MAKALAH PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN Indonesia dengan Filipina

TUGAS MAKALAH
PERBANDINGAN ADMINITRASI NEGARA
Perbandingan Sistem Administrasi Negara di Filipina dengan Sistem Administrasi Negara di Indonesia dalam Lingkup Parlemen



Disusun Oleh:
KELOMPOK 4
Dicky Pradana Putra (712.1.1.1814/ 5C)
Alfajariyah (712.1.1.1808/ 5C)
Anang Fadlilah (712.1.1.1809/ 5C)


UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah S.W.T, karena pertolongan serta bimbingannya kami berhasil menyelesaikan tugas makalah ini sengan sehat welafiat. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen kami yang telah memberikan kami tugas makalah ini sehingga kami dapat menambah wawasan kami tentang sistem administrasi negara di Filipina dan di Indonesia, dan dalam hal ini kami juga dapat menambah kemampuan kami dalam menganalisa. Kami juga mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan ataupun kekurangan pada makalah kami yang berjudul Perbandingan Sistem Administrasi Negara di Filipina dengan Sistem Administrasi Negara di Indonesia dalam Lingkup Parlemen. Semoga makalah kami ini bisa menambah wawasan para pembaca sekalian tetang sistem administrasi negara di Filipina dan di Indonesia.

Sumenep, 21- 10 - 2014

Penulis








i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii BAB I : PENDAHULUAN.............................................................................................. 1 1.1. Latar Belakang........................................................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah...................................................................................................... 2 1.3.Tujuan......................................................................................................................... 2 1.4. Manfaat...................................................................................................................... 2 BAB II : PEMBAHASAN............................................................................................... 3 2.1. Singkat Sejarah Terbentuknya Negara Filipina......................................................... 3 2.2. Sistem Administrasi Negara di Filipina dari Sisi Parlemen...................................... 3 2.3. Sistem Administrasi Negara di Indonesia dari Sisi Parlemen................................... 4 2.4. Hasil Perbandingan................................................................................................... 5 BAB III : PENUTUP....................................................................................................... 6 3.1. Kesimpulan............................................................................................................... 6 3.2. Saran......................................................................................................................... 6 DAFTAR PUSTAKA









ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Filipina secara astronomis terletak antara 4ᵒLU-19ᵒLU dan 117ᵒBT-126ᵒBT. Karena letak lintangnya itu Filipina sering dilanda taifun. Filipina terdiri dari 7.107 buah pulau. Pulau yang didiami manusia baru sekitar 1.000 buah pulau saja. Luas wilayahnya adalah 400.440 km² Pulau-pulau yang agak besar adalah Pulau Luzon, Mindoro, Samar, Panay, Negros, Palawan, Leyle, Mindanau, Masbate, Cebu, dan Bohol. Dua pulau yang terbesar adalah Pulau Luzon di ujung utara dan Pulau Mindanau di ujung selatan. Manila sebagai ibu kota negara Filipina terletak di Pulau Luzon.

