Hal apa saja yang harus dievaluasi dalam kegiatan usaha

Jakarta -

Evaluasi usaha merupakan salah satu kegiatan yang penting dijalankan oleh pelaku usaha. Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui apakah usahanya mencapai target sesuai rencana awal. Selain itu, ada sederet tujuan dan manfaat lain yang menguntungkan baik bagi pelaku usaha itu sendiri maupun bagi konsumennya.

Dalam artikel ini, kita akan memahami lebih lengkap mengenai apa itu evaluasi usaha, tujuan dan manfaatnya, contoh evaluasi usaha, serta permasalahan yang kerap ditemukan dalam evaluasi usaha. Simak penjelasan berikut.

Pengertian Evaluasi Usaha

Evaluasi usaha adalah suatu aktivitas untuk menganalisis kinerja suatu usaha bisnis. Pengertian tersebut dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Prakarya dan Kewirausahaan oleh Kemdikbud. Evaluasi usaha memiliki prinsip dasar utama yakni membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dilaksanakan dengan pencapaian pada akhir kegiatan atau masa produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan usaha dapat dikatakan berhasil jika memenuhi kewajiban membayar bunga modal, alat-alat yang digunakan dari luar, upah tenaga kerja, serta sarana produksi dan kewajiban kepada pihak ketiga. Evaluasi usaha ini penting sebagai sarana belajar dan meningkatkan diri bagi pelaku usaha. Tujuan selengkapnya akan kita bahas pada bagian berikutnya.

Tujuan Melakukan Evaluasi Usaha

Seperti disinggung sebelumnya, evaluasi usaha dilakukan sebagai sarana belajar dan meningkatkan diri pelaku usaha. Masih banyak tujuan lain dari evaluasi usaha yang menguntungkan pelaku usaha itu maupun konsumennya. Berikut tujuan evaluasi usaha mengutip buku Strategi Pemasaran dan Pemberdayaan UMKM pada Masa Covid-19 oleh Amiruddin Tumanggor dan Machasin.

1. Mengetahui Tingkat Keberhasilan

Evaluasi usaha dilakukan dengan tujuan mengetahui sampai sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan usaha, apakah usaha sudah berjalan sesuai dengan rencana awal dan membawa hasil yang diharapkan.

2. Memperkecil Risiko Kegagalan

Tidak ada usaha yang pasti berhasil dan tidak mungkin gagal. Setiap pelaku usaha perlu melakukan mitigasi agar usahanya tidak gagal. Nah, evaluasi usaha dilakukan untuk memperkecil risiko kegagalan tersebut dan memperbesar peluang keberhasilan usaha.

3. Mengidentifikasi Kekurangan

Selain itu, tidak ada usaha yang 100 persen sempurna. Pastinya ada hal-hal yang perlu diperbaiki demi meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ditawarkan. Evaluasi usaha bertujuan untuk mengetahui apa saja kekurangan yang ada dan perlu diperbaiki.

4. Mengidentifikasi Kekuatan

Bukan cuma kekurangan, evaluasi usaha juga memungkinkan pelaku usaha mengetahui kekuatan usahanya yang perlu dipertahankan atau ditingkatkan lagi.

5. Mengukur Usaha Mencapai Target atau Tidak

Evaluasi usaha juga bertujuan untuk mengetahui apakah suatu usaha telah mencapai sasaran target sesuai rencana awal. Apabila belum, maka pelaku usaha bisa memperbaiki aspek-aspek yang perlu perbaikan. Apabila sudah, maka pelaku usaha bisa meningkatkan target demi pengembangan usaha.

6. Mengukur Biaya Operasional

Dalam kegiatan usaha, tentunya ada biaya operasional yang dikeluarkan. Melalui evaluasi usaha, pelaku usaha dapat mengetahui dan mengukur apakah usahanya selama ini sudah berjalan efektif sehingga dapat menutupi biaya operasional. Jika tidak, maka pengusaha tersebut terhitung rugi.

