Percakapan antara dua orang atau lebih untuk memperoleh informasi disebut

Jawaban kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi disebut apa, dan langkah pertama dalam melakukan wawancara yaitu apa saja serta kegiatan tanya jawab antara penanya dan narasumber dengan tujuan untuk mendapatkan suatu informasi disebut dengan apa.* /pixabay / Leejeongsoo/

PORTAL PURWOKERTO – Tahukah kamu kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi disebut apa? Ini merupakan salah satu materi kelas 4 SD.

Simak terkait kegiatan tanya jawab antara penanya dan narasumber dengan tujuan untuk mendapatkan suatu informasi disebut dengan apa.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi disebut dengan kegiatan wawancara.

Wawancara merupakan tanya jawab seseorang yang diperlukan dalam rangka untuk dimintai keterangan atau pendapat mengenai sesuatu hal.

Lalu apa langkah dalam melakukan wawancara tersebut? Ini penjelasannya yang berkolaborasi dengan Hening Prihatini, S.Pd.

Baca Juga: Jawaban Mengapa Gendang dan Marakas Termasuk ke dalam Jenis Alat Musik Ritmis, Tema 3 Kelas 6 SD

Ketika akan melakukan wawancara, beberapa hal perlu dipersiapkan agar kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik dan lancar.

Lalu, langkah pertama dalam melakukan wawancara yaitu menyiapkan tema atau topik yang akan dibahas dalam kegiatan wawancara tersebut.

Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut:

  1. narator.
  2. narasumber.
  3. pewawancara.
  4. wawancara.

Jawabannya adalah d. wawancara.

Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut wawancara.

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban a. narator menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban b. narasumber menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di situs ruangguru ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.

Jawaban c. pewawancara menurut saya ini malah 100% salah, karena tadi saat coba cari buku catatan, jawaban ini cocok untuk pertanyaan lain.

Jawaban d. wawancara menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah d. wawancara..

Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.

Lihat juga kunci jawaban pertanyaan berikut:

Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut?

  1. A. narasumber
  2. B. pewawancara
  3. C. narator
  4. D. wawancara
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: D. D. wawancara.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban D benar, dan 0 orang setuju jawaban D salah.

Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut d. wawancara.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. A. narasumber menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. B. pewawancara menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. C. narator menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban D. D. wawancara menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah D. D. wawancara

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

04 Mei 2020 13:36

Pertanyaan

Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba roboguru plus!

20

1

Jawaban terverifikasi

Mahasiswa/Alumni Universitas Pakuan

23 Maret 2022 15:02

Halo, Velicia A. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab ya :] Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut wawancara. Yuk kita simak pembahasan berikut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara diartikan sebagai tanya jawab dengan seseorang [pejabat dan sebagainya] yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Berdasarkan penjelasan tersebut, yang dimaksud dengan wawancara adalah percakapan atau kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat. Unsur-unsur wawancara adalah sebagai berikut. 1. Pewawancara, yaitu pihak atau seseorang yang mencari informasi yang berkedudukan sebagai penanya. 2. Narasumber atau informan, yaitu orang yang diwawancarai. Dalam hal ini, narasumber atau informan berkedudukan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi. 3. Tema atau topik yang menjadi bahan wawancara. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yang dibicarakan agar ketika pelaksanaan wawancara tidak bertele-tele. 4. Waktu atau kesempatan dan tempat. Dengan demikian, percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut wawancara. Semoga membantu :]

Balas

Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut?

  1. A. narasumber
  2. B. pewawancara
  3. C. narator
  4. D. wawancara
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: D. D. wawancara.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban D benar, dan 0 orang setuju jawaban D salah.

Percakapan antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat disebut d. wawancara.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. A. narasumber menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. B. pewawancara menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. C. narator menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban D. D. wawancara menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah D. D. wawancara

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Wawancara atau interviu adalah kegiatan tanya-jawab secara lisan untuk memperoleh informasi.[1] Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam tulisan, atau direkam secara audio, visual, atau audio visual. Wawancara merupakan kegiatan utama dalam kajian pengamatan. Pelaksanaan wawancara dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Wawancara langsung dilakukan dengan menemui secara langsung orang yang memiliki informasi yang dibutuhkan, sedangkan wawancara tidak langsung dilakukan dengan menemui orang-orang lain yang dipandang dapat memberikan keterangan mengenai keadaan orang yang diperlukan datanya.[2] Pertukaran informasi dan ide melalui tanya-jawab dimaksudkan untuk membentuk makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan dalam penelitian untuk mengatasi kelemahan metode observasi dalam pengumpulan data. Informasi dari narasumber dapat dikaji lebih mendalam dengan memberikan interpretasi terhadap situasi dan fenomena yang terjadi.[3]

Wawancara Dada Rosada oleh beberapa wartawan.

Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.

Dalam bidang jurnalistik wawancara menjadi salah satu cara mendapatkan informasi bahan berita. Wawancara biasanya dilakukan oleh satu atau dua orang wartawan dengan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sumber berita [narasumber]. Lazimnya dilakukan atas permintaan atau keinginan wartawan yang bersangkutan.

Sedangkan dalam jumpa pers atau konferensi pers, wawancara biasanya dilaksanakan atas kehendak sumber berita.

Bentuk wawancara

Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

  1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
  2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
  3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
  4. Wawancara pribadi.
  5. Wawancara dengan banyak orang.
  6. Wawancara dadakan / mendesak.
  7. Wawancara kelompok di mana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.

Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.

Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut.

Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.

Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.

  • Wawancara bebas terpimpin

Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.

Berdasarkan susunan isinya

Berdasarkan susunan isinya, wawancara dapat dibedakan menjadi:[4]

  1. Wawancara terstruktur, kegiatan wawancara dilakukan dengan menyediakan daftar isian untuk mendapat jawaban dari responden.
  2. Wawancara semi-terstruktur, kegiatan wawancara dilakukan dengan menggunakan bahasa yang berbeda, tetapi informasi yang akan dikumpulkan dapat diketahui dengan jelas.
  3. Wawancara tidak-terstruktur, kegiatan wawancara terjadi secara tiba-tiba tanpa menyediakan daftar pertanyaan terlebih dahulu.

Wawancara dapat dilakukan dengan dua tujuan. Pertama, wawancara yang dilakukan untuk mengetahui data dari individu tertentu guna memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Individu yang diwawancarai disebut informan. Wawancara ini umumnya digunakan dalam penelitian kualitatif. Kedua, wawancara yang dilakukan untuk memperoleh data diri pribadi, prinsip, pendirian serta pandangan dari individu yang diwawancarai. Jenis wawancara ini umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif. Individu yang diwawancarai pada wawancara model pertama harus dipilih berdasarkan pada penilaian ahli. Sedangkan wawancara model kedua, individu yang diwawancarai harus mewakili populasi secara menyeluruh.[5]

Peran

Dalam wawancara diperlukan peran yang sesuai dengan prosedur wawancara. Individu yang terlibat di dalam wawancara harus saling memperkenalkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, pewawancara menjelaskan tujuan dan kegunaan wawancara serta alasan individu dilibatkan. Selanjutnya, pewawancara harus dapat menyampaikan semua pertanyaan kepada responden serta menciptakan hubungan baik dengan responden. Pewawancara juga harus mampu mencatat semua jawaban dari responden sambil menggali informasi lebih mendalam dari responden dengan mengajukan beberapa pertanyaan tambahan.[6]

Sikap-Sikap Pewawancara

Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut:

  • Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak.
  • Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden.
  • Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.
  • Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.[7]

Jawaban-jawaban penelitian dapat diperoleh melalui wawancara. Hasil wawancara yang berisi jawaban dari responden, digunakan sebagai data untuk menganalisis kerangka acuan dalam menjawab pertanyaan penelitian atau menyelesaikan permasalahan penelitian. Wawancara yang ditujukan untuk kegiatan penelitian tidak hanya memiliki kegiatan interaksi dan komunikasi, melainkan menggunakan pedoman wawancara yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan penelitian.[8]

Wawancara digunakan sebagai alat pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh. Teknik wawancara umumnya digunakan dalam penelitian kualitatif. Tujuan penggunaan wawancara dalam penelitian kualitatif ialah untuk memperoleh keterangan sebagai data yang selanjutnya akan diproses sebagai informasi. Wawancara penelitian kuantitatif dilakukan secara tatap muka atau tanpa menggunakan pedoman wawancara. Dalam penelitian kualitatif, wawancara berlangsung lama karena peneliti dan informan terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti memperoleh informasi melalui dua jenis wawancara, yaitu autoanamnesa atau aloanamnesa. Autoanamnesa merupakan wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden, sedangkan aloanamnesa merupakan wawancara dengan keluarga responden.[9]

Membuat ide baru

Kegiatan wawancara dapat menghasilkan ide baru jika disertai dengan imajinasi dan naluri penyelidikan. Sudut pandang manusia yang berbeda-beda dapat diperoleh sebagai hasil dari wawancara.[10] Wawancara yang digunakan untuk keperluan penulisan karya ilmiah dapat terjadi jika telah direncanakan terlebih dahulu. Pewawancara harus menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai, mempersiapkan pedoman wawancara, dan mengolah hasil wawancara.[11]

