Jelaskan apa yang dimaksud dengan e-learning dan contohnya?

Diperbarui tanggal 13/01/2022

E-learning merupakan singkatan dari elektronic learning, yaitu proses pembelajaran yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Bullen & Janes (2007:176) mendefinisikan e-learning sebagai pembelajaran yang terjadi ketika teknologi internet digunakan untuk memfasilitasi, menyampaikan, dan memungkinkan proses pembelajaran dengan jarak yang jauh. Definisi yang lebih umum dikemukakan oleh Freire & Pereira (2008) yaitu e-learning merupakan pembelajaran pada program pendidikan atau pelatihan melalui sarana elektronik. Naidu (2006:1) mengatakan “E-learning is commonly referred to the intentional use of networked information and communications technology in teaching and learning”.

E-learning adalah sebuah proses pembelajaran berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan demikian memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk web. Penyajian e-learning berbasis web bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi mengenai perkuliahan juga bisa real-time. Begitu juga dengan komunikasi, meskipun tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. Dimana sistem e-learning tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun dan dimanapun asalkan tersedia jaringan internet mahasiswa bisa mengakses sistem ini.

Hamdani dalam Rahmawati (2015:5-6) menjelaskan “pengertian e-learning sebagai media pembelajaran jarak jauh (distance learning) dengan memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer, atau internet”. E-learning memungkinkan siswa untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Penerapan media e-learning mempunyai fungsi untuk melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hal tersebut dilandasi keyakinan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan bantuan media akan mempertinggi hasil belajar siswa dan menghasilkan proses belajar lebih baik dalam tenggang waktu cukup lama. Selain itu, penggunaan internet diharapkan dapat memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa. Kondisi pembelajaran yang perlu didukung dengan penggunaan internet berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu proses komunikasi dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dengan mudah dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan.

E-Learning merupakan aplikasi internet yang menghubungkan antara pendidik dan peserta didik secara online. E-Learning tercipta untuk mengatasi keterbatasan antara pendidik dan peserta didik, terutama dalam hal waktu, ruang, kondisi dan keadaan. Melalui E-Learning maka pendidik dan murid tidak harus berada dalam satu dimensi ruang dan waktu. Proses pendidikan dapat berjalan kapan saja dengan mengabaikan kedua hal tersebut (Darmawan, 2014:10).

E-Learning pada hakikatnya adalah bentuk pembelajaran konvensional yang dituangkan dalam format digital dan disajikan melalui Teknologi Informasi. E-Learning perlu diciptakan seolah peserta didik belajar secara konvensional, hanya saja dipindahkan dalam sistem digital melalui internet. Keunggulan-keunggulan E-Learning yang paling menonjol adalah efisiensinya dalam penggunaan waktu dan ruang. Pendidikan berbasis teknologi informasi cenderung tidak lagi bergantung pada ruang dan waktu. Tak ada halangan berarti untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar lintas daerah bahkan lintas negara (Darmawan, 2011:12).

Media e-learning merupakan sumber belajar yang memiliki jangkauan luas dan tidak terbatas ruang maupun waktu. Kelebihan penggunaan e-learning antara lain:

  1. menghemat waktu proses belajar mengajar,
  2. mengurangi biaya perjalanan,
  3. menghemat biaya pendidikan (infrastruktur, peralatan, buku),
  4. menjangkau wilayah geografis yang lebih luas,
  5. melatih siswa lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Belajar dengan e-learning juga akan meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, karena mereka lebih mudah bereksplorasi untuk menemukan bahan ajar sehingga diharapkan prestasi belajar siswa lebih optimal dan standar kompetensi pembelajaran tercapai. Menurut Rusman (2013:293) menyatakan “E-Learning adalah segala aktivitas belajar yang menggunakan bantuan teknologi elektronik. E-learning juga dapat diaplikasikan dalam pendidikan konvesional dan pendidikan jarak jauh. E-learning tidaklah sama dengan pembelajaran konvensional”. Lebih lanjut Rusman menyatkan E- Learning memiliki karakteristik- karakteristik sebagai berikut:

  1. Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
  2. Independency (Kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar, dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa(student-centered learning).
  3. Accessibility (Aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah di akses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
  4. Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran,presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming, simulasi dan animasi.

