Seseorang yang banyak beristighfar merupakan ciri ciri orang yang

Ilustrasi istighfar /Pixabay.

SEPUTARLAMPUNG.COM – Ternyata salah satu amalan yang paling banyak dilakukan oleh Rasulullah SAW saat Ramadhan adalah memperbanyak baca istighfar.

Apa keutamaan membaca Istighfar? Bagaimana bacaan istighfar? Simak penjelasan Ustadz Adi Hidayat.

Istighfar merupakan bacaan dzikir pendek yang umum dibaca tiap muslim, mulai dari yang pendek sampai bacaan yang panjang.

Membaca istighfar kerab setiap hari memiliki efek yang luar biasa bagi keimanan seseorang, karena dengan membaca istighfar bisa jadi Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat, 22 April 2022 Terbaru Spesial Ramadhan, Tema: Hikmah di Balik Perbuatan Ikhlas

>

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 199 tentang perintah untuk beristighfar:

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan beristighfarlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah 2:199).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata istigfar adalah permohonan ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sumber: Youtube Ceramah Pendek

JATIMTIMES - Setiap orang memang memiliki garis takdirnya masing-masing, baik itu rezeki, jodoh dan kematian. Semua hal tersebut sudah diatur oleh sang pencipta. Tetapi mungkin sebagian besar orang sudah berupaya keras untuk mengais rizki, akan tetapi terkadang kerja keras itu belum tentu mendapatkan apa yang diinginkan.

Disisi lain, terdapat beberapa golongan orang yang dikejar rizki dari manapun asalnya dan itu kadang tanpa mereka meminta. Akan tetapi kembali lagi,  sebenarnya setiap orang telah dijamin rizkinya oleh Allah SWT.

Baca Juga : Sambut Bahagia Bulan Ramadan, Warga di Kota Batu Kirab Suguhkan Tumpeng Pohon

Diulas dari Channel Tafakkur Fiddin, terdapat beberapa ciri orang yang dikejar-kejar rizki. Ciri yang pertama adalah orang yang suka bersedekah. Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat terpuji dan sangat dianjurkan. Hal ini karena dengan memberikan sedikit harta dan penghasilan yang didapat, akan membantu orang lain.

Disitu, Allah akan mengganti sedekah seseorang yang dilakukan dengan ikhlas baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini juga dijelaskan dalam firman-nya, "Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap-tiap bulir 100 biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang dikehendaki dan Allah maha luas karunia-nya lagi maha mengetahui" (QS Al-baqarah ayat 216).

Ciri kedua adalah orang yang gemar bersyukur. Bersyukur adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Sebab, nikmat dan karunia Allah yang telah diberikan kepada manusia sangat banyak.

Bersyukur haruslah dilakukan dalam kondisi apapun, baik saat mendapatkan rizki berupa harta benda kesehatan bahkan dalam kondisi diuji dengan sakit maka manusia harus bersyukur. Dengan begitu, Allah SWT akan menambah nikmat dengan kuasanya sehingga penyakit yang dimiliki akan terangkat.

Allah berfirman, "Dan ingatlah juga (tatkala) tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat ku maka sesungguhnya azabku sangat pedih" (QS Ibrahim ayat 7).

Ciri yang ketiga adalah orang yang sering beristighfar. Istighfar adalah selalu menyadari akan kesalahan ataupun dosa yang telah dibuat. Lantas apa hubungannya dengan dikejar rizki?.

Baca Juga : Haul Mbah Wali Ageng Kusumo di Makam Krapyak Tulungagung, Rutin Tiap Tahun

Dalam Quran surat hud ayat 3, Allah SWT berfirman: "dan hendaklah kamu meminta ampun kepada tuhanmu dan bertaubat kepadanya, (jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya dia akan memberi nikmat yang baik terus menerus kepadamu sampai ke pada waktu yang telah ditentukan,dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat".

Ciri yang keempat, adalah orang yang suka berdoa dan berusaha. Berusaha dan berdoa merupakan sebuah hal yang satu paket dan tak bisa dipisahkan saat seseorang meminta permohonan kepada Allah. Sehingga sangat mustahil jika terdapat orang yang hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha akan mendapatkan apa yang ia inginkan, begitupun sebaliknya.

Terdapat sebuah ungkapan "man Jadda wajada", yang artinya: Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan menemukan hasil yang diinginkan.

