Faktor yang harus diperhatikan untukmendapatkan untuk mendapatkan artikulasi yang baik yaitu

  • PENULIS Ida Nurhayati, S.Pd.
  • KATEGORI Seni Budaya
  • TANGGAL & WAKTU 2019-04-20 12:43:47

Pengertian Vokal, Teknik Vokal, dan Unsur-Unsurnya - Dalam seni musik terdapat 2 unsur yaitu; vokal dan instrument. Untuk menyempurnakan vokal dalam bermusik terdapat istilah teknik vokal. Berikut ini ulasan kami mengenai pengertian vokal, teknik vokal dan unsur-unsur teknik vokal.

Pengertian Vokal

Vokal berasal dari kata bahasa latin vocalis yang berarti berbica atau bersuara. Vokal dalam seni musik adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia. Vokal merupakan jenis bermusik yang paling populer, karena dapat dilakukan dimanapun meski tanpa tambahan alat apapun.

Setiap manusia mempunyai vokal yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan bentuk dan kemampuan alat pembentuk suara manusia satu dengan lainnya. Batas wilayah nada yang dapat disuarakan oleh seseorang disebut Ambitus suara. Dalam bermusik vokal akan semakin indah apabila diiringi dengan instrumen. Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
 

Pengertian Teknik Vokal

Teknik Vokal adalah cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring. Selain ditentukan oleh organ-organ tubuh, mutu, dan pembentukannya, suara manusia juga didukung oleh beberapa unsur-unsur teknik vokal, diantaranya sebagai berikut.

Unsur-Unsur Teknik Vokal

1. Artikulasi, merupakan cara pengucapan kata demi kata maupun huruf demi hurup dengan jelas dan benar. Faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik, antara lain.

  • Sikap badan yang baik dan benar dalam menyanyikan lagu,
  • Posisi mulut yang baik dan benar pada waktu menyanyi,
  • Latihan vokalisis,
  • Teknik pembentukan bunyi vokal, dan
  • Teknik pembentukan bunyi konsonan.

2. Pernapasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya yang kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan. Udara yang digunakan saat bernyanyi lebih banyak daripada pada saat bernafas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan mengisi paru-paru sebanyak mungkin saat menyanyi. Teknik pernapasan dalam menyanyi dibagi menjadi tiga, yaitu teknik pernapasan dada, perut, dan diafragma.

3. Phrasering, adalah aturan penggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Untuk mendapatkan phrasering yang baik, seorang penyanyi harus memahami arti sebuah kalimat, memahami tujuan/ pesan sebuah lagu, serta memahami bahwa susunan nada dan syair lagu adalah satu keatuan yang utuh.

Dalam menyanyikan kalimat lagu secara utuh, tidaklah sesederhana "membaca kalimat" karena disamping harus memahami kalimat yang diucapkan dengan sejelas mungkin, seorang penyanyi juga harus memahami tanda-tanda dinamika, tekanan nada, susunan nada, dan lain-lain yang harus dikerjakan bersamaan dengan pemenggalan kalimat.

4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang bernyanyi, bisa dengan duduk atau berdiri yang terpenting saluran pernapasan tidak terganggu. Sikap badan sangat mempengaruhi produksi suara seseorang saat menyanyi, baik penyanyi solo maupun penyanyi kelompok. Sikap tubuh pada saat menyanyi yang benar, baik pada saat bernyanyi dengan posisi duduk maupun posisi berdiri, antara lain.

a. Bernyanyi pada sikap duduk

  • Posisi duduk yang tegap, rileks, dada ke depan.
  • Posisi kedua kaki di depan dan menempel pada lantai.
  • Busungkan dada agar tulang rusuk berkembang dan rongga dada bertambah besar.

b. Bernyanyi pada sikap berdiri

  • Posisi kedua kaki harus siap menjadi tumpuan saat berdiri, rilekskan badan dan jangan tegang karena dapat mempengaruhi produksi suara.
  • Posisi kedua bahu datar dan busungkan dada agak ke depan agar suara yg keluar lebih maksimal, dan rilekskan kedua lengan.
  • Renggangkan kedua kaki dengan santai, lalu salah satu kaki agak sedikit maju kedepan.
  • Kedua lutut harus rileks dan mudah digerakkan.

5. Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan memfungsikan rongga-rongga udara yang ikut bervibrasi/ bergetar di sekitar mulut dan tenggorokan. Kualitas dan kuantitas suara hasil penguatan resonansi akan membedakan warna suara satu instrumen dengan instrumen lainnya. Sebagai contoh, Violin menghasilkan suara tipis dan tinggi, berbeda dengan contra bass yang menghasilkan suara tebal dan besar. Warna suara dari kedua instrumen jelas berbeda karena secara fisik keduanya memiliki ruang resonansi yang berbeda jauh. Demikian pula pada setiap manusia pasti memiliki perbedaan, baik bentuk, ukuran , maupun kualitasnya. Namun, pada saat bernyanyi semua memiliki fungsi yang sama yaitu rongga resonan menguatkan dan memperbesar getaran suara dari sumbernya [pita suara].

Terdapat 3 rongga resonansi pada manusia yaitu:

  • Resonan atas [nasal cavities/ langit langit keras] yaitu semua rongga di atas mulut dan tenggorokan pada kepala manusia.
  • Resonan tengah yakni mulut dan bagian belakang mulut [pharink].
  • Resonan bawah [dada].

6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang atau suara yang bergetar teratur, biasanya diterapkan diakhir sebuah syair lagu. Tidak semua syair lagu menggunakan vibrato, adakalanya syair lagu itu polos atau dikurangi. Vibrato yang berlebihan dapat mengubah nada dan vocal, sedangkan vibrasi yang di buat-buat dapat memberi kesan seperti kedinginan.

7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah sebagian melodi lagu secara profesional, tanpa merubah melodi pokoknya. Beberapa penyanyi sering membuat variasi pada lagu yang dibawakan secara spontanitas tanpa persiapan terlebih dahulu, hal ini dinamakan improvisasi vokal. Adapun syair lagu yang dibawakan tidak berubah meskipun lagu telah diimprovisasi. Yang berubah adalah panjang pendeknya nilai not dan aksen setiap suku kata.

8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau secara tepat. Ketepatan intonasi dalam setiap lagu merupakan dambaan setiap penyanyi. Untuk menguasai intonasi yang tepat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Percaya diri, rileks, tidak tegang dan tidak takut mencapai nada-nada tinggi dalam menyanyi,
  • Konsentrasi dan hilangkan keraguan dalam mengambil nada sehingga tinggi nada tidak turun,
  • Latihan pernafasan dengan diafragma agar nafas lebih panjang,
  • Selaraskan pita suara, terutama pada setiap ulangan nada dan nada yang ditahan,
  • Peka terhadap suara lain terutama iringan,
  • Latihan interval untuk membidik lompatan-lompatan nada dengan tepat,
  • Latihan nada-nada peralihan register suara, untuk menyanyikan lagu yang berpindah kunci,
  • Latihan nada-nada pada batas wilayah suara, baik itu suara tinggi maupun rendah,
  • Pengucapan huruf-huruf hidup dengan jelas agar tinggi nada tidak berubah,
  • Tidak terpengaruh tangga nada lain, seperti terbawa kebiasaan menyanyikan tangga nada lagu-lagu daerah asal.

5 Jenis Teknik Vokal – Apabila seseorang ingin bernyanyi dengan benar dan baik, hal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan latihan vokal. Dalam melakukan latihan vokal atau belajar bernyanyi, salah satu aspek terpenting yang perlu dikuasai seorang calon penyanyi adalah teknik vokal. Teknik vokal menjadi sangat amat penting dikarenakan mampu menghasilkan suara dengan bunyi yang jelas, merdu, bahkan juga nyaring.

Nah, ada beberapa teknik vokal yang perlu diperhatikan dan dilatih secara rutin agar Kamu dapat meningkatkan kemampuan dalam bernyanyi. Teknik vokal yang bisa Kamu latih setiap harinya di antaranya yaitu teknik intonasi, artikulasi, resonansi, pernapasan, dan pembawaan. Dengan menguasai lima teknik vokal tersebut, maka Kamu akan sangat berpotensi menjadi penyanyi di masa yang akan datang.

