebook

Poin ini sebenarnya sudah saya jelaskan di artikel Facebook Marketing.

Intinya, buat Anda yang mungkin saat ini belum punya halaman bisnis Facebook tetap bisa beriklan tanpa perlu membuatnya terlebih dulu.

Hanya saja fungsinya terbatas pada objective Click to Website dan letaknya hanya di kolom kanan (right column).

Silahkan bagi yang berminat bisa ikuti tutorial dari sini.

Balik ke Index

BAB 2

Struktur Dasar Campaign & Cost Facebook Ads

Struktur Campaign

Gampangnya, struktur campaign ini membutuhkan 3 tahap sebelum iklan Anda bisa ditayangkan oleh Facebook.

Tahap pertama adalah Campaign.

Di tahap ini Anda menentukan jenis campaign atau objective yang ingin diklankan.

Seperti promosi post, website, video, event, aplikasi, video, meningkatkan brand awareness, mengumpulkan leads, like page dan lain – lain.

Tahap kedua adalah Ads Set. 

Pada tahap ini, Anda menentukan target yang mau dituju. Mulai dari budget, jadwal, targeting.

Dan tahap ketiga adalah Ads, di mana fokus Anda adalah desain dari iklan yang mau ditampilkan (foto, video, link, copywriting, dll.)

Struktur Cost

Di bagian ini gua akan menjelaskan apa itu CPC, CPL, CPA, CPM dan oCPM.

Tapi sebelum masuk kesana, ada baiknya kita sudah paham pengetahuan dasar tentang Cost of Facebook Ads saat ini.

Pasang iklan di Facebook itu mudah, gak perlu kartu kredit.

Saat ini Facebook sudah memudahkan kita khususnya orang Indonesia dalam pembayaran iklan.

Selain kartu kredit, Anda juga bisa menggunakan ATM dan transfer Bank untuk bayar iklan yang akan dipasang nantinya.

Berikut cara mengaktifkan pembayaran lewat ATM dan Bank Transfer buat Anda yang baru pertama kali memasang iklan di Facebook:

#1. Buat iklan seperti biasa sampai diarahkan ke Ads Manager, lalu pilih Objective sesuai keinginan.

#2. Lanjutkan sampai muncul tampilan kaya dibawah ini.

#3. Pilih Personal Accounts

#4. Pilih Account Country: Indonesia dan Currency: Indonesia Rupiah

#5. Lanjutkan pemasangan iklan sampai ke Review Order, maka muncul tampilan ini

#6. Masukkan jumlah saldo sesuai dengan tagihan iklan atau lebih.

#7. Lanjutkan sampai muncul pop-up dari Doku

#8. Klik Get Payment Code, lalu bayar sesuai tagihan, ikutin aja di situ dikasih tau langkah-langkahnya.

Apa itu Daily Budget dan Lifetime Budget?

Facebook menetapkan biaya minimal itu Rp 10,000/hari untuk CPM, dan Rp 25,000/hari untuk bidding lainnya (CPC, CPL, CPA).

Daily budget artinya biaya yang harus dikeluarkan per hari.

Misalnya per hari saya tetapkan biaya iklan sebesar Rp 10,000 (biaya minimum) untuk bidding CPM, maka selama 7 hari Facebook menjamin biaya saya gak akan lebih dari Rp 70,000

Sedangkan kalau saya pilih bidding CPL misalnya, maka budget minimum saya per hari adalah Rp 25,000.

Berarti selama 7 hari, saya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 175,000.

Lifetime budget artinya biaya yang harus dikeluarkan untuk jangka waktu yang sudah dijadwalkan.

Misalnya saya menentukan lifetime budget dari tanggal 27 Juli 2016 – 1 Agustus 2016 sebesar Rp 50,000.

Itu artinya biaya per hari Rp 10,000 atau minimum budget untuk bidding CPM.

Untuk lifetime budget ini Anda bisa menjadwalkan kapan iklan tersebut harus tampil.

Jadi misalnya Anda mau pasang iklan selama 2 minggu, tapi Anda gak mau iklan tersebut tayang di hari Sabtu, Minggu, dan Senin di pukul 7 pagi sampai 9 pagi.