Contoh Evaluasi Usaha

Berikut contoh evaluasi usaha, mengutip buku Strategi dan Kebijakan Bisnis Perikanan dan buku Strategi Pemasaran dan Pemberdayaan UMKM pada Masa Covid-19.

1. Contoh Evaluasi Internal Usaha

Dalam contoh ini, kita menggunakan matriks internal factor evaluation (IFE). Matriks IFE bertujuan mengidentifikasi kondisi internal sebuah usaha yang merujuk pada faktor-faktor lingkungan internal, yang kemudian dikategorikan menjadi kekuatan dan kelemahan usaha.

Contoh kasusnya diambil dari usaha budidaya rumput laut di Kepulauan Kei, Maluku. Pada 2013, terjadi penurunan jumlah produksi rumput laut daripada kurun waktu 5 tahun sebelumnya. Diperkirakan harga yang tidak kompetitif, kualitas produksi rumput laut yang tidak konsisten, serangan hama, hingga rendahnya perhatian pemerintah daerah menjadi faktor yang menimbulkan masalah bagi petani rumput laut.

Dari kondisi di atas, dibuatlah matriks IFE sebagai berikut.

Identifikasi Faktor-faktor Lingkungan Internal

Tahapan ini mengkategorikan berbagai faktor lingkungan internal yang menyebabkan penurunan jumlah produksi rumput laut.

Foto: Debora Danisa/detikcom

Pembobotan Masing-masing Faktor

Setelah mengidentifikasi lingkungan internal budidaya rumput laut, maka dilakukan pembobotan dengan mempertimbangkan faktor internal paling penting yang harus dimiliki dalam usaha budidaya rumput laut. Bobot yang diberikan untuk setiap faktor internal usaha minimal berjumlah 1.

Pemeringkatan Masing-masing Faktor Internal (rating)

Pelaku usaha memberi peringkat pada masih-masing faktor internal, di mana nomor 1 paling rendah dan nomor 4 paling tinggi. Skenario pemberian peringkat dapat menggunakan metode survei atau menggunakan kategori. Yang masuk kategori kekuatan diberi nilai 4 dan 3, sementara yang masuk kategori kelemahan diberi nilai 2 dan 1.

Pemberian Nilai Masing-masing Faktor Internal (skor)

Nilai bobot dikalikan dengan nilai peringkat, kemudian menghasilkan nilai akhir masing-masing faktor internal. Hasil itu dijumlahkan untuk mendapatkan nilai IFE seperti contoh tabel di atas. Nilai IFE contoh ini adalah 2.2.

2. Contoh Evaluasi Eksternal Usaha

Contoh berikutnya adalah evaluasi eksternal. Tahapan ini biasanya dilakukan setelah evaluasi internal selesai. Metode yang digunakan adalah analisis opportunity and threads atau peluang dan ancaman.

Faktor eksternal adalah seluruh faktor yang berasal dari luar usaha dan berpengaruh pada performa usaha tersebut. Beberapa faktor eksternal yang perlu dievaluasi adalah:

  • Tren bisnis
  • Budaya masyarakat
  • Sosial politik dan ideologi
  • Kondisi perekonomian suatu daerah atau negara
  • Peraturan dan kebijakan pemerintah
  • Perkembangan teknologi

Setelah mengetahui mana yang termasuk peluang dan mana ancaman, selanjutnya adalah melakukan evaluasi kekuatan dan kelemahan. Langkahnya:

  • Merespons evaluasi dan mendapatkan peluang baru yang dapat meningkatkan usaha.
  • Menyusun strategi untuk merespon peluang-peluang baru tersebut.
  • Menyusun strategi persiapan untuk mengatasi ancaman sewaktu-waktu.
  • Membuat jadwal pelaksanaan strategi khususnya untuk peluang.
  • Melaksanakan strategi sesuai jadwal untuk merespon peluang dan mengantisipasi ancaman yang datang sewaktu-waktu.