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang lima teknik vokal dalam bernyanyi, artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian umum dan dasar tentang teknik vokal. Pengertian teknik vokal ini akan membuat Kamu semakin lebih mudah dalam memahami lima teknik yang akan disebutkan berikut ini.

A. Pengertian Teknik Vokal

Hampir semua orang pasti menyukai seseorang yang mampu bernyanyi dengan suara yang bagus. Namun, banyak dari orang tidak mengetahui bahwa untuk bisa bernyanyi dengan baik dan benar perlu latihan teknik vokal yang sangat matang. Oleh karena itu, untuk menjadi penyanyi yang mampu menyihir telinga banyak orang, seorang penyanyi perlu menguasai teknik vokal dalam bernyanyi.

Teknik vokal dalam bernyanyi pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan seseorang agar bisa memproduksi suara yang baik dan efisien. Ketika seorang penyanyi bisa menguasai teknik vokal dengan baik dan efisien, maka dapat dipastikan seseorang bisa menghasilkan suara yang terdengar lebih jelas, lebih indah, lebih merdu, dan tentunya lebih nyaring.

Mayoritas dari orang yang sudah terbiasa bernyanyi di hadapan banyak orang pasti mengakui bahwa menguasai teknik vokal memiliki banyak manfaat. Hal itu dikarenakan, selain menjadi cara agar dapat menghasilkan suara yang lebih berkualitas, pengolahan teknik vokal dengan benar juga sangat membantu dalam menjaga anatomi tubuh seorang penyanyi menjadi lebih kuat dan stabil.

Setelah memahami tentang pengertian teknik vokal sekaligus beberapa pendapat mengenai pentingnya melakukan latihan vokal. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut secara detail tentang lima macam teknik vokal yang perlu Kamu pelajari sehingga bisa memiliki suara yang jelas, merdu, dan berkualitas. Lima teknik vokal dalam bernyanyi tersebut di antaranya yaitu teknik intonasi, artikulasi, resonansi, pernapasan, hingga pembawaan.

1. Teknik Intonasi

Teknik intonasi pada dasar dapat dipahami sebagai sebuah teknik vokal yang berkaitan dengan kemampuan dalam menentukan ketepatan tinggi serta rendahnya suatu bunyi di setiap nada. Hal tersebut berarti, ada penekanan yang berbeda-beda dalam setiap jumlah suku kata pada sebuah lagu yang sedang dinyanyikan.

Seorang penyanyi yang menguasai teknik intonasi dapat bernyanyi dengan lebih baik dan mampu menghasilkan bunyi atau suara yang jernih, nyaring, dan sangat nyaman ketika didengar dan masuk di telinga.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Kamu gunakan untuk menguasai teknik intonasi dengan baik dan benar, di antaranya yaitu:

a. Latihan bernyanyi dengan tempo yang lambat dan kemudian diubah menjadi tempo yang lebih cepat. b. Latihan bernyanyi dengan menggunakan tempo yang lebih variatif.

c. Latihan bernyanyi dengan nada yang lebih variatif, bisa dilakukan dengan memulai dari nada rendah ke nada tinggi dan melafalkan artikulasi na, ka, la, dan ra.

d. Latihan bernyanyi dengan menggunakan jenis tangga nada kromatis.

2. Teknik Artikulasi

Teknik artikulasi pada dasar dapat diartikan sebagai jenis teknik vokal dalam melakukan perubahan saluran di ruang rongga udara. Hal itu dimaksudkan agar seorang penyanyi bisa menghasilkan bunyi atau suara yang lebih jelas.

Sementara dalam aktivitas bernyanyi, banyak orang dalam dunia tarik suara yang mengartikan bahwa artikulasi sebagai sebuah teknik pelafalan kata dengan jelas, lancar, dan juga baik pada saat disimak. Menurut pendapat ini, artikulasi memiliki tujuan agar pendengar dapat lebih mengerti dan lebih mudah dalam memahami pesan lagu.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu Kamu perhatikan agar bisa menguasai teknik artikulasi dengan baik dan benar, sehingga pendengar mampu merasakan pesan dari sebuah lagu yang dinyanyikan, faktor tersebut di antaranya adalah:

a. Sikap Badan

Dalam bernyanyi, seorang penyanyi perlu mempunyai sikap badan yang benar. Hal ini bertujuan untuk membuat sirkulasi udara yang memiliki fungsi sebagai pendorong utama produksi suara dapat berjalan dengan lebih lancar.