Maka jadwalnya akan terlihat seperti ini.

Apa itu CPM, oCPM, CPC, CPL & CPA?

Saya gak akan terlalu bahas materi ini secara mendalam, karena bisa 1 artikel sendiri untuk bahas ginian doang (beserta tips optimasinya).

Maka dari itu di sini saya akan memberikan pengetahuan dasarnya dulu.

# CPC (Cost per Click)

Artinya biaya yang harus dikeluarkan setiap orang yang ngeklik iklan Anda.

Yap, dengan adanya orang yang klik iklan Anda, berarti Andaharus membayar ke Facebook.

Dan belum tentu orang yang klik tersebut dijamin melakukan konversi sesuai keinginan Anda (download, subscribe, dll), termasuk pembelian.

# CPA (Cost per Action)

Kalau bidding CPC, Anda membayar untuk setiap klik.

Berbeda dengan CPA di mana Anda membayar untuk suatu konversi yang lebih spesifik daripada sekedar klik.

Misalnya download, add to cart, berlangganan email, melakukan pembelian, dan lain-lain.

Saya menggunakan jenis iklan ini cuma sekali dan waktu yang sebentar karena biayanya yang lebih mahal, sedangkan Digitalinbro menyediakan konten secara gratis 100%.

Tapi buat Anda yang menjual suatu produk atau jasa, CPA ini bisa meningkatkan ROI (return of investment) dibanding menggunakan CPC.

Biar lebih ngerti, coba perhatikan contoh kasus ini.

Misalnya Anda jualan eBook dengan harga Rp 100,000.

Biaya pasang iklan (CPA) sebesar Rp 20,000 untuk setiap orang yang membeli (klik download) eBook tersebut.

Katakanlah eBook Anda terjual sebanyak 20 unit.

Maka secara keseluruhan, Anda mengeluarkan biaya sebesar Rp 400,000 untuk iklan CPA ini, dan mendapat Rp 2 juta dari penjualan eBook tersebut.

Paham ya bro?

# CPL (Cost per Like)

Artinya Anda membayar untuk setiap like yang bertambah di Facebook Page Anda.

#CPM (Cost per Mille)

Atau biasa dikenal dengan cost per 1000 impressions.

Artinya biaya yang dikeluarkan setiap 1000 kali iklan ditayangkan.

Jenis bidding ini memiliki biaya yang lebih murah dibanding CPC dan CPA.

Cocok buat Anda yang mau memasarkan iklan kepada target yang luas.

# oCPM (Optimized Cost per Mille)

Masih sama dengan jenis CPM, yaitu biaya berdasarkan berapa kali iklan tersebut ditayangkan (impressions).

Hanya saja pada oCPM Facebook melakukan optimasi terhadap suatu iklan agar sesuai dengan objective yang telah ditentukan pada tahap Campaign.

Misalnya, Anda mau mengiklankan salah satu post Facebook Page kita masing-masing (boost post).

Tujuan utama iklan ini adalah mencari engagement sebanyak-banyaknya dari target audiens (like, share, comment).

Maka dari itu, Anda bisa memilih bidding jenis CPM dan optimasi di bagian Post Engagement.

Artinya Facebook akan membantu iklan Anda untuk mencari engagement sebanyak-banyaknya, tapi kita tetap membayar berdasarkan berapa kali iklan tersebut ditayangkan.

Balik ke Index

BAB 3

Cara Targeting Audience dengan Tepat Sasaran

Apa pentingnya targeting audience?

Untuk menekan biaya iklan Facebook, salah satu cara yang efektif adalah dengan menentukan target audience yang tepat.

Gak cuma menekan biaya sih bro, tapi juga memaksimalkan hasilnya.

Buat Anda yang masih belum paham seberapa penting targeting audiens, saya akan kasih gambaran biar gampang dimengerti.

Katakanlah saat ini Anda adalah seorang penjual tas gunung dengan target market kelas atas.

Barang yang paling murah aja seharga Rp 5 juta misalnya.

Suatu hari Anda memutuskan untuk pasang iklan di Facebook dengan budget Rp 1 juta.