Permasalahan yang Sering Muncul Saat Evaluasi Usaha

Evaluasi usaha dilakukan untuk mengetahui letak kekurangan suatu usaha. Namun, evaluasi usaha sendiri juga bisa salah dilaksanakan dan memunculkan permasalahan lain. Berikut permasalahan yang sering muncul saat evaluasi usaha, dilansir situs stout.com.

1. Bergantung pada Masa Lalu secara Membabi Buta

Maksud membabi buta di sini adalah pelaku usaha atau perusahaan bergantung pada hasil masa lalu untuk menganalisis peluang masa depan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain dari luar dan di masa depan. Ketergantungan secara buta pada pengalaman masa lalu kurang baik untuk memproyeksikan perkembangan usaha di masa yang akan datang.

2. Mengabaikan Arus Kas

Seorang ahli penilaian dalam evaluasi usaha biasanya mempertimbangkan pendapatan berbasis akuntansi atau laba bersih dalam penilaian perusahaan dan mengabaikan penggerak nilai yang sebenarnya, yakni arus kas.

3. Nilai Buku Bersih Tidak Sama dengan Nilai Pasar

Aset dan kewajiban yang dimasukkan dalam neraca perusahaan disusun sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum dan dinyatakan berdasarkan biaya historis, bukan berdasarkan nilai pasar. Sehingga ahli penilai salah menyatakan nilai pasar sebenarnya, karena berbeda dengan nilai dalam buku bersih perusahaan.

4. Bergantung pada Proyeksi Tidak Berdasar

Pada permasalahan pertama, bisa disimpulkan bahwa sebaiknya pelaku usaha tidak bergantung pada pencatatan masa lalu saja sepenuhnya. Tapi bukan berarti pelaku usaha bisa melakukan proyeksi tidak berdasar di masa depan, apalagi sampai bergantung pada proyeksi itu serta merta. Tetap harus ada data yang menjadi rujukan untuk membangun proyeksi tersebut, dipadukan dengan berbagai faktor internal dan eksternal yang sudah dianalisis.

5. Hanya Mengandalkan Aturan Praktis

Mengandalkan aturan praktis bisa dibilang sebagai salah satu jalan pintas paling umum untuk melakukan evaluasi usaha dan penilaian. Misalnya, hanya menghitung pencapaian target berdasarkan 10 kali pendapatan atau membagi rata-rata pendapatan dalam setahun secara sederhana, tanpa benar-benar menganalisis faktor yang mungkin mempengaruhi kenaikan dan penurunan pendapatan.

Itulah penjelasan mengenai evaluasi usaha, mulai dari pengertian, tujuan, hingga contoh dan permasalahannya. Semoga bermanfaat untuk menjalankan usaha Anda, detikers.

Simak Video "Penandatanganan Memorandum Jadi Bukti Nyata SKK Migas Dorong Kemajuan Industri Hulu Migas Indonesia"


[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

Apakah kamu juga melakukan evaluasi usaha?

Dalam memulai sebuah bisnis, tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.

Mulai dari penetapan ide, penentuan modal, target pasar, strategi pemasaran, hingga tujuan jangka pendek dan jangka panjang dari bisnis yang akan kamu jalankan.

Setelah mempersiapkan berbagai aspek tersebut, tentunya kamu sudah siap untuk mulai menjalankan bisnismu sendiri.

Ketika menjalankan bisnis atau usaha, kamu juga perlu membuat tolak ukur sebagai acuan untuk menilai tingkat keberhasilan bisnis yang sedang kamu jalankan.

Tercapai atau tidaknya target usaha tentunya bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di kemudian hari.

Lantas apa itu evaluasi usaha dan seperti apa contohnya?

Baca Juga: 7 Tahapan Sales untuk Tingkatkan Bisnismu, Sudah Tahu?

Pengertian Evaluasi Usaha

Foto: Pexels.com

Apabila saat ini kamu sedang menjalankan usaha, pastinya kamu sudah menghitung berapa besar modal yang dikeluarkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar modalmu kembali.