Nah, berikut ini tips agar Kamu bisa memiliki sikap badan yang baik dan benar ketika menyanyikan sebuah lagu, yaitu:

– Posisi kepala harus tegak dan pandangan ke arah depan. – Posisi tulang punggung lurus. – Posisi dada agak membusung atau ke depan.

– Posisi kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit lebar.

b. Posisi Mulut

Posisi mulut juga sangat turut memberikan pengaruh dalam proses pembentukan suara untuk seorang penyanyi. Apabila posisi mulut dan bentuk mulut tidak tepat, hal tersebut dapat berakibat pada suara yang dihasilkan menjadi pekak, lemah, dan tidak nyaring.

Nah, berikut ini tips posisi dan bentuk organ mulut yang tepat untuk membuat suara menjadi lebih kuat dan nyaring, di antaranya yaitu:

– Mulut dapat dibuka selebar tiga jari secara vertikal atau membentuk mulut elips, sehingga suara yang dihasilkan menjadi bulat dan kuat. – Gigi dapat diposisikan dengan seri sebelah atas tertutup setengah bagian dengan menggunakan bibir sebelah atas. – Bibir bawah dapat diposisikan lebih ditekan pada gigi seri sebelah bawah sehingga dapat menghasilkan kekuatan suara menjadi lebih stabil. – Aliran udara dapat diarahkan ke langit-langit keras sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih jelas dan lebih lantang. – Langit-langit lunak dan anak lidah bisa ditarik lebih ke atas sehingga dapat menutup lubang yang menuju ke rongga hidung.

– Lengkung langit-langit dibuka lebih lebar dan dijaga supaya lidah tetap mendatar, sementara ujung lidah dapat bersinggungan dengan gigi seri sebelah bawah.

c. Latihan Vokalisis

Seorang penyanyi dapat melakukan latihan vokalisis dengan tujuan agar mampu memelihara sekaligus juga menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan. Hal itu bisa jadi suatu teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah.

d. Teknik Pembentukan Bunyi Vokal

Dalam melakukan latihan teknik pembuatan bunyi vokal, seorang penyanyi bisa membunyikan suara yang keluar dikarenakan udara yang berasal dari paru-paru tidak menemui rintangan. Selain itu, macam vokal juga bergantung pada posisi bibir, tinggi rendah lidah, hingga maju dan mundurnya lidah dari seorang penyanyi.

e. Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan

Dalam membentuk bunyi konsonan, seorang penyanyi bisa melakukan asalkan peranan lidah sebagai sasaran titik artikulasi atau biasa disebut artikulator bisa diatur dengan baik. Hal tersebut dikarenakan bunyi konsonan pada dasarnya merupakan sebuah bunyi yang dikeluarkan oleh paru-paru dan mendapatkan suatu rintangan atau hambatan.

3. Teknik Resonansi

Resonansi dalam aktivitas bernyanyi pada dasarnya adalah suatu gejala bunyi yang mengembalikan bunyi ke suatu ruangan lain. Hal ini bisa jadi menimbulkan semacam gema yang dikarenakan adanya pantulan suara yang berasal dari ruangan dengan dinding keras.

[algolia_carousel page=2]

Resonansi memiliki peran yang sangat penting untuk membuat pita suara menjadi lebih nyaring dan indah. Oleh karena itu, penguasaan resonansi yang baik dan benar akan menghasilkan teknik vokal dalam bernyanyi yang baik dan benar pula.

Resonansi dapat dibentuk secara alami dan menghasilkan suara yang nyaring apabila dilakukan latihan dengan optimal. Hal ini dikarenakan suara yang yang berasal dari pita suara hanya memiliki ukuran 1,5 sampai 2 cm saja atau bisa dikatakan sangat lemah.

Nah, ada empat rongga resonansi yang dimiliki pada tubuh manusia, di antaranya yaitu:

a. Resonan atas atau langit-langit keras [nasal cavities], semua rongga yang terletak di atas mulut dan tenggorokan pada kepala manusia. b. Resonan tengah, rongga yang terletak pada mulut dan bagian belakang mulut atau biasa disebut faring. c. Resonan bawah [dada].

d. Resonan yang bentuknya tidak bisa diubah terletak pada rongga dahi, rongga tulang baji, rongga tulang saringan, rongga rahang.