Memahami subjek

Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang beragam dari orang-orang pada berbagai peran dan situasi. Pandangan orang lain dapat diketahui melalui wawancara yang berpusat kepada subjek. Pemahaman terhadap subjek dapat dilakukan melalui wawancara dengan komunikasi dan dialog menggunakan bahasa. Pewawancara berperan sebagai pendengar langsung dari subjek. Informasi dari subjek akan dengan cepat dan langsung ke inti permasalahan jika proses wawancara berlangsung nyaman dan menggunakan prinsip keterbukaan informasi.[12]

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Interviews.

  1. ^ Arum Sutrisni Putri [27 Januari 2020]. "Wawancara: gurhvt dgv Pengertian dan Tahapan". Kompas.com.  Parameter |accesdate= yang tidak diketahui mengabaikan [|tanggal-akses= yang disarankan] [bantuan]; line feed character di |title= pada posisi 22 [bantuan]
  2. ^ Mustari dan Rahman 2012, hlm. 54.
  3. ^ Zulmiyetri, dkk. [2019]. Penulisan Karya Ilmiah [PDF]. Jakarta: Prenadamedia Group. hlm. 258. ISBN 978-623-218-360-5.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan [bantuan]
  4. ^ Mustari dan Rahman 2012, hlm. 54-55.
  5. ^ Mamik 2015, hlm. 111-112.
  6. ^ Mamik 2015, hlm. 112.
  7. ^ Kun Maryati & Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. Hlm. 138-139.
  8. ^ Ahyar 2018, hlm. 23.
  9. ^ Ahyar 2018, hlm. 37.
  10. ^ Suaedi 2015, hlm. 63.
  11. ^ Suaedi 2015, hlm. 36.
  12. ^ Idrus, M. S., dan Priyono [2014]. Penelitian Kualitatif di Manajemen dan Bisnis [PDF]. Sidoarjo: Zifatama Publishing. hlm. 135. ISBN 978-602-1662-08-3.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan [bantuan]Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list [link]

  1. Ahyar, Juni [2018]. Penuntun Membuat Skripsi dan Menghadapi Presentasi Tanpa Stres [PDF]. Bojonegoro: Pustaka Intermedia.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan [bantuan]
  2. Mamik [2015]. Metode Kualitatif [PDF]. Sidoarjo: Zifatama Publishing. ISBN 978-602-1662-65-6.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan [bantuan]
  3. Mustari, M., dan Rahman, M. T. [2012]. Pengantar Metode Penelitian [PDF]. Yogyakarta: LaksBang Pressindo. ISBN 978-979-26856-2-6.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan [bantuan]Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list [link]
  4. Suaedi [2015]. Penulisan Ilmiah [PDF]. Bogor: IPB Press. ISBN 978-979-493-889-8.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan [bantuan]
  • Campion, M.A., Campion, J.E., & Hudson, J.P., Jr. “Structured Interviewing: A Note on Incremental Validity and Alternative Question Types”,Journal of Applied Psychology, 79, 998-1002, 1994
  • Dick, Bob. Convergent Interviewing. Sessions 8 of Areol-Action Research and Evaluation, Southern Cross University, 2002
  • Foddy, William. Constructing Questions for Interviews, Cambridge University Press, 1993
  • General Accounting Office. Using Structured Interviewing Techniques. Program Evaluation and Methodology Division, Washington D.C., 1991
  • Groat, Linda & Wang, David. Architectural Research Methods, John Wiley & Sons, Inc
  • Hollowitz, J. & Wilson, C.E. “Structured Interviewing in Volunteer Selection”.Journal of Applied Communication Research, 21, 41-52, 1993
  • Kvale, Steinar. Interviews An Introduction to Qualitative Research Interviewing, Sage Publications, 1996
  • McNamara, Carter, PhD. General Guidelines for Conducting Interviews, Minnesota, 1999
  • Pawlas, G.E. “The Structured Interview: Three Dozen Questions to Ask Prospective Teachers”,NASSP Bulletin, 79, 62-65, 1995
  • Trochim, William, M.K. Types of Surveys, Research Methods Knowledge Base, 2002
  • Watts, G.E. “Effective Strategies in Selecting Quality Faculty”,Paper presented at the International Conference for Community College Chairs, Deans, & Other Instructional Leaders, Phx, AZ, 1993

Diperoleh dari "//id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wawancara&oldid=19213601"

Video yang berhubungan

Video yang berhubungan

Bài mới nhất

Chủ Đề