Pastinya kamu ingin usaha atau bisnis yang kamu jalani bisa mendatangkan keuntungan besar dan menghindari kerugian.

Namun, tidak semua bisnis atau usaha selalu mendatangkan keuntungan besar secara instan.

Pasalnya, seringkali ketika baru merintis usaha kamu akan menjumpai berbagai kendala yang dapat menghambat penjualan.

Kendala-kendala tersebut bisa kamu jadikan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan strategi yang lebih baik di kemudian hari.

Tindakan tersebut merupakan contoh dari evaluasi usaha.

Lalu apa itu evaluasi usaha? Istilah ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan untuk menilai atau menganalisis kinerja suatu usaha.

Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan rencana awal yang dibuat sebelum memulai bisnis dengan hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Biasanya, suatu usaha dikatakan sukses jika mampu memenuhi kewajibannya atas hutang, modal, dan mendapat keuntungan dari penjualan.

Baca Juga: Apa Itu Direct Selling? Ketahui 6 Keuntungannya

Fungsi dan Kegunaan Evaluasi Usaha

Foto: Pexels.com

Evaluasi usaha dalam pelaksanaannya bisa dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, kamu bisa melakukan evaluasi setiap bulan, setiap 6 bulan, maupun setiap tahun.

Jangka waktu evaluasi usaha tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ataupun jenis usaha yang kamu miliki.

Dalam pelaksanaannya, dilakukannya evaluasi memiliki beberapa fungsi yang bisa membantu memudahkanmu dalam mengatur usaha atau bisnis yang kamu jalani.

Berikut beberapa fungsi evaluasi yang perlu kamu ketahui.

  • Fungsi selektif, artinya evaluasi usaha memiliki peran untuk menentukan kelayakan suatu aspek. Misalnya untuk menentukan apakah sumber daya manusia yang dimiliki perlu ditambah atau dikurangi.
  • Fungsi diagnosa, evaluasi usaha berperan dalam mengetahui kelebihan dan kekurangan dari suatu aspek usaha. Misalnya mengetahui kelebihan dan kekurangan dari strategi pemasaran yang telah dijalankan.
  • Fungsi penempatan, evaluasi berperan dalam menentukan dimana posisi terbaik untuk menempatkan pegawai atau cakupan usaha.
  • Fungsi pengukuran keberhasilan, artinya evaluasi usaha berperan dalam mengukur tingkat keberhasilan dari kegiatan yang sudah berjalan.

Berdasarkan berbagai fungsi evaluasi tersebut, dapat dikatakan bahwa kegunaan dari evaluasi adalah memperkecil resiko kerugian dan mengoptimalkan modal yang dimiliki.

Dengan demikian, dilakukannya evaluasi untuk usaha kamu dapat menjadi masukan dalam meningkatkan penjualan dan keuntungan.

Baca Juga: Brand Indonesia yang Mendunia, Apa Saja?

Tujuan Evaluasi Usaha

Foto: Pexels.com

Setelah menganalisis berbagai aspek-aspek usaha dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari usaha yang sedang kamu jalani, tentunya kamu akan mengetahui sudah sejauh mana tingkat keberhasilan usaha atau bisnis yang kamu miliki.

Jadi, tujuan akhir dari evaluasi usaha adalah mengetahui tingkat keberhasilan serta mencari solusi terbaik dari kendala yang dihadapi dalam jangka waktu tertentu.

Hasil dari evaluasi ini bisa kamu jadikan sebagai bahan dalam menyusun strategi untuk menentukan arah bisnismu di kemudian hari.

Misalnya, saat ini kamu memiliki usaha kuliner yang kamu jual secara langsung di kios atau toko.

Setelah menghitung modal yang kamu keluarkan dan target keuntungan yang kamu harapkan, ternyata dalam jangka waktu tertentu usaha kulinermu belum sesuai harapan.

Maka, kamu bisa mengevaluasi berbagai aspek usaha, misalnya cara pemasaran yang telah kamu jalankan.

