Apa tujuan dari modifikasi olahraga?

Modifikasi Pembelajaran Sebagai Tuntutan Guru Pendidikan Jasmani

8 Juni 2016 21:10 |
Diperbarui: 8 Juni 2016 21:23

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Pendidikan adalah usaha sadar manusia yang tersusun dan terencana secara sistematis dan tersusun dalam sebuah rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan baik di dalam kelas maupun diluar kelas. sistem Pendidikan Nasional merupakan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional secara menyeluruh. Komponen pendidikan adalah semua hal yang berkaitan dengan jalannya proses pendidikan jika salah satu komponen tidak ada, proses pendidikan tidak akan bisa dilaksanakan.

Sistem pendidikan terdapat beberapa jenjang pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah pertama dan Sekolah menengah dan kejuruan semua itu adalah jenjang yang harus di lewati dalam pendidikan

Sekolah Dasar merupakan salah satu tingkatan yang paling dasar dalam Pendidikan Nasional di negara ini.didalam Lampiran peraturan menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 di jelaskan bahwa ada lima kelompok mata pelajaran yang harus di jalankan dalam pendidikan dasar. salah satunya kelompok mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat[1], Yang di aplikasikan menjadi mata pelajaran Pendidikan Jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan adalah mata pelajaran yang mendidik dan mengenalkan siswa terhadap aktivitas jasmani olahraga dan kesehatan.

Mata pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan siswa di kenalkan berbagai macam gerak dan berbagai macam pengetahuan tentang kesehatan, siswa melakukan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan motorik baik motorik halus maupun motorik kasar,

Pendidikan Jasmani perlu ditingkatkan di lingkungan sekolah, dengan kegiatan olahraga diharapkan kebugaran jasmani siswa juga meningkat serta diikuti peningkatan dalam bidang akademik. Siswa membutuhkan kebugaran jasmani yang baik dalam aktivitas belajar, karena tanpa disertai kebugaran jasmani yang baik untuk mencapai prestasi bidang akademik sukar diperoleh. Dengan kebugaran jasmani yang baik diharapkan siswa semakin bersemangat dan bersunguh-sunguh dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Tujuan utama pendidikan dan pembelajaran di sekolah adalah mengembangkan segenap potensi yang dimiliki peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah adalah untuk memajukan perkembangan kemampuan peserta didik. Salah satu tujuan pembelajaran Pendidikan Jasmani olahraga dan kesehatan dijenjang Sekolah Dasar adalah, Mengembangkan kemampuan gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga. Selama ini guru masih menggunakan pembelajaran sesuai dengan apa adanya permainan dan aturan yang sebenarnya, sebenarnya guru penjas di sekolah harus menyesuaikan permainan dengan keadaan dan kondisi disekolah.

Pendidikan Jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah di sadari oleh banyak kalangan. Namun dalam pelaksanaannya pengajaran Pendidikan Jasmani berjalan belum efektif seperti yang diharapkan. Pendidikan Jasmani cenderung tradisional. Model pembelajaran Pendidikan Jasmani tidak harus berpusat pada guru tetapi pada siswa. Orientasi pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan anak, isi dan urusan materi serta cara penyampaian harus disesuaikan sehingga menarik dan menyenangkan, sasaran pembelajaran ditujukan bukan hanya mengembangkan keterampilan olahraga tetapi pada perkembanga pribadi anak seutuhnya. Konsep dasar Pendidikan Jasmani dan model pengajaran Pendidikan Jasmani yang efektif perku dipahami oleh mereka yang hendak mengajar Pendidikan Jasmani.

Banyak manfaat yang diperoleh dengan bermain yang diantaranya adalah dapat membentuk sikap tubuh yang baik meliputi anatomis, fisiologis, kesehatan dan kemampun jasmani. Manfaatnya bagi rohani yaitu kejiwaan, kepribadian dan karakter akan tumbuh ke arah yang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Paling tidak fokusnya pada keterampilan anak, hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.

Kegiatan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang Interaksi murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pembelajaran Yang di lakukan guru Pendidikan Jasmani baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Modifikasi permainan dapat di jadikan sebagai salah satu alternatife dari pembelajaran, melalui modifikasi permainan guru melakukan perubahan-perubahan berupa pengembangan yang sesuai dengan kaakteristik sekolah serta siswa sebagai peserta didik dalam pembelajaran yang dapat di modifikasi dalam pembelajaran terutama dalam permainan antara lain: 1) Peraturan, 2) Alat permainan, 3) Tehnik Permainan, 4) Waktu permainan, 5) Permainan itu sendiri. Namun modifikasi tidak melepas makna dan tujuan dari pembelajaran sebenarnya, Karena prinsip modifikasi adalah penyederhanaan. selain itu juga dapat mengembangkan kreatifitas guru sebagai tenaga mengajar agar dapat melaksanakan Pembelajaran dengan alat yang terbatas namun tidak menurunkan nilai-nilai dan tujuan dari pembelajaran yang harus dicapai.

Minimnya fasilitas dan perlengkapan Pendidikan Jasmani yang dimiliki sekolah-sekolah, menuntut guru penjas untuk lebih kreatif dalam memberdayakan dan mengoptimalkan penggunaan fasilitas dan perlengkapan yang ada sesuai kondisi siswa dan sekolahanya. Tidak sedikit peserta didik yang merasa gagal atau kurang menyukai meteri pembelajaran yang disampaikan oleh gurunya karena kemampuan guru dalam menyampaikan materi yang diberikan, baik dalam penggunaan fasilitas dan perlengkapan yang di gunakan dalam penyajian materi, dalam mengoptinalkan lingkungan pembelajaran maupun dalam mengevaluasi hasil pembelajaran. Guru mata pelajaran apapuan terutama pelajaran penjas harus mampu menggugah peserta didik untuk dapat terlibat secara aktif dengan tidak merasa terpaksa serta beraktifitas dalam suasana riang gembira.

Halaman Selanjutnya