Keempat karakteristik diatas merupakan hal yang membedakan E-Learning dengan kegiatan pembelajaran secara konvensional. Dalam E-Learning, daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran tidak lagi bergantung kepada instruktur/guru, karena siswa mengkonstruk sendiri ilmu pengetahuannya melalui bahan-bahan ajar yang disampaikanmelalui interface situs web.Dalam E-learning pula, sumber ilmu pengetahuan tersebar dimana-mana serta dapat diakses dengan mudah oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan sifat media internet yang mengglobal dan bisa diakses oleh siapapun yang terkoneksi didalamnya. Terakhir, dalam E-Learning pengajar/lembaga pendidikan berfungsi sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan.


Aktivitas e-learning dapat diklasifikasikan menurut waktu pelaksanaan pembelajaran (Clark & Mayer dalam Klinger, 2008:179) yaitu:

  1. Synchronous e-learning  dimana pendidik dan peserta didik terlibat dalam aktivitas pembelajaran pada waktu yang sama, sebagai contoh : Video konferensi, chatting, dan video real-time.
  2. Asynchronous e-learning dimana pendidik dan tenaga pendidik terlibat dalam aktivitas pembelajaran pada waktu yang berbeda, sebagai contoh: dengan mengirim/menyediakan materi ajar, aktivitas dalam forum, blog, atau wiki, melalui email dan file sharing.

Yang perlu menjadi perhatian pada saat penerapan e learning dalam dunia pendidikan yaitu kegagalan implementasi e-Learning pada umumnya bukan karena masalah tools, software atau infrastruktur. Tapi kebanyakan karena human factor, karena beratnya perubahan kultur kerja dan tidak adanya kemauan untuk knowledge sharing. Agar didapat hasil yang diinginkan dalam mengimplementasikan e-learning dalam pendidikan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. E-Learning harus didesain untuk dapat memberikan nilai tambah secara formal dan nonformal untuk pengguna.
  2. Terapkan blended Learning terlebih dahulu pada masa sosialisasi, untuk melatih pengguna dalam e-life style.
  3. Proyek e-Learning merupakan institution initiative dan bukan hanya HRD initiative
  4. Jadikan pengguna sebagai peran utama (dukung aktualisasi diri pengguna), tidak hanya object semata.

Pengertian E-Learning adalah apa sih sebenarnya? apa peranan dan fungsi e-learning itu? Mungkin itu secuil pertanyaan dihati Anda yang mungkin terusik, jika ada pembahasan seputar e-learning. Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit mengenai pengertian e-learning, fungsi e-learning, dan contoh e-learning yang mungkin bisa memudahkan anda dalam memahami e-learning.

Berkembangnya teknologi dan dunia pendidikan saat ini mendorong inovasi dan perkembangan mengenai bagaimana cara mendapatkan ilmu dengan cepat tanpa batasan tempat dan waktu. Salah satu terobosan baik dalam dunia pendidikan ialah dengan adanya e –learning atau media belajar elektronik, dengan berkembangnya internet dan kemudahan informasi maka e-learning saat ini cukup banyak dijumpai sebagai sarana mendapatkan ilmu dengan cepat dan mudah.

Pengertian E-Learning

Pengertian E-learning adalah suatu bentuk media pembelajaran / pendidikan yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. E-learning memungkinan orang melakukan komunikasi jarak jauh untuk mendapatkan pendidikan tanpa harus datang ke tempat / institusi pendidikan.

Dengan kata lain pengertian e-learning adalah sarana belajar mengajar tanpa harus bertatap muka langsung antara pengajar dan yang diajar di dalam dunia pendidikan. E-learning saat ini sudah banyak dijumpai baik itu di sekolah – sekolah maupun di dunia perkuliahan untuk melakukan proses belajar mengajar tersebut.

Fungsi E-learning

Berdasarkan pengertian E-learning yang sudah kami paparkan di atas, e-learning memiliki banyak fungsi yang penting guna menunjang dunia pendidikan dengan lebih baik dan mudah. Fungsi e-learning kami rangkum dalam poin berikut.