4. Teknik Pernapasan

Dalam bernyanyi, pernapasan menjadi salah satu teknik vokal yang berperan penting sehingga perlu untuk dilatih secara rutin dan berkelanjutan. Hal itu disebabkan karena seorang penyanyi akan lebih memerlukan banyak udara yang keluar dan masuk melalui paru-paru.

Sebaliknya, apabila seorang penyanyi tidak melatih pernapasan secara rutin dan konsisten, maka akan sangat berakibat pada ketahanan daya tahan tubuh. Tentunya hal ini dapat menjadikan lagu yang dinyanyikan menjadi mudah terjeda atau terputus. Biasanya penyanyi yang kurang menguasai teknik pernapasan akan mudah tersengal-sengal ketika saat bernyanyi.

Nah, berikut ini adalah 3 jenis teknik pernapasan yang perlu penyanyi kuasai dalam bernyanyi, di antaranya yaitu:

a. Pernapasan dada.

Pernapasan dada dapat dilakukan dengan cara menghirup udara ke dalam paru-paru dan menempatkkannya pada bagian atas. Pernapasan dada bisa dikatakan juga sebagai napas pendek dan tidak cocok dipakai saat bernyanyi.

Jenis pernapasan ini sering digunakan dalam menyanyikan lagu yang memiliki nada-nada rendah. Walaupun begitu, penyanyi yang menggunakan pernapasan dada akan lebih mudah kehabisan napas ketika bernyanyi.

b. Pernafasan perut.

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang bisa menghasilkan suara menjadi lebih keras, namun, tidak cukup bagus apabila digunakan pada saat bernyanyi. Hal ini disebabkan karena pernapasan perut dilakukan dengan cara menghirup udara untuk kemudian dimasukkan dan ditahan dalam rongga perut hingga mengembang besar. Selain itu, teknik pernapasan jenis ini kurang efektif dikarenakan membuat paru-paru menjadi lebih sehingga udara yang masuk menjadi lebih cepat keluar dan mengakibatkan penyanyi mudah kehabisan napas.

c. Pernapasan diafragma.

Teknik pernapasan terbaik yang paling sering digunakan oleh penyanyi adalah pernapasan diafragma. Pada pernapasan diafragma, penyanyi mampu mendapatkan udara lebih banyak, sehingga membuat napas menjadi lebih panjang dan kontrol udara menjadi lebih mudah.

Pada pernapasan diafragma, napas yang dikeluarkan dapat dikontrol dengan sadar oleh diafragma dan otot bagian kiri. Ketika diafragma menegang dan lurus, secara otomatis rongga perut dan rongga dada menjadi lebih longgar. Pada saat seperti itu, volume menjadi bertambah sehingga membuat tekanan berkurang dan udara bisa masuk ke paru-paru lebih banyak.

5. Teknik Pembawaan

Teknik terakhir yang perlu dikuasai oleh seorang penyanyi adalah pembawaan. Pembawaan dalam bernyanyi merupakan bagian dari salah satu teknik yang harus dimiliki oleh penyanyi pada saat menyanyikan sebuah lagu.

Walaupun memiliki teknik vokal yang baik dan benar, apabila seorang penyanyi tidak sesuai dalam membawakan lagu. Maka penyanyi menjadi tidak akan menarik dan bisa jadi kurang disukai oleh pendengar. Oleh karena itu, memiliki pembawaan yang benar dalam membawakan lagu menjadi penting karena bagian dari hubungan penyanyi dengan penikmat.

Nah, beberapa tips yang dapat mempengaruhimu dalam menyajikan lagu untuk pendengar, di antaranya yakni:

a. Tema. b. Tempo. c. Dinamik. d. Ekspresi. e. Irama. f. Pesan.

g. Gaya menyanyi.

C. Contoh Penggunaan Teknik Vokal Dalam Bernyanyi Unisono

Salah satu contoh penggunaan teknik vokal adalah bernyanyi unisono. Unisono dapat dipahami sebagai sebuah teknik bernyanyi dengan satu suara, misalnya seperti menyanyikan melodi pada suatu lagu. Secara sederhana, teknik bernyanyi unisono adalah ketika satu suara atau satu nada dapat dinyanyikan oleh banyak orang.