Filipina mempunyai banyak gunung api, di antaranya Gunung Mayon dan Gunung Pinatubo yang berada di Pulau Luzon, pada bulan Juni 1991 meletus dengan dahsyat. Sungai-sungai di Filipina terdapat di lembah-lembah, yang termasuk sungai utama seperti: Sungai Agno di Pulau Luzon, Sungai Agusan di Pulau Mindanau. Adapun danau di Filipina adalah Danau Laguna, Danau Bay (yang terbesar), Danau Mainit di Pulau Mindanau.
Filipina beriklim muson tropis dengan suhu rata-rata 25ᵒC. Pada bulan November sampai dengan Maret, Filipina bagian timur mengalami musim penghujan. Hujan ini dibawa oleh angin muson timur laut. Pada bulan Juni sampai Oktober, Filipina mengalami musim kemarau.
Ragam etnis yang terdapat di Filipina yaitu orang-orang Mestis, Negrito, keturunan Cina dan orang-orang Amerika, serta orang Moro. Bahasa nasional yang digunakan penduduk Filipina adalah bahasa Tagalog. Namun bahasa Inggris dan bahasa Spanyol masih banyak digunakan di kalangan pemerintahan dan perdagangan karena Filipina pernah dijajah cukup lama oleh bangsa Spanyol dan Amerika Serikat. Bermacam-macam agama yang hidup di kalangan masyarakat Filipina, antara lain: agama Katholik Roma yang dianut oleh 90% dari penduduk Filipina, sisanya adalah agama Kristen dan Islam.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana asal mula terbentuknya negara Filipina?
2. Meliputi apa saja sistem administrasi negara di Filipina dari sisi parlemennya?
3. Bagaimana perbandingan sistem administrasi negara di Filipina dengan sistem administrasi negara di Indonesia dari sisi parlemen?
1.3. Tujuan
1. Agar mahasiswa tahu bagaimana negara Filipina terbentuk.
2. Agar mahasiswa mengetahui seperti apa sistem adminitrasi negara di Filipina dari sisi parlemennya.
3. Agar mahasiswa dapat membandingkan bagaimana sistem administrasi negara di Filipina dengan administrasi negara di Indonesia dari sisi parlemennya.
1.4. Manfaat
1. Dapat menambah wawasan mahasiswa tentang sejarah negara Filipina.
2. Dapat menambah wawasan mahasiswa tentang sistem administrasi negara di Filipina dari sisi parlemen.
3. Dapat meningkatkan daya fikir mahasiswa dalam menganalisa, dengan cara membandingkan sistem administrasi negara di Filipina dengan administrasi negara di Indonesia dari sisi parlemennya.









2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Singkat Sejarah Terbentuknya Negara Filipina
Negeri ini pada tahun 1521 ditemukan oleh seorang Spanyol bernama Magelhaens, tetapi baru pada tahun 1565 kepulauan ini dijajah oleh Spanyol. Nama Filipina diberikan menurut nama Raja Spanyol pada waktu itu, Philipe II. Megelhaens meninggal dunia di kepulauan ini. Pada tanggal 12 Juni 1898 Emilio Aguinaldo memproklamasikan kemerdekaan Filipina, yaitu pada saat negara Spanyol kalah perang dengan Amerika Serikat. Namun ternyata Filipina jauh dari arti merdeka yang sebenarnya, karena kemudian Amerika Serikat menguasai Filipina pada tahun 1902. Istana Kepresidenan Filipina adalah Malacanang (baca: Malakanyang). Sejak tahun 1902 Filipina berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat sampai memperoleh kemerdekaannya lagi pada tanggal 4 Juli 1946. Sekarang, hari kemerdekaan diperingati setiap tanggal 12 Juni, sedangkan tanggal 4 Juli diperingati sebagai hari Persahabatan Filipina-Amerika (Philippies-American Friendship Day).
2.2. Bentuk Pemerintahan dan Sistem Administrasi Negara Di Filipina
Filipina atau Republik Filipina (Republika ng Pilipinas) yang juga memiliki nama resmi internasional Republic of the Philippines, adalah sebuah negara yang memiliki bentuk pemerintahan Republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia dan Malaysia. Filipina adalah negara paling maju di Benua Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial.
Meskipun begitu, saat ini Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat. Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya negara di Benua Asia di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat.
3
Bentuk negara Filipina adalah negara Kesatuan, kendati berbentuk negara kesatuan, sesungguhnya konstitusi Filipina menyebut eksistensi dua region otonom yaitu region otonomi Muslim di Mindanao dan Cordillera, yang punya kuasa legislatif tertentu.
Filipina memiliki sistem pemerintahan Presidensil, dimana Presiden berfungsi sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan Panglima Tertinggi angkatan bersenjata. Presiden dipilih dalam pemilu untuk masa jabatan 6 tahun, dan memilih dan mengepalai kabinet.
Sistem parlemen di negara Filipina adalah Bikameral (House of Representatives + Senate), House of Representatives (HoR) maksimal terdiri atas 260 anggota, dimana 208 dipilih langsung sementara 52 dipilih lewat sistem Party List. Senate terdiri atas 24 orang yang dipilih secara langsung untuk periode 6 tahun.
2.3. Bentuk Pemerintahan dan Sistem Administrasi Negara Di Indonesia
Indonesia memiliki nama resmi internasional yaitu Republic of Indonesia, yang mengartikan kalau Indonesia memiliki bentuk pemerintahan Republik. Secara formal, negara ini lahir pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan, bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Luas wilayah Indonesia adalah 1.904.444 km², Indonesia di Utara berbatasan dengan Laut Andaman, Selat Malaka, Malaysia, Laut Filipina, dan Samudera Pasifik Utara. Di Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Timor Leste. Di Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia. Di Timur dengan Papua Nugini. Di pulau Kalimantan, Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia sepanjang 2004 km. Di pulau Papua berbatasan darat dengan Papua Nugini sepanjang 820 km. Di NTT berbatasan darat dengan Timor Leste sepanjang 269 km. Total garis pantai Indonesia 54.716 km.
Bentuk negara Indonesia adalah Kesatuan. Menurut konstitusinya, Indonesia adalah negara Kesatuan. Namun, terdapat pembagian kewenangan yang tegas antara pemerintah pusat dengan daerah yang dirinci di dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Wewenang pemerintahan pusat ada di 6 urusan wajibnya yaitu: Pertahanan, Keamanan, Politik Luar Negeri, Moneter, Agama, dan Pendidikan.