Kamu bisa mencoba cara baru dengan memasarkan produk kulinermu secara online agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

Baca Juga: Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan, Yuk Catat!

Tahapan Evaluasi Usaha

Foto: Pexels.com

Sebelum memulai evaluasi usaha, ada beberapa tahapan yang perlu kamu ketahui agar kegiatan evaluasi usahamu berjalan dengan optimal.

Tahap-tahap evaluasi tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Analisis Aspek Pasar

Tahapan evaluasi usaha yang pertama adalah analisis pasar. Analisis pasar dilakukan untuk mengetahui situasi permintaan pasar dan target pasar dari produk yang kamu jual.

Dalam tahapan ini, kamu bisa mengukur seberapa tinggi peluang produk yang kamu jual akan diterima dan dibeli oleh konsumen.

Kamu perlu menganalisis pergerakan permintaan pasar dan trend pasar pada saat itu.

Misalnya, jika kamu menjual produk minuman kemasan, maka kamu perlu menganalisa jenis dan rasa minuman kemasan apa yang sedang diminati dan bagaimana cara memasarkannya.

2. Analisis Teknis

Tahapan selanjutnya adalah analisis teknik yang berkaitan dengan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha atau bisnismu.

Teknologi yang dimaksud dalam tahapan analisis ini merupakan perangkat atau mesin yang dibutuhkan dalam proses produksi hingga pemasaran produk.

Dalam memilih jenis teknologi yang sesuai, perlu dipertimbangkan dengan modal yang dimiliki, kemampuan SDM, dan standar mutu yang diinginkan konsumen.

3. Analisis Finansial

Tahapan akhir dari evaluasi adalah analisis finansial. Analisis finansial berkaitan dengan laporan keungan usaha, seperti laporan laba rugi dan neraca keuangan dalam periode waktu tertentu.

Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan posisi finansial usaha yang kamu miliki, apakah berada pada posisi keuangan yang defisit atau surplus (untung).

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia 5 Manajemen Rantai Pasokan bagi Bisnis

Kapan Waktu yang Tepat untuk Evaluasi Usaha?

Foto: Pexels.com

Evaluasi usaha bisa dilakukan secara rutin maupun secara insidental. Secara rutin, evaluasi ini bisa dilakukan dengan menentukan periode waktu tertentu yang kamu inginkan.

Misalnya, kamu bisa melakukan evaluasi untuk usahamu setiap triwulan dan setiap tahun.

Kegiatan evaluasi usaha yang dilakukan secara rutin dan konsisten bisa membantu memudahkanmu dalam mengukur keberhasilan usaha.

Selain itu, evaluasi usaha juga bisa dilakukan secara insidental atau di luar waktu rutin yang telah kamu tetapkan.

Evaluasi secara insidental umumnya dilakukan jika terjadi masalah atau kendala yang signifikan dan berdampak besar terhadap kegiatan usaha yang sedang berjalan.

Misalnya, terjadi kenaikan harga secara signifikan bahan dasar yang kamu butuhkan untuk usaha, sehingga berdampak pada modal dan biaya operasional yang kamu keluarkan.

Maka, kamu bisa melakukan evaluasi untuk mengatur dan menyesuaikan perubahan tersebut.

Nah, itulah penjelasan mengenai evaluasi usaha mulai dari pengertian, fungsi, kegunaan, tujuan, dan tahapan.

Pentingnya peran evaluasi usaha dalam menyukseskan bisnis yang kamu jalani menjadikan kegiatan evaluasi usaha ini tidak boleh kamu abaikan.

Baca juga: 7 Cara Membuat Konten Menarik untuk Bisnis Online

Pastinya kamu ingin usaha yang kamu jalani mampu mencapai target jangka pendek maupun jangka panjang, serta meminimalisir resiko dan kegagalan dari usaha yang kamu jalani.

Oleh karenanya, kamu bisa mulai menyusun tahapan evaluasi usahamu sejak awal agar membantu memudahkanmu dalam menghadapi persaingan pasar.