Sebutkan karakteristik dari daging merah dan daging putih masing masing 3

Sebutkan karakteristik dari daging merah dan daging putih masing masing 3

MaxPixel's contributors

Ayam goreng

Bobo.id - Jenis daging apa yang paling kamu sukai?

Apa kamu suka daging sapi, ikan, atau ayam?

Daging adalah makanan yang dikonsumsi oleh manusia untuk mendapatkan kebutuhan protein, teman-teman.

Protein yang berasal dari hewan disebut dengan protein hewani. Sementara protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati.

Nah, daging ternyata juga punya jenis yang berbeda, lo.

Daging Merah dan Daging Putih

Pengelompokan daging ini bisa kita kenali dari warnanya, teman-teman.

Yang termasuk ke dalam kelompok daging merah memiliki warna merah.

Contoh daging yang termasuk daging merah adalah daging dari hewan ternak. Yaitu sapi, kerbau, domba, kambing, babi, dan kuda.

Baca Juga : Inilah Sumber Protein Selain Daging Sapi

Sementara yang termasuk ke dalam daging putih adalah daging yang berasal dari unggas dan ikan-ikanan.

Yang termasuk daging putih adalah ayam, burung, kalkun, ikan-ikanan, udang, kerang, dan hasil laut lainnya. Reptil dan amfibi juga termasuk ke dalam kelompok daging putih.

Namun, warna bukanlah satu-satunya ciri pengelompokan daging ini. Karena ada juga ikan yang saat dimasak dagingnya menjadi merah.

Mioglobin dan Warna Merah Daging

Warna daging dipengaruhi oleh protein mioglobin, teman-teman. Protein mioglobin ini terdapat di semua otot, termasuk daging.

Mioglobin adalah protein yang mengikat oksigen. Jika hemoglobin bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel di tubuh, mioglobin bertugas menyimpan oksigen di dalam sel.

Secara umum, kelompok daging merah punya mioglobin lebih banyak.

Baca Juga : Apakah Sushi dan Sashimi dengan Ikan Mentah Baik untuk Kesehatan Kita?

Secara umum, kelompok daging merah punya mioglobin lebih banyak.

Daging merah punya kadar lemak jenuh dan kolesterol dibandingkan daging putih, teman-teman.

Pembagian Jenis Daging Pada Ayam

Dalam satu ekor ayam juga ada yang termasuk ke dalam kategori daging merah, lo.

Mungkin kita bisa memperhatikan ada bagian ayam yang lebih putih dan lebih gelap. Ini karena bagian ayam memiliki bagian otot yang berbeda juga.

Dalam satu ekor ayam, potongan daging merah contohnya ada pada bagian paha. Otot ayam bagian ini sering digunakannya untuk berdiri dan berjalan.

Kandungan lemak yang lebih tinggi di bagian ini juga ada di kulitnya.

Otot di bagian ini menggunakan lebih banyak oksigen dan mengandung lebih banyak zat besi dan lemak.

Baca Juga : Kenapa Kepiting dan Udang Berubah Warna Menjadi Merah Saat Dimasak?

Zat besi ini ada di dalam protein mioglobin, sehingga membuat bagian ayam ini menjadi lebih gelap.

Nah, potongan dada dan sayap memiliki otot yang lebih jarang digunakan oleh ayam.

Otot di bagian dada dan sayap ayam menggunakan karbohidrat glikogen sebagai energi. Sehingga tidak memerlukan banyak oksigen.

Bagian ini termasuk daging putih karena kadar zat besi dan mioglobinnya lebih sedikit.

Selain jenisnya, kandungan nutrisi di dalam makanan, baik daging ayam maupun yang lainnya juga dipengaruhi oleh cara pengolahannya, lo.

Baca Juga : Mengapa Ada Makanan Ikan Mentah, Tapi Tidak Ada Ayam Mentah, ya?