Ciri kelima adalah orang yang selalu bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal adalah menyerahkan diri dan menyandarkan hatinya kepada Allah. Orang yang tawakal, tentunya merupakan orang yang sangat yakin seyakin-yakinnya bahwasanya hanya Allah SWT saja yang dapat memberikan nikmat ataupun rizki kepada setiap manusia dan seluruh jagat raya seisinya.

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ali Akbar bin Aqil

Keenam, orang yang banyak beristighfar

Beristighfar berasal dari bahasa arab: istaghfara, yastaghfiru, istighfaaran. Artinya memohon ampunan atas segala perbutan dosa kepada Allah Subhanahu Wata’al. Beristighfar adalah bentuk pertaubatan seseorang atas segala noda dosa dan kesalahan yang ia lakukan.

Setiap hari, Rasul beristighfar kepada Allah tidak kurang 100 kali. Padahal, beliau sudah diampuni oleh Allah. Namun, beliau tahu diri dan tetap mengharap ampunan Allah yang tidak terbatas. Selama hayat masih dikandung badan, selama nyawa masih belum sampai di kerongkongan, permohonan ampun seorang hamba tidak akan diabaikan oleh Allah Subhanahu Wata;ala. Allah Maha Pengampun atas segala dosa, dosa besar atau kecil.

Semakin banyak memohon ampun semakin besar kesempatan menjadi orang yang bahagia, secara lahir maupun batin. Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Berbahagialah orang yang dalam catatan amalnya terdapat banyak istighfar.” (HR. Ibnu Majah).

Ketujuh, orang yang hidup Sederhana

Hidup sederhana tidak berarti membeci harta dan lari dari kekayaan. Dalam Islam, harta bukan menjadi tujuan tapi perantara untuk memuluskan langkah kehidupan dalam mengabdi kepada Allah. Titik tekannya adalah bagaimana menjalani kehidupan di dunia yang sementara dengan tidak sombong, boros dan berlebih-lebihan.

Hidup sederhana adalah hidup yang bersahaja. Memuji Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Tidak mengeluh dan putus asa atas apa yang belum didapatkan dari keinginan. Bersyukur kepada Allah merupakan kunci orang yang ingin hidup sederhana. Menurut Nabi Subhanahu Wata’ala, Orang kaya bukanlah orang banyak harta. Demikian orang miskin bukanlah orang yang tidak berharta. Orang kaya adalah orang yang hatinya diisi dengan rasa syukur. Orang miskin adalah orang yang sempit jiwanya karena tidak memiliki rasa syukur.

Berbahagialah orang yang hidup sederhana, bersahaja, pandai mensyukuri nikmat Allah, sedikit atau banyak. “Berbahagialah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, hidupnya sederhana, dan ia rela atasnya.” (HR. Turmudzi).

Kedelapan, orang yang panjang umur dan beramal baik

Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad berkata dalam Kitabul Hikam, “Sesungguhnya modalmu hanyalah umur. Maka isilah ia dengan perbuatan terpuji dan kemuliaan amal shalih.”

Ada tiga golongan manusia dalam mengisi umurnya. Pertama, orang yang diberi umur (modal) yang ia manfaatkan dengan berhati-hati. Ia sadar benar bahwa modal ini hanya sementara maka ia gunakan sebagai sarana melakukan amal shalih. Inilah orang yang akan memeroleh keuntungan.

Kedua, orang yang malas dalam menjalankan dan memanfaatkan modalnya. Ia mendiamkan modalnya begitu saja. Tidak memanfaatkannya sebagaimana mestinya sehingga ia menjadi orang yang rugi, tanpa memeroleh manfaat.

Ketiga, golongan yang gemar menghambur-hamburkan modalnya. Baginya, modal hanya diperuntukkan untuk kepuasaan dan kesenangan. Dalam pandangannya, modal umur hanya bermanfaat jika digunakan untuk hal-hal yang mengasyikkan hingga menyeretnya kepada kerugian yang besar.

Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menyampaikan, “Berbahagialah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Thabrani).*/(bersambung)

Penulis adalah wakil Ketua MIUMI Malang Raya

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Arti Istighfar – Bagi kaum muslim, ada kata-kata khusus yang menggambarkan perasaanya. Seperti kata syukur “Alhamdulillah” yang bisa menyatakan bahwa sedang menerima sebuah rejeki. Kata “Subhanallah” ketika melihat hal-hal atau mendengar hal-hal yang buruk, dan kata “Masya Allah” yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan.