4
Sistem pemerintahan di Indonesia adalah Presidensil, hal ini didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Sistem presidensial merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasaan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasaan legislatif.
Sistem parlemen di Indonesia adalah Trikameral (MPR, DPR, DPD), Trikameral ini pendapat Jimly Asshiddiqie, karena MPR, DPR, dan DPD adalah 3 badan berbeda dengan fungsi masing-masing. Anggota MPR tidak dipilih karena ia otomatis gabungan anggota DPR dan DPD yang mengalami "metamorfosis." Anggota MPR tidaklah unik secara personal. Padahal, jika parameternya adalah kuasa pembuatan legislasi, maka parlemen Indonesia sifatnya Unikameral. Ini karena hanya DPR sajalah yang punya kekuasaan menyusun legislasi.
2.3. Hasil Perbandingan
Pada dasarnya sistem administrasi negara di Filipina dan di Indonesia hampir sama, karena negara Filipina dan negara Indonesia menganut sistem pemerintahan yang sama yaitu presidensil dan juga memiliki bentuk negara yang sama yaitu negara kesatuan dan memiliki bentuk pemerintahan yang sama yaitu Republik. Yang membedakan adalah dari segi sistem parlemen yang dianut, Filipina menganut sistem parlemen Bikameral (2 kamar) dan Indonesia menganut sistem parlemen Trikameral (3 kamar). Trikameral hanya terdiri dari 3 lembaga pemerintahan yaitu MPR, DPR, dan DPD. DPR merupakan wakil partai dan DPD merupakan wakil pemerintah daerah. Ketidak sempurnaan itu ditunjukan antara lain : MPR sebagai lembaga masih berdiri dan mempunyai fungsi tersendiri terlepas dari lembaga DPR dan DPD. Fungsi DPD hanya lembaga pelengkap dari DPR karena tidak punya fungsi legislatif secara penuh.
Berbeda dengan Filipina yang memiliki sistem parlemen bikameral (2 kamar), yaitu terdiri dari 2 lembaga pemerintahan. Kongres terdiri dari Senat dan Dewan Perwakilan; anggota keduanya dipilih oleh pemilu. Ada 24 senator yang menjabat selama 6 tahun di Senat, sedangkan Dewan Perwakilan terdiri dari tidak lebih dari 250 anggota kongres yang melayani selama 3 tahun. Cabang yudikatif pemerintah dikepalai oleh Mahkamah Agung, yang memiliki seorang Ketua Mahkamah Agung sebagai kepalanya dan 14 Hakim Agung, semuanya ditunjuk oleh Presiden. 5
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Jadi, dari perbandingan antara sistem administrasinegara di Filipina dengan sistem administrasi negara di Indonesia, ialah dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem administrasi negara di Filipina dari sisi parlemen lebih simple daripada di negara Indonesia yang memiliki sistem parlemen Trikameral (3 kamar).

1.1. Saran
Indonesia tidak perlu mengubah sistem parlemen yang telah terbentuk dan berjalan hingga bertahun-tahun, cukup dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi dan meningkatkan kinerja aparaturnya serta meningkatkan kepedulian untuk mensejahterakan bangsa.