Yuk, lihat video ini juga!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sebutkan karakteristik dari daging merah dan daging putih masing masing 3
Ilustrasi daging ayam. Tabloidbintang

TEMPO.CO, JakartaDaging merupakan sumber vitamin dan protein berkualitas tinggi yang baik bagi tubuh. Secara umum daging dibagi menjadi dua jenis, yakni daging merah dan daging putih.

Mengutip dari laman resmi Yayasan Gastroenterologi Indonesia, perbedaan warna daging merah dan daging putih disebabkan oleh kandungan mioglobin, yakni protein yang berfungsi menyimpan dan mengangkut oksigen ke otot melalui aliran darah. Daging merah mengandung mioglobin yang relatif lebih banyak dibandingkan daging putih.

Jenis daging yang termasuk daging merah adalah daging sapi, kambing, dan kerbau. Sedangkan yang termasuk daging putih antara lain unggas seperti ayam, burung, kalkun, ikan, dan makanan laut lainnya seperti udang dan kerang.

Perbedaan lain dari daging merah dan daging putih adalah pada kandungan lemaknya. Daging putih merupakan sumber protein dan memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. Sebaliknya, daging merah mengandung kadar lemak yang lebih tinggi, namun juga memiliki kandungan vitamin yang lebih tinggi.

Vitamin yang terkandung dalam daging merah antara lain vitamin B, zat besi, dan zat seng. Jenis zat besi pada daging merah adalah zat besi heme yang lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan zat besi yang ditemukan di sumber nabati.

Baik daging merah maupun daging putih, keduanya memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Meski demikian, asil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah secara berlebihan dapat mencetuskan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner, diabetes, strok, obesitas, dan kanker usus

Ketika daging merah dimasak dengan suhu tinggi, apalagi jika sampai hangus, maka akan terbentuk senyawa penyebab kanker yang disebut senyawa karsinogenik. Untuk menghindari hangus saat memasak, sebaiknya potong lemak yang terlihat di sekitar tepi daging merah.

SITI NUR RAHMAWATI

Baca juga:

Tidak Semua Ikan Cocok Diolah Menjadi Bakso Ikan, Begini Penjelasannya

Perbedaan Daging Merah dan Daging Putih (KlikDokter)

Liputan6.com, Jakarta Perbedaan daging merah dan daging putih perlu diketahui untuk mendapatkan nutrisi tepat yang diperlukan tubuh. Kedua jenis daging ini merupakan sumber protein yang paling disenangi banyak orang, termasuk di Indonesia.

Daging merah contohnya adalah daging sapi, domba, kambing, hingga daging babi. Sedangkan contoh daging putih adalah daging ayam, bebek, hingga kalkun. Baik daging merah maupun daging putih, dapat dimasak menjadi berbagai macam olahan lezat. Kamu bisa memasaknya dengan cara direbus, digoreng, dikukus, dibakar, atau dipanggang.

Perbedaan daging merah dan daging putih bisa dilihat dari jumlah nutrisinya. Secara umum, keduanya merupakan sumber protein yang baik untuk membentuk massa otot dan menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, ada juga lemak, vitamin (terutama vitamin B dan asam folat), serta mineral (seperti zat besi, seng, dan kalium) yang bisa kamu dapatkan dari kedua jenis daging tersebut.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (4/9/2020) tentang perbedaan daging merah dan daging putih.

Daging Merah

Kadar Mioglobin

Perbedaan daging merah dan daging putih yang pertama terdapat pada kadar mioglobin, yaitu protein dengan bentuk struktur bulat yang menyimpan oksigen dan terbentuk dari rantai polipeptida. Mioglobin merupakan jenis protein yang banyak ditemukan pada otot. Mioglobin merupakan faktor utama adanya daging yang berwarna merah dan putih.

Daging merah merupakan daging yang tinggi akan kandungan mioglobin. Contoh hewan yang menghasilkannya adalah sapi, domba, kambing, atau babi. Sementara itu, daging putih mengandung kadar mioglobin yang rendah. Daging yang termasuk daging putih di antaranya ayam, bebek, dan kalkun.

