Tingkat kesejahteraan masyarakat juga disebabkan oleh apa saja

maaf dek, bisa difotokan lg kebawah?

yang benar adalah yang menggunakan huruf kapital di awal kalimat " Tingkat" dan "Indonesia"

yang option terkahir ya.. semoga membantu. jangan lupa bintang 5 nya ya. semangat 😊😊

Ekonomi & Bisnis Ilmu Ekonomi

menurut UU Nomor 6 Tahun 1974 tentang Kesejahteraan, menyebutkan bahwa kesejahteraan merupakan suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin,
yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila.

Apa yang dapat menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat berbeda, meskipun tingkat pendapatan per kapitanya relatif sama ?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat berbeda, meskipun tingkat pendapatan per kapitanya relatif sama:

  1. Pola pengeluaran masyarakat
    Perbedaan pola pengeluaran masyarakat menyebabkan dua negara dengan pendapatan per kapita yang sama belum tentu menikmati tingkat kesejahteraan yang sama. Misalnya, kita asumsikan ada dua orang dengan tingkat pendapatan relatif sama, tetapi salah seorang di antaranya harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih tinggi untuk pergi ke tempat kerja, harus berpakaian necis, dan sebagainya, sementara yang satu tidak. Oleh karena itu, kita tidak dapat mengatakan bahwa kedua orang tersebut mempunyai tingkat kesejahteraan yang sama tingginya.

  2. Perbedaan iklim
    Adanya perbedaan iklim juga memungkinkan timbulnya perbedaan pola pengeluaran masyarakat di negara-negara maju dan NSB. Masyarakat di negara maju harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk mencapai suatu tingkat kesejahteraan yang sama dengan di NSB. Seperti kita ketahui, sebagian besar negara maju beriklim dingin dan sebagian besar NSB beriklim tropis. Oleh karena itu, penduduk negara-negara maju sering kali harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk dapat menikmati “iklim tropis” seperti yang biasa dinikmati oleh penduduk NSB. Pada musim dingin masyarakat negara maju harus mengeluarkan tambahan pengeluaran yang cukup besar untuk biaya pemanasan (heater) di rumahnya, dan biaya pendingin udara (air-conditioned) di musim panas.

  3. Struktur produksi nasional
    Adanya perbedaan yang mencolok pada komposisi sektoral juga akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Suatu masyarakat akan menikmati tingkat kesejahteraan yang lebih rendah jika proporsi pendapatan nasional (pengeluaran) yang digunakan untuk anggaran pertahanan dan pembentukan modal lebih tinggi dibandingkan di negara lain yang memiliki tingkat pendapatan per kapita yang relatif sama.

Menyebut Diri Anak Buddha, Apa Keyakinan Kartini?

Perbesar

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat meninjau Gudang Beras Bulog , Jakarta, Rabu (25/2/2015). Pada kunjungan itu, presiden meresmikan penyaluran serentak beras miskin (raskin) dan operasi pasar beras tahun 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menjabarkan penyebab penurunan kesejahteraan masyarakat Indonesia di 2015 ini. Ada empat indikator yang bisa dijadikan landasan bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia mengalami penurunan. Ekonom Indef, Fadhil Hasan menjelaskan, indikator pertama yang bisa menjadi bukti bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia mengalami penurunan adalah terjadi perlambatan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dari semula di level 5,7 persen pada Semester I 2014 menjadi 4,7 persen pada semester 1 2015."Penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi indikator pertama penurunan kesejahteraan," kata Fadhil, di kantor Indef, Jakarta, Senin (24/8/2015).Indikator kedua adalah, lanjut Fadhil, tingginya tingkat Inflasi terutama untuk kelompok makanan. Angka inflasi untuk kelompok bahan makanan bisa menjadi gambaran bahwa terjadi kenaikan harga-harga bahan makanan. Hal tersebut membuat tingkat kesejahteraan masyarakat juga mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi untuk kelompok makan pada Juli 2015 mencapai 8,8 persen."Masih tingginya tingkat inflasi terutama bahan makanan menjadi indikator kedua," jelas Fadhil.Ia melanjutkan, penurunan kesejahteraan masyarakat Indonesia juga disebabkan karena gagalnya kebijakan dan program pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat akibat ditundanya atau dihilangkannya program sosial seperti beras untuk masyarakat kurang mampu atau sering disebut dengan beras miskin (raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT)."Pemerintah bukan melakukan perlindungan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak malah mengurangi, menghilangkan dan menunda program sosial misalnya pemberian raskin ditunda untuk beberapa saat," jelasnya.Lemahnya langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan dilepasnya harga BBM, gas dan listrik, ke dalam mekanisme pasar juga menjadi indikator yang membuat kesejahteraan masyarakat mengalami penurunan.

"Kita lihat peningkatan memburuknya kesejahteraan masyarakat Indonesia karena gagalnya kebijakan program pemerintah menjaga daya beli masyarakat setelah menaikan harga BBM dan kenaikan harga gas dan listrik dan berbagai kebutuhan pokok lainya," pungkasnya. (Pew/Gdn)

  • Pebrianto Eko WicaksonoAuthor
  • Arthur GideonEditor

TOPIK POPULER

POPULER

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10

Berita Terbaru

Berita Terkini Selengkapnya