Selain kata-kata tersebut, ada juga kata istighfar yang sering diucapkan oleh seorang muslim dalam keadaan tertentu. Nah Grameds, apakah kamu sudah tahu hal-hal mengenai kata istighfar? Artikel ini akan membahas mengenai kata-kata istighfar.

Bacaan dan Arti Istighfar

Arti kata istighfar sendiri dalam KBBI adalah sebuah permohonan ampun kepada Allah. Kata istighfar adalah kata yang sering digunakan oleh kaum muslim.

Kata ini sering kali digunakan ketika melakukan sebuah kesalahan atau hanya sekadar refleks spontan terhadap sesuatu. Namun tidak hanya itu, kata istighfar juga bisa selalu diucapkan kaum muslim sebagai bagian dari doa atau dzikir.

Kitab Shalat Dzikir – Doa, Shalawat, Dan Istighfar Sepanjang Tahun

Kata istighfar disebutkan melalui kalimat “Astaghfirullah” atau “Astaghfirullahaladzim”. Meskipun hampir sama dalam pengucapan, tetapi kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda.

Perbedaan dari kedua kalimat tersebut adalah adanya kata “al adzim” pada kalimat kedua. Kata “al adzim” adalah kata yang menunjukan na’at atau sifat dari Allah yang memiliki arti Maha Agung.

Jika diartikan secara keseluruhan, kalimat “Astagfirullah” memiliki arti “Aku memohon ampun kepada Allah”.

Sedangkan kalimat “Astaghfirullahaladzim” memiliki arti tambahan yaitu “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung”.

Manfaat dan Keutamaan Membaca Istighfar

Meskipun hanya kalimat pendek, tetapi makna dari istighfar sangat dalam. Manfaat dan keutamaannya juga tidak diragukan lagi banyaknya. Berikut adalah manfaat dan keutamaan membaca istighfar:

The Secret Of Istigfar

1. Membantu Melancarkan Rezeki

Manfaat dan keutamaan istighfar salah satunya adalah membuka pintu rezeki. Ketika kita bertaubat sambal beristighfar, maka pintu rezeki akan terbuka dengan lebar.

Hal ini juga ada di dalam surah Nuh ayat 10 sampai 12, yang memiliki arti :

“Maka Aku berkata (kepada mereka) “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu”.”

Memperbanyak istighfar ketika sedang bertaubat akan membantu untuk menggugurkan dosa-dosa yang sebelumnya kita miliki.

Hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah dalam sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda “Allah telah berkata wahai hamba-hambaKu setiap kalian pasti berdosa kecuali yang aku jaga, maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian aku ampuni dan barangsiapa yang meyakini bahwa aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka akan mengampuni dosa-dosanya, maka aku akan mengampuninya dan aku tidak peduli (seberapa banyak dosanya),” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

3. Memudahkan Segala Urusan

Keutamaan serta manfaat istighfar adalah memudahkan dalam menjalankan suatu urusan. Rasulullah Saw pernah bersabda dalam sebuah hadist, berbunyi “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas).

NIKMATNYA ISTIGHFAR : SATU OBAT UNTUK SEJUTA KESULITAN

4. Membantu Menghilangkan Kemalasan

Salah satu cara yang bisa dilakukan ketika rasa malas sedang menghampiri adalah dengan beristighfar, dengan membaca istighfar maka rasa semangat akan muncul lagi. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Rasulullah, bahwa beliau membaca kalimat istighfar ketika sedang malas.

Hal itu tertulis dalam hadist no 2702 yang diriwayatkan oleh Muslim. Rasulullah bersabda “Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali”.

Selamat dari api neraka merupakan hal yang sangat diinginkan bagi setiap umat muslim. Manusia yang dikatakan sebagai makhluk hidup yang paling mulia di dunia nyatanya tidak sepenuhnya suci dari dosa.

Maka dari itu istighfar sebagaimana pengertiannya diatas merupakan salah satu ucapan yang dapat menyelamatkan manusia dari api neraka, dikarenakan istighfar adalah ucapan yang biasa digunakan ketika seseorang melakukan kesalahan ataupun dosa.