  1. E-learning berfungsi untuk menunjang proses belajar mengajar di dunia pendidikan saat ini. E-learning dapat diakses 24 jam, dan tanpa perlu membuka sekolah di hari libur namun proses pembelajaran tetap berlangsung sehingga menunjang kegiatan belajar mengajar.
  2. E-learning memudahkan orang untuk melakukan proses belajar mengajar dengan mudah dan efisien.
  3. E-learning berfungsi sebagai sarana belajar mandiri yang efektif dalam dunia pendidikan.
  4. Fungsi e-learning dalam dunia pendidikan adalah mengurangi dan efisiensi biaya administrasi dari pembiayaan di dunia pendidikan, misalnya mengurangi biaya sarana fisik, transportasi, dan akomodasi.
  5. E-learning berfungsi dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan dengan majunya teknologi informasi saat ini. E-learning dapat meningkatkan kualitas materi pendidik, peran peserta didik, dan mudah dipahami dengan adanya teknologi yang menyertai e-learning dalam proses belajar mengajar.

Dari fungsi yang sudah disebutkan di atas, e-learning memiliki banyak fungsi dan membei dampak positif maupun negatif di dunia pendidikan. Sisi positif dari e-learning adalah kemudahan dan efisiensi biaya dan waktu dalam belajar mengajar, sementara kekurangan dari e  – learning ialah kurang meratanya internet sebagai sarana mendapatkan e-learning dan kurangnya interaksi antara pengajar dan siswa/mahasiswa.

Baca Juga : Pengertian, Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta Beserta Cirinya

Contoh E-learning

Berdasarkan perkembangan hingga saat ini, banyak website dan aplikasi yang telah menawarkan  e-learning sebagai sarana penunjang belajar mengajar mereka. Kami rangkum contoh e-learning yang biasa digunakan :

Canvas adalah salah satu contoh e-learning berbasis LMS (Learning Management System) yang memungkinkan penggunanya untuk menjadi pengajar atau siswa yang dipertemukan dalam satu kelas. Dalam Canvas juga terdapat tugas dan materi seperti pada kelas konvensional di sekolah / universitas.

Udemy adalah contoh e-learning yang menawarkan layanan berupa kelas dengan pengajar profesional dari universitas / perguruan tinggi yang bersifat resmi. Udemy menawarkan kelas dengan biaya tertentu dengan berbagai macam varian kelas, mulai dari pengetahuan umum dan kelas lainnya seperti kelas olahraga dan memasak, serta kelas lainnya.

Quipper Video adalah salah satu contoh e-learning yang menawarkan materi pembelajaran bagi siswa SMP dan SMA dan juga bagi yang akan mempersiapkan diri untuk masuk SMA maupun perguruan tinggi. Materi pembelajaran bisa dibilang cukup lengkap namun anda perlu mengeluarkan biaya untuk mengakses Quipper Video.

Moodle adalah contoh e-learning bersifat gratis yang berbasis web, menggunakan Moodle anda dapat membuat sebuah e-learning system sendiri di lingkungan sekolah atau kampus. Selain pembelajaran seperti pada e-learning umumnya, dengan moodle juga dapat mengadakan tes online seperti pada umumnya.

5. Ruang Guru

Ruang Guru bisa dibilang salah satu e-learning Indonesia yang cukup sukses, elearning yang satu ini meskipun berbayar akan tetapi mempunyai kontent yang berkualitas, sebab konten yang disajikan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan berasal dari pengajar profesional.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi DBMS

6. Edmodo

Selain beberapa contoh e-elarning yang sudah disebutkan diatas, ada juga contoh e-learning gratis yang sering di pakai dalam proses pembelejaran di Indonesia, yakni Edmodo. Dari segi fitur edmodo mempunyai spesifikasi yang cukup lengkap dan pastinya untuk saat ini masih gratis.

Demikian tulisan kami mengenai pengertian beserta fungsi e-learning dan contohnya, kami sarankan anda untuk manfaatkan fasilitas e-learning sebagai sarana mendapatkan ilmu dan pendidikan dengan lebih mudah dan cepat.