Cara memotivasi anak dengan memuji sekaligus mengkritik

5 Cara Memuji yang Tepat agar Anak Memiliki Motivasi untuk Belajar Lebih Pintar

Suci Loyalita 30 September 2018
Mom
0 comments
Pujian bisa berdampak positif dan sebaliknya. (Foto: Shutterstock)

Pujian memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang si kecil. Tidak heran kalau pakar di duniaparenting menyarankan agar para orangtua tidak pelit untuk memberikan pujian pada anak. Pujian bisa dinyatakan dengan kata-kata, pelukan atau tepuk tangan. Pujian juga diyakini menjadi cara ampuh untuk membentuk perilaku yang baik dan memotivasi anak untuk melakukan hal baik. Berikut ini cara memuji yang tepat agar anak terbangun motivasi sejak dini.

1. Puji anak dengan hati tulus bukan pura-pura untuk menyenangkan

Ibu memberikan tepuk tangan pujian. (Foto : Shutterstock)

Kadang, orangtua memberikan pujian dengan maksud untuk menyenangkan anak. Padahal ini adalah hal yang keliru. Jangan sering memuji anak karena perilaku yang biasa atau memang sudah sewajarnya dilakukan. Misal, si kecil yang berusia 3 tahun sudah bisa makan sendiri tentu ini adalah hal yang tidak perlu dipuji berlebihan.

Tapi kalau si kecil berhasil makan sendiri tanpa berantakan, ibu bisa memberikan pujian yang tulus dengan mengatakan. "Kamu pintar, makan tidak berantakan. "

Baca juga : 5 Manfaat ungkapan rasa sayang melalui ucapan kepada anak

2. Pujian fokus untuk memberikan apresiasi terhadap perilaku anak

Puji anak karena perilakunya. (Foto: Shutterstock)

Ingat berikan pujian karena anak berhasil atau melakukan perilaku yang positif. Misal, ketika anak berhasil bangun tidur tanpa rewel. Maka ibu bisa memberikan pujian dengan mengatakan ini,"Hari ini kamu bangun tidur dengan baik, tidak menangis," Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya.

"Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak atau menangis."Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan.

Sebaiknya hindari pujian dalam bentuk ini. "Anak ibu hebat. Anak ibu baik." Karena ini memuji anak bukan pada perilaku konkritnya.

Baca juga : Ternyata pelukan memberikan pengaruh besar bagi tumbuh kembang anak

3. Pakai pujian untuk perilaku anak yang lebih baik

Anak membantu merapikan baju ke koper. (Foto: Shutterstock)

Pujian memberikan efek positif kepada anak. Bahkan dengan memberikan pujian anak bisa berubah perilakunya. Karena itu ibu bisa membiasakan memberikan pujian untuk maksud agar anak memiliki perilaku yang lebih baik. Atau mau mengubah perilakunya menjadi baik.

Misal, ketika si kecil rewel dan terus menerus merengek. Nah, ketika si kecil bisa tidak merengek maka segeralah memberikan pujian. "Bagus, kamu sudah tidak merengek. Ibu senang." Hindari memuji untuk membandingkan perilaku anak dengan anak lain. Ketika ibu mengatakan, anak lebih pintar dari temannya pujian ini akan menjadi negative.

Kalau pujian untuk membandingkan dengan anak lain akan mendorong si kecil bersaing dengan tidak sehat.

4. Hindari memberi pujian untuk maksud tersembunyi

Ayah memberikan apresiasi kepada anak. (Foto: Shutterstock)

Ada kalanya orangtua memuji anak untuk tujuan tertentu. Ada maksud tersembunyi dari pujian yang ibu berikan. Misal ketika si kecil tidak suka dengan baju yang dibelikan. Tapi ibu ingin sekali agar anak memakainya. Sebaiknya hindari untuk mengatakan pujian seperti ini. "Kamu pasti lebih ganteng kalau mau pakai baju ini." Pujian yang ibu berikan terdengar tidak tulus karena ada maksud agar anak mau memakai baju yang tidak disukai.

5. Pujian jangan terlalu sering diberikan kepada anak

Anak yang percaya diri. (Foto: Shutterstock)

Sedikit-sedikit memberikan pujian. Padahal untuk hal yang sangat sepele. Mungkin maksud ibu baik untuk memberikan apresiasi dan membuat anak percaya diri. Tapi ternyata memberikan pujian terlalu sering malah bisa menjadi hal buruk bagi anak. Si kecil menjadi gelisah saat tidak dipuji karena ia tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman. Atau si kecil menjadi pribadi yang sombong karena mendapatkan pujian yang keliru.

Baca juga : Dear Ibu, lakukan 5 cara ini agar si kecil tidak menjadi anak manja

Jadi hati-hati memberikan pujian ya. Jangan sampai menyampaikan pujian yang salah dan berlebihan. Karena anak bisa menjadi kecanduan pujian karena mengharapkan dipuji setiap saat.

(Febria Silaen)