6. Mendapat Balasan Berupa Surga

Ketika seseorang banyak mengucap istighfar, maka mereka dapat dikatakan sebagai orang-orang yang ingat kepada Allah SWT ataupun orang-orang yang selalu memohon ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa merekalah orang-orang yang mengingat akan kesalahannya dan surgalah balasan yang diberikan oleh Allah SWT

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

7. Dijauhkan Dari Setan

Sifat buruk merupakan cerminan dari iblis dengan sifat setannya atau sifat yang tercela. Dengan mengucapkan istighfar, maka akan terjauh dari godaan-godaan setan yang mengarah kepada hal-hal yang tidak dibenarkan. Karena dengan banyak mengucapkan istighfar berarti seseorang ingat akan Tuhannya, yaitu Allah SWT

8. Menenangkan Hati

Sudah menjadi sifat manusia bahwa ketenangan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Apabila melakukan kesalahan, pada umumnya manusia akan merasakan ketidak tenangan dalam hati dan jiwanya. Oleh karena itu, dengan membaca istighfar maka jiwa dan raga seakan terbebas dari kesalahan yang menciptakan ketenangan dalam hati

9. Membantu Mengatasi Kesedihan

Mengucapkan istighfar menurut sebagian orang tidak hanya diucapkan pada saat membuat kesalahan saja. Beberapa orang berpendapat bahwa mengucap istigfar akan membuat hati dan jiwa menjadi tenang dalam menghadapi semua hal yang terjadi, termasuk kesedihan

10. Membantu Membersihkan Hati

Seperti dijelaskan diatas, bahwa dengan mengucapkan istighfar maka seseorang berarti tidak lupa akan Tuhannya dan seseorang sadar akan kesalahan atau kelalaian yang dibuatnya. Apabila mengucap istighfar dapat menenangkan hati, maka istighfar juga dapat membersihkan hati dari hal-hal yang buruk yang datang dari luar maupun dari dalam jiwa

11. Mengikuti Perilaku Rasulullah

Berdasarkan salah satu hadist Rasulullah SAW bahwa mengucap istigfar akan membawa ketenangan dan Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan serta memberikan rezeki tanpa diduga. Sunnah diartikan sebagai cerminan perilaku Rasulullah SAW, maka dari itu seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa mengucapkan istighfar akan membawa banyak manfaat.

Hikmah Membaca Istighfar

1. Bisa Membantu Mengabulkan Doa

Ketika sering membaca istighfar, maka Allah akan gembira karena umatnya mengingat-Nya. Hal tersebut bisa membantu kamu untuk mendapatkan apa yang sedang didoakan.

2. Hidup Menjadi LebihTentram

Sebagai manusia biasa tentu kita tidak luput dari sebuah kesalahan. Pasti ada kesalahan yang dilakukan meskipun tidak disadari. Untuk kesalahan-kesalahan yang disadari, terkadang hal itu membuat pikiran kita terganggu. Memikirkan kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat akan membuat hati terasa tidak nyaman, membuat gelisah bahkan tidak hidup dengan tentram.

Oleh karena itu, hal tersebut bisa diatasi dengan membaca istighfar sebanyak-banyaknya. Merenungi kesalahan sambal membaca istighfar akan membuat hati menjadi lebih tenang. Selain itu juga tetap dilakukan evaluasi diri sehingga hari-hari selanjutnya tidak melakukan kesalahan yang salah. Maka hidup akan menjadi lebih tentram.

3. Dekat dengan Allah

Ketika kita taat melakukan ibadah wajib dan menjalankan ibadah sunnah, maka secara tidak sadar kita menjadi dekat dengan Allah. Allah bersama hambanya yang taat beribadah. Istighfar juga salah satu cara untuk beribadah kepada Allah. Melalui bacaan-bacaan istighfar, kita bisa senantiasa dekat dengan Allah.

Itulah beberapa hal mengenai istighfar. Membaca Istighfar memiliki banyak sekali manfaat, maka dari itu bagi Grameds yang menganut agama muslim bisa menyempatkan untuk membaca istighfar setiap hari.

Untuk menemukan hal menarik lainnya mengenai doa-doa bagi kaum muslim, Grameds bisa menemukannya di www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan buku-buku sesuai dengan napa yang Grameds cari.

Baca juga artikel terkait “Arti Istighfar” :

Penulis: Wida Kurniasih

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien