Fungsi dari pola lantai adalah membuat posisi dalam sebuah

Pola lantai merupakan hal yang diperlukan saat mempelajari seni tari. Karena dibuat untuk memperindah petunjukan dalam seni tari. Jenis-jenis pola lantai juga beragam lho, Moms.

Biasanya jenis-jenis pola lantai digunakan untuk tarian berkelompok. Tujuannya untuk membantu penari dalam melakukan perpindahan, tetapi tetap indah dan enak dipandang oleh para penonton.

Untuk mengenal lebih dalam mengenai jenis-jenis pola lantai, simak terus artikel berikut ini ya Moms.

Baca juga: 5 Unsur Utama Tari Tradisional Indonesia, Wajib Ada!

Pengertian Pola Lantai

Foto: pinterest.com

Pola lantai taria adalah sebuah garis atau pola yang dibentuk sebagai cara bagi penari dalam berpindah, bergerak ke posisi untuk penguasaan panggung.

Pengertian ini telah dituliskan dalam Tari Tradisi Melayu, Eksistensi, dan Revitalisasi Seni yang ditulis oleh Muhdi Kurnia.

ADVERTISEMENT

Meskipun identik dengan penari kelompok, ternyata pola lantai juga bisa digunakan oleh penari tunggal agar tetap terlihat rapi saat tampil di atas panggung.

Jika disimpulkan, pola lantai adalah garis yang dilalui oleh penari atau dibuat oleh formasi penari pada saat melakukan gerak tari. Saat melakukan hal ini, penari juga harus memperhatikan beberapa hal, termasuk tempat pertunjukan, rangkaian gerak tari dan jumlah penarinya.

Baca juga: Tari Serimpi: Sejarah, Makna, dan Jenis Gerakannya

Jenis-Jenis Pola Lantai

Foto: pinterest.com

Secara umum, ada dua jenis pola lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Jenis-jenis pola lantai tersebut memiliki keunggulannya masing-masing lho Moms. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini yuk,

1. Pola Lantai Garis Lurus

Pola garis lurus sering dijummpai pada pertunjukan tari tradisional di Indonesia. Nantinya, pola ini akan berkembang menjadi pola vertikal, diagonal dan horizontal.

Biasanya, pola ini digunakan saat Moms melakukan pertunjukan secara berkelompok atau berpasangan. Pola vertilkal merupakan pola yang lurus dan memanjang. Nantinya, penari akan bergerak lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.

Pola diagonal merupakan pola yang membentuk garis menyudut ke kanan dan kiri atau sebaliknnya.

Pola ini memberikan kesan dinamis, tetapi tetap kokoh untuk para penontonnya. Biasanya penari juga akan membawa property untuk memperindah gerakan ini Moms.

Sementara, pola horizontal hampir mirip dengan pola vertikal. Hanya saja bentuk barisan ini dibentuk dari kiri ke kakan atau sebaliknya. Gerakan ini banyak dilakukan untuk tari Saman dari Aceh.

2. Pola Melengkung

Pola lantai dalam tarian berikutnya adalah pola melengkung. Pola yang terdiri dari garis lingkaran, angka delapan, huruf U dan lengkung ilar.

Jika pola garis lurus memberikan kesan kuat dan dinamis, pola melengking justru memberikan kesan yang lembut, tetapi lemah.

Jenis tarian yang paling identik dengan pola ini adalah tarian kipas dari Korea. Para penari yang menggunakan hanbok nantinya akan membuat sebuah lengkungan dengan kipas kemudian berputar secara perlahan.

Gerakan ini akan memberikan kesan yang sangat indah selama pertunjukan Moms.

ADVERTISEMENT

Baca juga: 8 Tarian Khas Yogyakarta Beserta Filosofinya, Penting untuk Edukasi Si Kecil!

Fungsi Pola Lantai

Foto: pinterest.com

Jenis-jenis pola lantai dalam tarian tentunya memiliki fungsi masing-masing Moms. Berikut fungsi pola lantai yang perlu Moms ketahui.

1. Menunjukkan Kekompakan Penari

Fungsi pola lantai yaitu untuk menata gerakan tarian, membentuk komposisi dalam pertunjukan tarian dan menciptakan kekompakan antar anggota penari. Dengan adanya pola lantai, tarian yang disajikan akan lebih indah dan menarik untuk ditonton.

2. Mempermudah Perpindahan Gerak Penari

Selain itu, jika penari sudah mempelajari jenis-jenis pola lantai dengan baik, mereka akan lebih mudah melakukan perpindahan gerak. Sehingga penari akan mengetahui area mana yang menjadi area miliknya tanpa harus khawatir mengganggu atau bertabrakan dengan area penari lainnya.

3. Penari Terlihat Lebih Energik

Pola lantai juga membantu penari untuk terlihat lebih energik di atas panggung lho Moms. Sehingga penonton tidak akan merasa bosan selama menyaksikan pertunjukan seni tersebut.

Banyaknya perpindahan tanpa adanya pola lantai akan membuat tarian berantakan. Namun dengan adanya pola lantai, tarian akan terlihat lebih teratur dan memukau.

4. Mencegah Kekacauan

Jika tidak ada pola lantai, Moms mungkin akan menciptakan kekacauan selama menari di atas panggung. Karena saat penari tidak mengetahui perpindahan gerak selanjutnya, mungkin saja terjadi tabrakan dan membuat kekacauan di atas panggung.

Jadi, penting sekali untuk mempelahari pola lantai dalam sebuah tarian ya Moms. Jika tidak ingin merasa malu selama berada di atas panggung.

5. Ciri Khas

Pola lantai juga memberikan ciri khas dalam suatu tarian lho Moms. Jika Moms biasa melihat pertunjukan tari, mungkin akan terbiasa dengan gerakan dengan pola horizontal, diagonal, vertikal atau melengkung.

Jika sudah memiliki ciri khas, tarian apapun akan lebih mudah dikenali oleh penonton ya Moms.

Selain itu, mempelajarinya juga lebih seru dan mengasyikan tentunya.

Baca juga: Mengenal Tari Merak Asal Jawa Barat, Jenis Tarian Kreasi Baru

Contoh Pola Lantai dalam Tarian

Jenis-jenis pola lantai dapat dilihat dalam beberapa tarian berikut ini Moms.

1. Buchaechum

Foto: pinterest.com

Jika ingin melihat pola melengkung yang sangat kental, Moms dapat menyaksikan tarian asal Korea, Buchachum.

Tarian ini terdiri dari sekelompok wanita menggunakan hanbok berwarna mencolok sambil membawa kipas.

Pada baguan akhir dari tarian tersebut, Moms akan melihat para wanita menyatu membuat lingkaran sambil membuka kipas hingga menyerupai bunga mekar.

2. Bedhaya Semang

Foto: pinterest.com

Tarian lain yang memiliki pola lantai yang sangat kental adalah Bedhaya Semang dari Yogyakarta. Tari tradisional ini termasuk ke dalam jenis tari klasik.

Setiap pola lantai dari tarian ini memiliki makna tertentu lho Moms. Pola lantai yang digunakan yaitu gawang jejer wayang, gawang perang, gawang tiga-tiga dan gawang kalajengking.

Salah satu pola lantai pada Tari Bedhaya yang paling dikenal yaitu rakit lajur. Pola lantai ini menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia. Unsur tersebut adalah rasa, cahaya, sukma, nafsu dan perilaku.

3. Jaran Kepang

Foto: pinterest.com

Jaran kepang atau jathiian adalah salah satu jenis tarian kuda lumpung di Indonesia.

Tarian yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur ini termasuk ke dalam jenis tari rakyat dengan memiliki pola lantai gabungan antara unsur lengkung dan lurus.

Pola yang digunakan pada tarian yaitu pola melingkar, garis lurus ke depan dan garis horizontal.

4. Pendet

Foto: pinterest.com

Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadah umat Hindu di Bali, Indonesia. Namun, seiring perjalanan waktu, tarian ini diubah menjadi tarian selamat datang, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.

Pola lantai yang digunakan pada tarian ini berupa pola huruf V, pola lantai lurus dan menghadap ke samping kanan dan kiri. Pola tersebut sederhana dibanding dengan tarian pendet lainnya.

5. Jaipong

Foto: pinterest.com

Jaipongan atau tari jaipong adalah sebuah jenis tari pergaulan tradisional masyarakat Sunda yang berasal dari wilayah Karawang dan sangat populer di Indonesia.

Secara koreografi, tarian ini menggunakan pola lantai garis lurus yang berfungsi untuk memperindah tarian, memperjelas tujuan gerakan, serta untuk menonjolkan pemeran utama dalam tarian tersebut.

Baca juga: Sarana Edukasi Anak, Ini 10 Ragam Tarian Tradisional Indonesia

Itulah jenis-jenis pola lantai yang perlu Moms ketahui sebelum mempelajari seni tari ya Moms. Semoga bisa memberikan informasi untuk Moms ya.

Sumber

  • https://perpustakaan.id/pola-lantai-tari/
  • https://kumparan.com/kabar-harian/jenis-jenis-pola-lantai-dan-contohnya-dalam-tari-kreasi-daerah-1xeRW6gusmD/full
  • https://www.bola.com/ragam/read/4696076/jenis-jenis-pola-lantai-dalam-seni-tari-ketahui-fungsinya
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Jaipongan