Dan tiba-tiba Anda berhadapan dengan 2 opsi:

Opsi pertama, budget iklan 1 juta ditampilkan kepada semua kalangan.

Termasuk kalangan menengah kebawah yang belum tentu suka mendaki gunung, apalagi untuk membeli tas gunung yang relatif mahal itu.

Opsi kedua, budget iklan 1 juta ditampilkan hanya kepada orang-orang kelas atas yang hobinya mendaki gunung.

Mana yang terbaik?

Jelas opsi kedua jauh lebih baik.

Budget 1 juta yang dikeluarkan itu 100% hanya ditampilkan sesuai segmen pasar Anda.

Maka kemungkinan untuk terjadinya penjualan juga semakin besar.

Sudah mulai paham ya bro apa pentingnya targeting dalam beriklan di Facebook?

Targeting yang spesifik dan detail

Nah enaknya lagi, di Facebook kita bisa melakukan targeting secara spesifik, banget!

Anda bisa menentukan target audiens berdasarkan gender, usia, lokasi, kesukaan mereka (interest), pekerjaan bahkan status hubungan, bahkan sistem operasi handphone apa yang digunakan, bahkan penghasilan rata – rata tiap bulan, bahkan berapa lama mereka pacaran, bahkan…

Pokoknya detail banget!

Semakin Anda memahami audiens, maka semakin optimal juga iklan yang akan dihasilkan.

Perhatikan Total Potential Reach

Mana yang lebih baik? Potential reach luas (broad) atau yang sempit (spesific)?

Jawabannya gak ada yang pasti.

Banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya tujuan kita memasang iklan di Facebook.

Tapi direkomendasikan untuk gak terlalu luas dan gak terlalu sempit.

Gini…

Misalnya Anda masih menjadi penjual tas gunung, lagi ngadain promo gratis ongkir untuk seluruh Jawa dan mau mengadu nasib dengan Facebook Advertising.

Maka, daripada Anda membuat target yang terlalu luas…

Lebih baik lakukan targeting yang stabil dan sesuai dengan potensial customer Anda masing-masing…

Anda bisa mempersempit potential reach yang terlalu luas dengan cara mengatur jangkauan usia, lokasi, interest, behavior, menggunakan fitur MUST ALSO, pengecualian (exclude), dan lain – lain.

Buat Custom Audience sendiri!

Fitur Facebook yang canggih ini memungkinkan Anda untuk melakukan lebih dalam targeting.

Sebut aja seperti ‘memanggil’ kembali pelanggan yang sudah lama gak melakukan pembelian.

Atau melakukan targeting kepada warm traffic yang sudah subscribe email di website.

Sesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing.

Atau buat audience yang ‘mirip-mirip’

Dengan menggunakan pilihan Lookalike Audience, Anda bisa menyasarkan target kepada orang-orang yang punya ‘kemiripan’ dengan audience Anda sebelumnya.

Kemiripan yang dimaksud adalah kemiripan ketertarikan (interest) maupun demografi lainnya.

Syarat untuk membuat Lookalike Audience ini adalah Anda harus punya sumber audience yang lebih dulu ada, misalnya dari Facebook Page atau dari Custom Audience.

Bagi targeting berdasarkan prioritas

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa Anda harus menyesuaikan iklan dengan target audiens tertentu.

Gak semua iklan itu cocok untuk semua audiens.

Maka dari itu, Anda bisa memulainya dengan membuat prioritas audiens ini.

# Prioritas Rendah (Cold Traffic -> Warm Traffic)

Adalah orang-orang yang gak tau brand Anda sama sekali.

Dan tujuan Anda memasang iklan kepada prioritas ini adalah agar mereka ‘kenalan’ dengan brand milik Anda.

Mulailah targeting sesuai dengan ketertarikan mereka (interest).

# Prioritas Sedang (Warm Traffic -> Super Warm Traffic)

Di sini para audiens sudah kenal dengan brand Anda.

Bahkan mereka sudah melakukan konversi seperti mengunjungi website, subscribe, like page, memberikan komentar dan sebagainya.