Jika dalam suatu notasi lagu ditemukan “tanda unisono”, hal itu berarti semua suara dari para penyanyi akan melebur menjadi satu dan bernyanyi secara bersama-sama. Unisono sering digunakan dalam paduan suara, misalnya seperti adanya jenis tenor, alto, sopran, dan tentunya bas.

Walaupun bernyanyi unisono sangat praktis untuk dilakukan, tetapi banyak orang menilai bahwa penyajian lagu dengan bentuk unisono kurang memberikan keindahan secara musikal. Hal itu bisa dilihat ketika ada sebuah lagu yang dibawakan merupakan lagu yang cukup dikenal, terkadang lagu itu pada dasarnya bisa disajikan tanpa sebuah latihan khusus atau persiapan. Namun, dalam menyanyikan unisono, para penyanyi dituntut untuk menguasai teknik bernyanyi dengan baik dan benar.

D. Contoh Soal dan Jawaban Materi Teknik Vokal

1. Yang bukan termasuk macam-macam teknik vokal adalah…

a. Teknik artikulasi b. Teknik resonansi c. Teknik intonasi

d. Teknik birama

Jawaban: d. Teknik birama

2. Suatu cara yang dilakukan agar dapat bernyanyi dengan baik dan enak didengar, disebut…

a. Teknik bernapas b. Teknik vokal c. Teknik keroncong

d. Teknik Industri vokal

Jawaban: b. Teknik vokal

3. Bernyanyi secara berkelompok dan bersama-sama dalam satu suara disebut…

a. Bernyanyi nasyid b. Bernyanyi akapela c. Paduan suara

d. Bernyanyi unisono

Jawaban: d. Bernyanyi unisono

4. Yang merupakan ciri-ciri bernyanyi unisono adalah:

a. Dinyanyikan secara berkelompok b. Dinyanyikan dengan satu suara c. Jawaban a, b, dan c benar

d. Dinyanyikan sendiri

Jawaban: c. Jawaban a, b, dan c benar

5. Yang bukan termasuk bernyanyi unisono adalah

a. Unisono b. Vokal grup c. Nasyid

d. Paduan suara

Jawaban: a. Unisono

6. Latihan mengucapkan kata-kata dengan baik dan jelas disebut

a. Latihan intonasi b. Latihan pernapasan c. Latihan resonansi

d. Latihan artikulasi

Jawaban: d. Latihan artikulasi

7. Latihan menyanyikan tinggi dan rendahnya nada dengan tepat pada latihan vokal disebut…

a. Latihan resonansi b. Latihan pernapasan c. Latihan artikulasi

d. Latihan intonasi

Jawaban: d. Latihan intonasi

8. Yang bukan termasuk macam-macam pernapasan pada manusia adalah

a. Pernapasan perut b. Pernapasan dada c. Pernapasan dagu

d. Pernapasan diafragma

Jawaban: c. Pernapasan dagu

9. Cara melatih latihan pernapasan diafragma dengan baik adalah dengan cara

a. Tarik napas sedikit, kemudian keluarkan sebanyak-banyaknya b. Tarik napas sebanyak-banyaknya lewat mulut, kemudian keluarkan udara secara cepat c. Tarik napas sebanyak-banyaknya melalui hidung, tahan napas selama 10 detik, kemudian keluarkan napas perlahan dengan suara mendesis tipis sampai udara di dalam perut habis minimal 15 detik.

d. Tarik napas sebanyak-banyaknya kemudian keluarkan dengan suara mendesis.

Jawaban: c. Tarik napas sebanyak-banyaknya melalui hidung, tahan napas selama 10 detik, kemudian keluarkan napas perlahan dengan suara mendesis tipis sampai udara di dalam perut habis minimal 15 detik.

10. Latihan yang membuat pita suara menjadi lebih nyaring dan indah pada teknik vokal disebut…

a. Latihan artikulasi b. Latihan pernapasan c. Latihan resonansi

d. Latihan intonasi.

Jawaban: c. Latihan resonansi

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Video yang berhubungan

Bài mới nhất

Chủ Đề