Kandungan Lemak

Perbedaan daging merah dan daging putih juga dapat dikenali dari kandungan lemaknya. Daging berwarna merah memiliki kandungan lemak jenuh (lemak tidak baik) yang lebih tinggi dibandingkan daging putih.

Tentunya, kandungan lemak tak jenuh (lemak baik) pada daging berwarna merah juga lebih rendah dibandingkan daging yang putih. Oleh karena itu, jika dilihat dari kadar lemaknya, daging putih terbilang lebih aman dibandingkan daging merah.

Ilustrasi Dada Ayam Credit: pexels.com/pixabay

Kandungan Vitamin

Kandungan vitamin juga bisa dijadikan patokan dalam mengenali perbedaan daging merah dan daging putih. Berbagai jenis vitamin B mulai dari vitamin B1, B2, B3, B5, B6, hingga asam folat dapat dipenuhi oleh daging merah dan daging putih.

Namun, vitamin B12 dalam jumlah besar hanya terdapat dalam daging hewan berwarna merah. Meski daging unggas juga memiliki vitamin B12, jumlahnya hanya 2 persen dari yang dimiliki oleh daging merah. Memenuhi kebutuhan vitamin B12 sangat penting untuk mendukung proses pembentukan sel darah merah, pembentukan DNA di dalam sel, serta pengantaran sinyal saraf.

Kandungan Mineral

Perbedaan daging merah dan daging putih selanjutnya dapat dilihat dari kandungan mineralnya. Berdasarkan kandungan mineralnya, kedua jenis daging ini sama-sama mengandung zat besi, seng, dan kalium yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, regenerasi sel, dan kontraksi otot.

Namun, kandungan mineral dalam daging merah cenderung lebih tinggi dibandingkan daging putih. Bisa disimpulkan bahwa daging yang berwarna merah lebih kaya akan nutrisi tetapi juga lebih tinggi lemak dibandingkan daging yang berwarna putih. Jadi, kamu harus mengenali kondisi kesehatan tubuh juga sebelum memilih daging apa yang akan dikonsumsi.

Ilustrasi Daging Sapi Credit: freepik.com

Bahaya Konsumsi Daging Berlebihan

Daging yang berwarna merah memang kaya nutrisi. Namun, berbagai studi menemukan bahwa konsumsi dalam jumlah banyak dan rutin dapat menyebabkan orang yang mengonsumsinya lebih berisiko mengalami kanker, terutama kanker usus besar. Selain itu, konsumsi daging merah yang terlalu sering, terutama daging olahan, juga menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes melitus.

Hal ini dapat juga menjadi salah satu perbedaan daging merah dan daging putih. Perlu diketahui, risiko-risiko penyakit tersebut ditemukan lebih rendah pada orang yang tidak mengonsumsi daging merah dan hanya mengonsumsi daging putih. Jadi, penting sekali untuk kamu mengenal kondisi kesehatan sebelum mengonsumsi daging merah ataupun putih.

Cara Mengolah

Perbedaan daging merah dan daging putih juga bisa dilihat dari cara mengolahnya. Hal ini terutama dalam pemilihan bagian daging sebelum memasaknya. Untuk daging merah, sebisa mungkin pilihlah bagian otot dan hindari bagian iga. Sementara itu, untuk daging putih, buang semua kulitnya saat memasak.

Masaklah daging dengan cara direbus atau dikukus. Sebisa mungkin, hindari menggoreng atau membakar daging, karena proses tersebut berisiko menimbulkan adanya zat karsinogenik. Kamu juga dilarang untuk mengonsumsi daging yang gosong. Sebelum memasak, marinasi daging dengan bawang putih, perasan lemon, atau minyak zaitun untuk mengurangi terbentuknya zat karsinogenik.

Itulah beberapa perbedaan daging merah dan daging putih yang harus kamu perhatikan. Memperhatikan perbedaan kedua jenis daging ini sangat penting dalam menjaga kesehatan kamu.