Tumbukan antar partikel pereaksi yang dapat mempercepat laju reaksi adalah tumbukan yang

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Berikut adalah penjelasan dari keempat faktor tersebut.

Partikel-partikel dalam zat selalu bergerak. Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah sehingga tumbukan antar partikel akan mempunyai energi yang cukup untuk melampaui energi pengaktifan. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak terjadi tumbukan yang efektif dan menghasilkan reaksi.

Agar anda lebih memahami pengaruh suhu terhadap laju reaksi perhatikan animasi dibawah ini.

animasi dibawah ini menjelaskan reaksi pembentukan MgCl2 dari Mg dan HCl pada suhu tinggi dan suhu rendah

pada animasi tersebut pembentukan MgCl2 dilakukan pada suhu tinggi. dimana Hanya diperlukan waktu 10 detik agar terbentuk MgCl2 dari Mg dan HCl.

pada animasi tersebut pembentukan MgCl2 dilakukan pada suhu tinggi. dimana diperlukan waktu 25 detik agar terbentuk MgCl2 dari Mg dan HCl.

perhatikan grafik distribusi energi disamping!

hal tersebut dapat terjadi karena Pada suhu yang tinggi, jumlah molekul yang energi kinetiknya bisa melampaui energi aktivasi semakin banyak, artinya semakin banyak molekul-molekul yang akan bertumbukan dengan efektif. Dengan demikian, jika suhunya tinggi laju reaksinya akan semakin cepat.

Konsentrasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi. semakin besar konsentrasi zat yang bereaksi maka semakin cepat reaksi tersebut berlangsung.

perhatikan gambar dibawah ini

Hal ini sesuai dengan teori tumbukan, jika konsentrasi zat yang bereaksi semakin besar maka jumlah partikel zat yang memiliki arah orientasi yang tepat pun semakin banyak pula sehingga tumbukan efektif yang dihasilkan semakin banyak dan reaksi berlangsung lebih cepat. Selain itu, jika konsentrasi zat yang bereaksi semakin besar maka distribusi partikel zat yang memiliki energi mencukupi atau melebihi energi aktivasi(energetik) pun semakin banyak pula dan tumbukan efektif yang terjadi lebih banyak sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.

Faktor kedua yang mempengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan. Sama hal nya dengan konsentrasi, bahwa semakin luas permukaan bidang sentuh maka reaksi yang berlangsung akan semakin cepat dengan kata lain semakin besar laju reaksinya. Hal ini dikarenakan saat luas permukaan bidang sentuhnya luas maka akan semakin banyak pula partikel atau molekul yang bertumbukan secara efektif. Sebaliknya, jika luas permukaannya kecil maka laju reaksinya akan semakin kecil karena partikel atau molekul yang bertumbukan secara efektif semakin sedikit.

Katalis merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk membantu jalannya suatu reaksi kimia. Jumlah katalis pada awal dan akhir reaksi akan tetap sama. Sedangkan energi aktivasi sendiri adalah energi minimum yang harus dicapai oleh suatu senyawa kimia untuk melakukan atau bereaksi secara kimia.

Suatu reaksi kimia akan berlangsung apabila terjadi tumbukan – tumbukan antar partikel dengan energi yang cukup, energi inilah yang disebut dengan energi aktivasi. Tidak semua partikel – partikel pada senyawa kimia dapat bereaksi satu sama lain, hanya partikel – partikel yang memiliki energi aktivasi yang cukup sajalah yang dapat melakukan reaksi, sebagian besar partikel – partikel tersebut tidak memiliki energi aktivasi yang cukup. Nah, untuk kondisi seperti ini diperlukan suatu zat yang memungkinkan semua partikel mencapai energi aktivasinya agar dapat bereaksi satu sama lain, agar laju reaksi menjadi lebih besar. Penambahan katalis sangat diperlukan pada kondisi yang seperti ini, penambahan katalis memberikan perubahan yang berarti pada energi aktivasi. Katalis menyediakan rute khusus untuk jalannya suatu reaksi, jalur khusus ini memiliki energi aktivasi yang rendah, sehingga dapat meningkatkan tumbukan – tumbukan antar partikel. Akibatnya laju reaksi menjadi lebih besar.

Mekanisme kerja katalis bergantung pada jenis katalisnya. Katalis dapat dikelompokkan menjadi katalis homogen, heterogen, dan enzim.

1. Katalis Homogen

Katalis homogen adalah katalis yang wujudnya sama dengan wujud zat-zat pereaksi. Dalam suatu reaksi kimia, katalis homogen berfungsi sebagai zat perantara. Contoh reaksi kimianya: Pembuatan gas SO3 (katalis NO2)

2. Katalis Heterogen

Katalis heterogen adalah katalis yang wujudnya berbeda dengan pereaksi. Reaksi zat-zat yang melibatkan katalis heterogen berlangsung pada permukaan katalis. Misalnya, reaksi hidrogenasi etena (C2H4) dengan katalis logam Nikel ( Ni). Zat pereaksi C2H4 dan H2 berwujud gas sedangkan logam Ni berwujud padat.

3. Enzim

Enzim adalah katalis yang mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam makhluk hidup sehingga enzim dikenal sebagai biokatalis.

anda dapat menonton video dibawah ini untuk lebih memperkuat pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.