Beberapa poin penting yang harus ditingkatkan dalam audiens ini:

  • Brand image
  • Rasa kepercayaan mereka
  • Ketertarikan mereka terhadap produk/jasa Anda

# Prioritas Utama (Super Warm Traffic -> Hot Traffic)

Setelah Andamencoba meningkatkan ketertarikan dari audiens yang sudah percaya dan tertarik, kini saatnya mengubah mereka menjadi pelanggan Anda sendiri.

Buat mereka (super warm traffic) agar melakukan pembelian produk/jasa Anda, sehingga akhirnya menjadi hot traffic.

Kita bisa memasarkan iklan seperti, ‘Diskon 50% untuk Pengguna Pertama!’, dan sebagainya.

# Prioritas Tingkat Lanjut (Hot Traffic -> ‘Panas Banget’ Traffic)

Terakhir, prioritas ini yang biasanya diabaikan sebagian besar pebisnis kecil – menengah.

Panggil customer lama kita untuk melakukan pembelian lagi (repeat order).

Bahkan tingkatkan peluang mereka agar ‘mengeluarkan’ uang lebih banyak dari sebelumnya.

Balik ke Index

BAB 4

Membuat Konten Iklan Facebook yang Menjual dan Efektif

Percuma dong kalau pondasi iklan sudah kuat, budgeting sudah oke, targeting sudah tepat, tapi iklannya gak mampu menarik perhatian audiens, apalagi biar bisa menjual.

Bagian ini adalah bagian yang paling saya nikmati dari keseluruhan Facebook Advertising.

Sebelum mulai, mari ikuti ‘cara main’ Facebook terlebih dulu

Facebook <3 Teks kurang dari 20%

Dulu, Facebook punya ketentuan akan menolak iklan kita kalau gambar dari iklan tersebut berisi teks lebih dari 20% (dari keseluruhan gambar).

Tapi untungnya sekarang sudah dipermudah.

Facebook mengijinkan penggunaan iklan dengan teks lebih dari 20% dari keseluruhan gambar.

Hanya saja semakin banyak teks yang terkandung dalam suatu gambar, maka semakin kecil kemungkinan iklan tersebut untuk menjangkau target audiens.

‘Cara main’ lainnya

Sebelum mengajukan iklan di Facebook, ada baiknya Anda memahami semua ketentuan yang berlaku di Facebook Adveritising sendiri.

Seperti sesuatu yang berbau porno, menggunakan kata-kata kasar, MLM gak jelas, itu gak boleh diiklankan di Facebook.

Pelajari Advertising Policies lebih lanjut disini.

Menggila dengan gambar dan foto

Pernah denger kan istilah ‘Pictures is worth a thousand words’?

Atau dari salah satu lirik lagunya David Gates, ‘If a picture paints a thousand words’?

Hal ini sangat berlaku dalam Facebook Advertising!

Jangan takut untuk bereksperimen dengan gambar yang menarik dan menjual.

Karena sekali lagi, gak ada jawaban yang pasti gambar seperti apa yang terbaik.

Itu semua dipengaruhi oleh banyak faktor, makanya Facebook sendiri pun menyarankan untuk melakukan uji coba terhadap beberapa gambar dalam 1 campaign.

Sesuaikan ukuran gambar seperti yang disarankan oleh Facebook sendiri.

Buatlah iklan yang gak keliatan seperti iklan

Coba jujur.

Tujuan utama Anda (sebagai orang awam) menggunakan sosial media, khususnya Facebook itu untuk mencari hiburan, nyari temen lama, ngobrol sama mereka, stalking gebetan dan mantan sekaligus, dan sebagainya.

Atau …

Buka Facebook dengan tujuan utama liat iklan-iklan komersial yang seperti ada di TV dan menikmati promosi-promosi produk yang belum tentu Anda butuhkan?

Saya cukup yakin sebagian besar jawabannya pasti pada opsi yang pertama.

Dengan syarat posisi Anda sebagai orang awam, bukan sebagai marketer yang lagi studi kasus atau sejenisnya.

Begitu juga audiens Anda!

Maka dari itu, saya selalu menyarankan agar menggunakan teknik soft selling ketimbang hard selling di sosial media.

Hindari kata – kata seperti, ‘JUAL VELG HONDA BRIO MURAH HARGA BERSAING PM!’, atau ‘Hard casing iPhone BELI 3 DISKON 50%, ORDER NOW!’

Woy ini Facebook bukan iklan baris!

Iklan dalam bentuk video

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Simply Measured, video itu di share 1200% lebih banyak dari pada cuma link dan teks aja.

Gimana kalau iklan yang menggabungkan video + soft selling yang melibatkan emosi audiens?

Perfect bro!

Misalnya iklan GoPro seperti ini:

Atau kalau Anda suka liat banyak bertebaran video-video Thailand yang sedih tapi ujung-ujungnya iklan dari suatu brand, itu salah satu contohnya juga.

Buktinya video sedih tersebut bisa sampai ke news feed Facebook Anda berkat banyak orang yang share, kan?

Balik ke Index

BAB 5

Memaksimalkan Hasil Iklan Facebook dari Budget yang Tersedia

Kumpulkan Data audience

Ini adalah salah satu hal penting yang sering dilupain oleh sebagian besar pelaku bisnis kecil-menengah.

Untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, Anda harus mampu membangun hubungan yang berkelanjutan.

Salah satunya adalah dengan menyimpan data mereka.

Gak cuma loyalitas dari pelanggan yang sudah pernah berbelanja doang kok, bahkan warm traffic pun bisa kita simpan datanya agar berubah menjadi hot traffic.

Nah, dengan Facebook Advertising, Anda bisa mengumpulkan data tersebut, salah satunya adalah email list.

Khususnya untuk mengumpulkan data lewat iklan di Facebook, ada beberapa cara yang bisa dicoba:

# Buat Lead Form

See? Anda bisa mengumpulkan berbagai macam data yang dibutuhkan, gak cuma nama dan email.

Kalau Anda merasa, “Ah landing page gua jauh lebih kuat daripada lead formnya Facebook.”

Maka lakukanlah dengan memasang iklan yang bisa membawa audiens secara langsung ke landing page Anda.

Gunakan objective click to website, boost your post, atau increase brand awareness.

Buat Landing Page

Gak akan saya bahas panjang lebar tentang landing page pada artikel ini.

Intinya, dengan membuat landing page, Anda bisa membuat hasil iklan Facebook lebih maksimal lagi.

Misalnya pada iklan Facebook, Anda membuat penawaran yang sangat menarik dan mampu membuat audiens untuk klik link yang diberikan.

Nantinya pada link tersebut, audiens dibawa ke landing page milik Anda, agar lebih kuat lagi mereka untuk melakukan sesuai yang apa yang Anda minta (pembelian, subscribe email, dan lain-lain).

Contoh landing page menarik dari Neil Patel.

Lakukan A/B test

Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa Facebook sendiri pun menyarankan pemasang iklan untuk melakukan uji coba.

Gak ada panduan pasang iklan di Facebook yang terbaik selain melakukan uji coba langsung terhadap bisnis kita sendiri.

Gabungkan beberapa hal yang udah lu pelajari di atas, seperti targeting, budgeting, konten iklan.

Ini saya kasih gambaran tentang A/B test dalam iklan Facebook, untuk prakteknya silahkan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Balik ke Index

BAB 6

Merekam Kinerja & Menganalisis Hasil  Facebook Ads

Kalau iklan Anda sudah berjalan dan mulai keliatan hasilnya, itu artinya masih ada tugas lagi yang harus dikerjakan.

Hal pertama adalah merekam kinerja iklan tersebut, atau yang sering dikenal dengan istilah Tracking.

Facebook Pixel

Gunakan fitur canggih Facebook ini yang disediakan gratis untuk semua pemasang iklannya.

Facebook Pixel merupakan kode JavaScript untuk website Anda, biar Anda bisa mengukur, mengoptimalkan dan membangun audiens untuk kampanye iklan milik Anda.

Intinya buat Anda yang punya website sangat disarankan untuk memasang fitur ini.

Silahkan pelajari lebih lanjut tentang Facebook Pixel disini.

Lakukan analisis dari Ads Manager

Buat Anda yang baru pertama kali mau menganalisis lewat Ads Manager mungkin akan mengalami sedikit kebingungan dan kesulitan.

Tapi jangan pernah mengabaikan fitur analisis gratisan ini, hanya karena Anda belum terbiasa dengan Ads Manager.

Ini adalah contoh yang saya praktekkan langsung untuk Page Digitalinbro.

Dengan data tersebut, saya bisa tau jenis iklan mana yang paling optimal.

Dan saya juga bisa liat laporan lainnya seperti; berapa luas jangkauannya, umur berapa yang paling banyak melakukan konversi, di hari apa dan jam berapa yang paling ramai, berapa biaya rata-rata per like dan sebagainya.

Lakukan praktek 80:20

20% untuk membuat dan menyusun iklan, 80% untuk menganalisis dan optimasi iklan yang ada.

Jangan sampai iklan yang sudah berjalan itu ternyata gak optimal.

Dan parahnya lagi, malah dibiarin iklan tersebut berjalan sampai saldo Anda habis sendiri, wah bahaya…

Lakukan analisis iklan itu biasanya 1 hari setelah iklan berjalan.

Tapi kalau iklan Anda cuma berjalan 1 hari, Anda bisa menatap monitor komputer Anda lebih sering untuk melakukan analisis.

Segera hentikan iklan yang punya kinerja paling buruk dan lihat iklan mana yang paling optimal.

Pelajari semuanya agar Anda semakin hebat lagi beriklan di Facebook.

Balik ke Index

Kesimpulan

Saya rangkum beberapa dari keseluruhan artikel ini:

  • Iklan di Facebook jauh lebih murah dibanding platform iklan lainnya.
  • Sebelum memulai, Anda harus menguasai hal-hal dasar tentang Facebook Advertising seperti menentukan tujuan, objective dan sebagainya.
  • Bedakan antara cold-warm-hot traffics agar iklan Anda lebih tepat sasaran.
  • Terdapat 3 tahap dalam struktur campaign, yaitu campaign, ads set dan ads.
  • Bidding cost, khususnya dalam Facebook itu berbeda-beda sesuai tujuan dan kebutuhannya.
  • Anda bisa mengatur targeting secara spesifik dengan beriklan di Facebook.
  • Buatlah iklan yang gak keliatan seperti iklan.
  • Jangan takut bereksperimen dengan gambar dan foto dalam iklan di Facebook.
  • Gunakan landing page yang kuat agar meningkatkan konversi audience.
  • Terakhir, lakukan analisis dari kinerja setiap iklan.

Thank you buat Anda yang sudah baca artikel super panjang ini.

Double thank you buat Anda yang sudah baca + share artikel ini.

Saya tunggu komentar, pendapat, saran, kritik dan curhat lu di kolom komentar! 😀

Business photograph designed by Pressfoto – Freepik.com

Berapa budget minimal untuk melakukan Facebook Ads?

Karena Facebook lah yang akan mencoba memaksimalkan budget kalian untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin sesuai dengan tujuan dan target audiens yang ingin dicapai. Update saat ini untuk biaya Facebook Ads di tahun 2021 adalah berkisar antara Rp10,000 hingga Rp30,000 per hari.

Bagaimana tahapan dalam ADS di Facebook?

Cara Beriklan di Facebook Ads dengan Mudah dan Cepat.
Buat Halaman Bisnis. ... .
Pilih Tujuan. ... .
Beri Nama Kampanye Iklan. ... .
Atur Akun Iklan. ... .
Pilih Audiens. ... .
Pilih Lokasi Penempatan Iklan. ... .
Atur Budget dan Jadwal. ... .
Buat Iklan..

Iklan Facebook muncul di mana?

Marketplace Facebook: Iklan Anda ditampilkan di halaman beranda Marketplace atau saat seseorang menelusuri Marketplace di aplikasi Facebook. Pelajari selengkapnya tentang iklan di Marketplace.

Apakah Facebook Ads berbayar?

Facebook Ads adalah sebuah singkatan dari Facebook Advertising yang merupakan fitur berbayar Facebook untuk mengiklankan postingan di sebuah akun.

Apa itu Lifetime budget?

21. Lifetime Budget. Lifetime Budget adalah anggaran yang ditetapkan dalam waktu yang telah ditentukan menyesuaikan lamanya iklan untuk ditayangkan.